Dishub Kota Batu Ubah Pengaturan Traffic Light di Simpang Empat Patih, Ini Alasannya

Dishub Kota Batu Optimalkan Rekayasa Lalu Lintas di Simpang Empat Patih, Proyek Preservasi Jalan Ditarget Rampung Tiga Bulan

Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu memperkuat rekayasa lalu lintas di kawasan Simpang Empat Patih sebagai langkah strategis mendukung pelaksanaan Proyek Preservasi Jalan yang tengah dikerjakan Pemerintah Kota Batu. Upaya ini dilakukan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan, mengurangi potensi kemacetan, sekaligus menjamin keselamatan pengguna jalan selama pekerjaan konstruksi berlangsung.

Simpang Empat Patih merupakan salah satu titik lalu lintas paling vital di Kota Batu karena menjadi pertemuan arus kendaraan dari berbagai arah, termasuk jalur yang setiap hari dilintasi kendaraan logistik, bus pariwisata, hingga kendaraan pribadi. Oleh sebab itu, pengaturan lalu lintas dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan aspek keamanan, efisiensi, dan kelancaran mobilitas masyarakat.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Batu, Muchammad Noor, ST., MT. ketika berada di lokasi serta melihat denah.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Batu, Muchammad Noor, ST., MT. ketika berada di lokasi serta melihat denah.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Batu, Muchammad Noor, ST., MT., menjelaskan bahwa seluruh perangkat pendukung rekayasa lalu lintas kini telah dipersiapkan secara optimal. Pada Rabu (22/7/2026), Dishub melengkapi pemasangan rambu-rambu sementara, banner petunjuk arah, serta melakukan penyesuaian pengaturan Traffic Light di kawasan Simpang Empat Patih.

“Sesuai permintaan Kadis PUPR, ternyata ada kesiapan yang belum dimatangkan pihak penyedia, dalam hal ini rambu-rambu, banner, dan sebagainya. Hari ini sudah dipenuhi,” ujarnya.

Menurut Noor, meskipun sebelumnya terdapat beberapa perlengkapan yang masih dalam tahap penyelesaian, implementasi rekayasa lalu lintas tetap berjalan sesuai rencana. Di sisi lain, Dishub juga telah melakukan sosialisasi secara intensif kepada masyarakat melalui flyer digital serta kanal media sosial resmi agar pengguna jalan dapat mengetahui perubahan arus sejak awal.

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/news/kurangi-risiko-kecelakaan-dishub-kota-batu-genjot-pemasangan-apj-di-sejumlah-ruas-jalan/

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kendaraan bertonase besar seperti bus dan truk telah mengikuti jalur alternatif yang telah ditentukan petugas. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa rekayasa lalu lintas mulai berjalan efektif dalam menjaga kelancaran aktivitas transportasi di kawasan proyek.

Penyesuaian Traffic Light untuk Kurangi Antrean

Selain menambah rambu dan petunjuk arah, Dishub Kota Batu juga melakukan optimalisasi sistem pengaturan Traffic Light. Kendaraan yang bergerak lurus diberikan skema prioritas tertentu sehingga tidak sepenuhnya mengikuti siklus lampu merah konvensional, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan pengguna jalan.

“Kami nanti akan memberikan rambu tambahan, terutama lampu merah APL ini. Nanti kondisi yang lurus tidak mengikuti lampu merah tetapi boleh lurus, karena nanti batasannya kami akan menambah durasinya untuk kendaraan yang mau lurus,” jelas Muchammad Noor.

Tampak Dinas PUPR Kota Batu, Lantas Polres Batu, Dinas Perhubungan Kota Batu ketika di lokasi.
Tampak Dinas PUPR Kota Batu, Lantas Polres Batu, Dinas Perhubungan Kota Batu ketika di lokasi.

Sebagai langkah awal, durasi lampu hijau yang sebelumnya sekitar 15 detik diperpanjang menjadi sekitar 25 detik. Penyesuaian tersebut akan terus dievaluasi sesuai kondisi lalu lintas sehingga rekayasa dapat disempurnakan apabila terjadi perubahan volume kendaraan.

Proyek Diperkirakan Berlangsung Selama Tiga Bulan

Rekayasa lalu lintas dan penutupan sebagian jalur hanya diberlakukan selama proses utama pekerjaan preservasi jalan, khususnya pada tahap pengecoran rigid pavement. Berdasarkan koordinasi antara Dishub dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Batu, proyek tersebut diproyeksikan berlangsung sekitar tiga bulan.

“Kalau pertimbangan dari PUPR sendiri bisa berjalan selama tiga bulan. Setelah pengerjaan rigid beton sudah selesai dikerjakan dan bisa dilintasi, baru kami buka kembali dan diberlakukan lagi,” pungkasnya.

Pemerintah Kota Batu optimistis proyek preservasi ini akan meningkatkan kualitas infrastruktur jalan sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi kelancaran arus transportasi di wilayah Kota Batu.

Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Dishub Kota Batu mengimbau seluruh masyarakat agar mematuhi rambu-rambu sementara, mengikuti jalur yang telah ditetapkan, serta menaati arahan petugas di lapangan. Partisipasi masyarakat dinilai menjadi faktor penting agar proses pembangunan dapat berjalan lancar, aman, dan selesai sesuai target tanpa mengganggu aktivitas sosial maupun perekonomian daerah.

 

Penulis : Riadi. 

Editor : Tim Redaksi Pendidikannasional.id.

 

 

Array
Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *