Festival Bantengan Nuswantoro Ke-17 Ajang Kreativitas Anak

Festival Bantengan Nuswantoro Ke-17 Ajang Kreativitas Anak dan Pelestarian Budaya yang Mendunia ( Foto : istimewa ).

Festival Bantengan Nuswantoro Ke-17 Ajang Kreativitas Anak dan Pelestarian Budaya yang Mendunia 

PENDIDIKANNASIONAL.ID – Kota Batu, Rangkaian perayaan memperingati Bantengan Nuswantoro ke-17 memasuki hari kedua dengan penuh semangat dan warna. Salah satu highlight acara adalah lomba mewarnai dan melukis kepala banteng, yang digelar sejak 29 Juli hingga 3 Agustus 2025. Hari ini, 10 anak berbakat berhasil meraih penghargaan setelah menunjukkan kreativitas mereka dalam menghidupkan simbol budaya ikonik ini.  

Puncak kreativitas lima jam berkarya di atas media unik. Kepala banteng yang terbuat dari fiber menjadi tantangan tersendiri bagi peserta. Seffania Anshiru Patras, juara pertama lomba melukis, berhasil menaklukkan kesulitan tersebut dengan karya memukau yang membutuhkan waktu sekitar lima jam untuk diselesaikanya. 

“Kami bangga dan senang, karena lombanya sangat menantang. Media lukisnya licin dan butuh ketelitian tinggi. Semoga kegiatan seperti ini terus ada, tidak hanya sebagai ajang lomba, tapi juga edukasi budaya dan pemicu kreativitas anak,terimakasih juga kami ucapkan kepada guru pembimbing anak saya Mohammad Govinda ( Art Govinda ) yang dimana selama ini memberikan ilmunya kepada anak saya. ” ungkap Rudi, ayah Seffania dengan mata berbinar.  

Kolaborasi Internasional seniman mancanegara berikan apresiasi. Yang membuat acara ini semakin istimewa adalah kehadiran seniman dari berbagai negara yang turut membagikan hadiah kepada para pemenang. Ini menunjukkan bahwa Bantengan Nuswantoro tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tapi juga menarik perhatian dunia.  

Sebagai penyelenggara, Anjani Sekar Arum mengatakan bahwa, kegiatan ini merupakan sarana edukasi kepada generasi penerus, sehingga budaya kita tidak sampai tergerus oleh kemajuan jaman. 

” Kami memperkenalkan kepada masyarakat khususnya pada anak sejak usia dini bahwa bantengan yang sesungguhnya adalah suatu seni budaya kearifan lokal yang harus dilestarikan, budaya yang tidak ditumpangi oleh hal-hal yang negatif.”jelasnya.

Hal senada juga disampaikan seniman dari mancanegara yaitu dari negara Malaysia, Ritaudin ( Udin ) mengatakan bahwa mengapresiasi apa yang diselenggarakan oleh Anjani Banteng Nuswantoro sehingga budaya ini bisa menjadikan edukasi pengetahuan bagi daerah, Indonesia serta Dunia. 

” Budaya kearifan lokal ini harus tetap dilestarikan, berharap sinergitas dengan pemerintah dan stake holder terkait ini tetap terjalin dengan baik, dikarenakan budaya seperti ini bisa memicu pengunjung baik regional maupun nasional untuk berwisata ke Kota Batu.” ujarnya. 

Lomba ini bukan hanya tentang teknik mewarnai atau melukis, melainkan juga upaya melestarikan simbol Bantengan sebagai warisan budaya. Banteng sendiri dalam filosofi Jawa melambangkan kekuatan, ketangguhan, dan semangat pantang menyerah nilai-nilai yang ingin ditanamkan pada generasi muda.  

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/daerah/camat-bumiaji-dukung-ketahanan-pangan-dan-tekan-angka-stunting/

Lihat Juga :  https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Harapan kedepan, Peningkatan jumlah peserta dari berbagai daerah bahkan mancanegara. Workshop seni budaya untuk anak-anak agar lebih memahami makna di balik simbol Bantengan. Kolaborasi lebih luas dengan seniman global untuk memperkaya perspektif budaya.  

Festival ini membuktikan bahwa seni dan budaya adalah jembatan yang menghubungkan generasi, tradisi, dan inovasi. Dengan semangat seperti ini, Bantengan Nuswantoro akan terus hidup dan menginspirasi!  

( Ria ). 

Array
Related posts
Tutup
Tutup