Dishub Kota Batu Perkuat Keselamatan Lalu Lintas, APJ di Titik Rawan Kecelakaan Terus Ditingkatkan
Kota Batu,PENDIDIKANNASIONAL.ID – Komitmen Pemerintah Kota Batu dalam meningkatkan keselamatan berlalu lintas terus diwujudkan melalui penguatan infrastruktur keselamatan jalan. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu secara berkelanjutan melakukan pemeliharaan, rehabilitasi, serta penambahan Alat Perlengkapan Jalan (APJ) pada sejumlah ruas yang dinilai memiliki tingkat kerawanan kecelakaan cukup tinggi.
Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghadirkan sistem transportasi yang lebih aman, tertib, dan berorientasi pada perlindungan seluruh pengguna jalan. Selain memperbaiki fasilitas yang mengalami kerusakan, Dishub juga melakukan survei teknis secara berkala guna memetakan kebutuhan APJ berdasarkan kondisi lapangan dan tingkat risiko di masing-masing lokasi.

Beragam fasilitas keselamatan menjadi fokus penanganan sepanjang tahun 2026, mulai dari rambu lalu lintas, marka jalan, lampu peringatan (warning light), cermin cembung, hingga pembangunan Zona Selamat Sekolah (ZOSS) sebagai bentuk perlindungan bagi pelajar di lingkungan pendidikan.
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dishub Kota Batu, Tony Hermansyah, menjelaskan bahwa pihaknya telah menetapkan sasaran pekerjaan APJ selama tahun 2026 yang mencakup pemasangan fasilitas baru maupun rehabilitasi infrastruktur keselamatan jalan yang sudah tidak berfungsi optimal.

Saat ditemui di sela pemasangan Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan (RPPJ) di kawasan Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kamis (9/7/2026), Tony menyampaikan bahwa sedikitnya terdapat 48 paket pekerjaan prioritas yang menjadi target penyelesaian sepanjang tahun ini.
“Target tahun ini sedikitnya terdapat 48 pekerjaan, meliputi pemasangan dan rehabilitasi APJ, perempesan pohon yang menghalangi rambu lalu lintas, hingga pembuatan Zona Selamat Sekolah,” ujarnya.
Menurut Tony, seluruh pekerjaan dilaksanakan secara bertahap dengan mengacu pada hasil survei lapangan serta laporan masyarakat. Pendekatan tersebut dilakukan agar pembangunan fasilitas keselamatan benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan dan memberikan manfaat secara optimal.
Di luar target yang telah ditetapkan, realisasi pekerjaan hingga pertengahan tahun menunjukkan capaian yang menggembirakan. Berdasarkan data Bidang Sarana dan Prasarana, sejak Januari hingga awal Juli 2026 telah terlaksana sekitar 100 kegiatan yang berasal dari empat kategori pekerjaan berbeda.
“Untuk masing-masing item sudah mencapai sekitar 25 kegiatan. Karena ada empat jenis pekerjaan, totalnya sudah sekitar 100 kegiatan,” jelas Tony.
Ia menegaskan bahwa pemeliharaan APJ tidak hanya bertujuan menjaga kondisi fisik fasilitas, tetapi juga memastikan seluruh perangkat keselamatan tetap mampu menjalankan fungsinya sebagai media informasi, petunjuk, serta peringatan bagi pengguna jalan.
Seiring pelaksanaan program rutin tersebut, Dishub Kota Batu juga terus memperluas survei ke sejumlah titik yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Kajian lapangan dilakukan untuk menentukan jenis fasilitas keselamatan yang paling sesuai dengan karakteristik masing-masing lokasi.

Salah satu titik yang menjadi perhatian berada di simpang tiga Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, tepatnya di kawasan perbatasan Kota Batu dengan Kecamatan Pujon. Berdasarkan hasil pemantauan awal serta masukan masyarakat, lokasi tersebut dinilai membutuhkan pemasangan cermin cembung guna meningkatkan jarak pandang pengendara.
Karakter jalan yang dipengaruhi tikungan tajam menyebabkan visibilitas dari berbagai arah menjadi terbatas. Kondisi tersebut berpotensi memicu kecelakaan, khususnya ketika kendaraan melintas dengan kecepatan tinggi.
Kholik, salah seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa kecelakaan lalu lintas pernah terjadi di lokasi tersebut akibat terbatasnya pandangan pengendara dari masing-masing arah.
“Di sini pernah terjadi kecelakaan. Kendaraan dari arah Pujon melaju cukup cepat, sementara pengendara dari arah bawah juga tidak bisa melihat kondisi jalan karena belum tersedia cermin cembung,” tuturnya.
Ia berharap pemerintah segera menghadirkan fasilitas keselamatan tersebut agar risiko kecelakaan dapat diminimalkan, terutama mengingat ruas jalan tersebut juga menjadi jalur yang banyak dilalui wisatawan menuju kawasan Paralayang dan berbagai destinasi wisata di Kecamatan Bumiaji.
Menanggapi aspirasi masyarakat, Tony memastikan Dishub Kota Batu akan segera melakukan survei teknis sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan di lokasi tersebut.
“Kami akan melakukan survei lapangan. Apabila hasil kajian teknis menunjukkan perlunya pemasangan cermin cembung maupun APJ lainnya, tentu akan kami usulkan sesuai skala prioritas,” katanya.
Tony juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dengan melaporkan apabila menemukan fasilitas keselamatan jalan yang rusak ataupun lokasi yang dinilai membahayakan pengguna jalan. Menurutnya, partisipasi publik menjadi elemen penting dalam mendukung kebijakan pembangunan transportasi yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Melalui pemeliharaan berkelanjutan, rehabilitasi APJ, serta pemasangan fasilitas keselamatan di berbagai titik strategis, Dishub Kota Batu berharap kualitas keselamatan berlalu lintas terus meningkat. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat diyakini menjadi fondasi utama dalam mewujudkan sistem transportasi yang aman, nyaman, tertib, dan berkelanjutan bagi seluruh pengguna jalan di Kota Batu.
Penulis : Riadi.
Editor : Tim Redaksi Pendidikannasional.id.




