Wali Kota Batu Apresiasi Muslimat NU Jatim sebagai Motor Penggerak Dakwah Digital di Era Disrupsi
Batu,PENDIDIKANNASIONAL.ID — Wali Kota Batu, Nurochman, secara resmi membuka Silaturahmi Himpunan Da’iyah dan Majelis Taklim (HIDMAT) serta Ikatan Haji Muslimat (IHM) Nahdlatul Ulama Jawa Timur yang berlangsung di Royal Orchids Garden Hotel, Kota Batu, pada Sabtu (11/7/2026). Mengusung tema besar “Muslimat Berhijrah dari Dakwah Konvensional Menuju Dakwah Digital”, pertemuan strategis ini dihadiri oleh para pengurus dan kader Muslimat NU dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur, menandai babak baru dalam transformasi metodologi dakwah di tengah arus percepatan transformasi digital.
Dalam sambutannya yang sarat makna, Wali Kota Nurochman menyampaikan apresiasi mendalam sekaligus kebanggaan atas terpilihnya Kota Batu sebagai tuan rumah pertemuan para pejuang dakwah dan pemberdayaan umat.

“Atas nama Pemerintah Kota Batu, saya mengucapkan selamat datang kepada panjenengan semua. Merupakan suatu kehormatan bagi kami dapat menjadi tuan rumah pertemuan yang menghadirkan para pejuang dakwah dan pemberdayaan umat yang telah memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan sosial dan spiritual masyarakat,” ujarnya dengan nada yang penuh penghormatan.
Lebih lanjut, Nurochman menegaskan bahwa tema yang diusung oleh Muslimat NU Jatim mencerminkan kedalaman visi dan responsivitas organisasi terhadap dinamika peradaban. Menurutnya, ruang digital bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan telah menjadi ekosistem utama kehidupan masyarakat modern. Karena itu, dakwah Islam dituntut untuk melakukan lompatan paradigmatik, dari pendekatan konvensional yang bersifat tatap muka menuju pemanfaatan platform digital yang masif, tanpa kehilangan esensi substansi keagamaan.
“Di era disrupsi ini, dakwah harus mampu menembus batas-batas fisik dan geografis dengan memanfaatkan media digital sebagai instrumen penyampaian pesan-pesan Islam yang damai, menyejukkan, dan mencerdaskan,” tegas Nurochman.

Ia juga mengingatkan bahwa ekosistem digital saat ini rentan terhadap penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan paham-paham radikal yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin. Oleh karena itu, keberadaan para dai dan daiyah yang melek digital menjadi benteng penting dalam menjaga kohesivitas sosial dan ketahanan ideologis bangsa.
Dalam kapasitasnya sebagai kepala daerah, Nurochman menyoroti peran strategis Muslimat NU sebagai mitra pemerintah dalam membangun peradaban yang berkelanjutan. Ia mengapresiasi langkah HIDMAT Muslimat NU yang secara konsisten meningkatkan kapasitas para dai dan daiyah agar mampu berdakwah secara kreatif, adaptif, dan inovatif, namun tetap berpegang teguh pada kerangka nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah. Sinergi antara dakwah digital dan penguatan nilai-nilai ke-Islaman yang moderat, menurutnya, merupakan fondasi penting dalam membentuk masyarakat yang berdaya saing sekaligus berakhlak mulia.
Menutup sambutannya, Wali Kota Batu menyampaikan harapan agar forum silaturahmi ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, melainkan ruang produktif bagi lahirnya gagasan-gagasan besar, perluasan jejaring kerjasama, dan penumbuhan semangat baru dalam memperkuat dakwah yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Semangat transformatif ini, menurut Nurochman, sejalan dengan visi pembangunan Kota Batu yang tertuang dalam konsep MBATU SAE—sebuah pendekatan pembangunan yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan yang inklusif dan berkeadilan.
Kegiatan yang berlangsung di tengah suasana kota yang sejuk dan asri ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi Muslimat NU untuk merumuskan strategi dakwah digital yang tidak hanya efektif secara komunikatif, tetapi juga membumi dan menyentuh realitas sosial masyarakat.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Dengan semangat hijrah dari dakwah konvensional menuju dakwah digital, Muslimat NU Jatim menunjukkan bahwa organisasi keagamaan terbesar di Indonesia ini senantiasa bergerak dinamis mengikuti denyut nadi perubahan, tanpa pernah kehilangan identitas dan jati diri kulturalnya sebagai pengayom umat.
Sumber Prokopim Batu.
Penulis : Riadi.
Editor : Tim Redaksi Pendidikannasional.id.




