Turnamen Futsal Batu Sae Dorong Pembinaan Atlet Muda Promosikan Lapangan Standar Nasional

Jaring Bibit Unggul Usia Dini, Turnamen Futsal “Piala Batu Sae” Sukses Digelar di Lapangan Standar Nasional Kota Batu

Kota Batu,PENDIDIKANNASIONAL.ID – Dalam upaya mewadahi potensi atlet muda sekaligus menyambut Hari Anak Nasional, turnamen futsal usia dini bertajuk “Piala Batu Sae” sukses diselenggarakan di ISC Desa Pandesari Kec. Pujon Kab. Malang. Ajang yang menargetkan pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini mencapai puncaknya pada babak semifinal dan final hari ini, Sabtu (20/6/2026).

Berbeda dengan turnamen pada umumnya, Piala Batu Sae tidak sekadar mencari juara, melainkan memiliki misi khusus untuk pembinaan futsal usia dini di Kota Batu dan Malang Raya yang selama ini minim kompetisi.

Ketua Pelaksana ketika di lokasi Futsal Mbatu Sae.
Ketua Pelaksana ketika di lokasi Futsal Mbatu Sae.

Ketua Pelaksana Piala Batu Sae, Raka Prima Yan Saputra, menjelaskan bahwa event ini dirancang secara spesifik untuk mengisi kekosongan kompetisi di kelompok umur bawah.

“Kita memang menggelar event yang berbeda dari yang lain secara kategori. Di sini kita memfokuskan pada SD dan SMP kelas bawah, yang mana wadah untuk mereka sangat jarang sekali ada. Sekaligus, kita ingin mengenalkan tim Batu Sae yang akan berlaga di Liga Nusantara (Linus) dan Unggul Futsal Championship,” ujar Raka ke awak media. 

Diikuti 32 Tim se-Malang RayaAntusiasme peserta terhadap turnamen ini sangat tinggi. Tercatat sebanyak 32 tim dari kawasan Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu) ikut ambil bagian. Rinciannya terdiri dari 15 tim tingkat SMP, 10 tim SD Putra, dan 7 tim SD Putri. Dari total tersebut, sekitar 9 hingga 11 tim merupakan perwakilan asli dari Kota Batu.

Tampak sangat semangatnya anak anak mengikuti turnamen futsal Mbatu Sae.
Tampak sangat semangatnya anak anak mengikuti turnamen futsal Mbatu Sae.

Kompetisi ini bergulir selama tiga hari. Hari Kamis dikhususkan untuk babak penyisihan tingkat SMP, hari Jumat untuk tingkat SD (Putra dan Putri), dan hari Sabtu menjadi puncak acara untuk babak semifinal dan final semua kategori.

Promosikan Lapangan Baru Bertaraf Nasional

Selain mencari bibit pemain (talent scouting), turnamen ini juga menjadi ajang promosi bagi venue baru yang digunakan, yakni Indonesian Soccer Center (ISC). Lapangan ini diklaim memiliki standar nasional, sebuah fasilitas yang selama ini menjadi barang langka di Kota Batu.

“Kota Batu sangat mendukung, dan dalam hal ini, lapangan standar nasional di Kota Batu kan tidak ada (sebelumnya). Akhirnya kita turut mempromosikan lapangan baru ini agar bisa lebih berkembang,” tambah Raka.

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/olahraga/batu-futsal-league-2025-dibuka-1-164-atlet-pelajar-berebut-piala-wali-kota/

Ia juga menyebutkan bahwa inisiatif turnamen ini datang dari Asosiasi Futsal Kota (AFK) Batu bersama manajer tim Batu Sae yang juga merupakan pemilik lapangan ISC. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjaga ekosistem futsal di Kota Batu.

Hadiah Edukatif, Perlengkapan Latihan, Bukan Uang Tunai

Tampak antusias suporter dari orang tua Wali murid dan guru memenuhi podium ISC.
Tampak antusias suporter dari orang tua Wali murid dan guru memenuhi podium ISC.

Satu hal yang menarik dari Batu Sae adalah format apresiasi kepada para juara. Mengingat pesertanya adalah anak-anak usia dini, panitia memutuskan untuk tidak memberikan uang tunai (uang pembinaan). Sebagai gantinya, pemenang juara 1 hingga 4, serta pencetak gol terbanyak (top scorer), akan mendapatkan trofi, medali, dan perlengkapan latihan olahraga (surprise perlengkapan latihan seperti bola, cone, atau rompi). 

Kebijakan ini diambil murni untuk tujuan pembinaan agar anak-anak terus semangat berlatih.Ke depannya, Raka berharap ekosistem futsal di Kota Batu dapat terus berkembang pesat. Ia juga mengajak pihak swasta dan para pemerhati olahraga futsal untuk lebih sering mengadakan kompetisi maupun program pembinaan.

Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

“Daripada kota-kota lain, wadah untuk anak-anak bergulir di Batu ini masih minim. Monggo untuk pihak swasta atau pemerhati olahraga futsal, bisa meluangkan waktunya membuat kompetisi atau pembinaan untuk menjaga ekosistem futsal di Kota Batu,” pungkasnya.

Turnamen yang juga direncanakan akan dihadiri oleh Ketua Umum AFK Batu, Fahreza Maulana, dan diharapkan mendapat perhatian dari Wali Kota Batu ini, menjadi langkah awal yang manis bagi kebangkitan futsal usia dini di Kota Apel.

 

Penulis : Riadi. 

Editor :  Tim Redaksi Pendidikannasional.id.

Array
Related posts
Tutup
Tutup