Tanamkan Empati sejak Dini, MI Bustanul Ulum Batu Bagikan 180 Paket Sembako untuk Yatim dan Dhuafa

Para guru-guru dengan antusias mempersiapkan paket sembako dengan jumlah sekisar 180 paket. ( Foto : istimewa ).

MI Bustanul Ulum Kota Batu Gelar “MIBU Berbagi”. Menanamkan Empati dan Kepedulian Sosial di Bulan Ramadan

Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Bustanul Ulum Kota Batu menggelar aksi sosial bertajuk “MIBU Berbagi” sebagai wujud komitmen membangun karakter peserta didik. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 27 Februari 2026, di lingkungan madrasah yang beralamat di Jalan Cempaka Nomor 25, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan sebuah instrumen pedagogis untuk menanamkan nilai-nilai kemanusiaan sejak usia dini.

Melibatkan sinergi tripartit antara guru, siswa, dan wali murid, acara penyaluran santunan berlangsung dengan khidmat. Sebanyak 180 lebih paket bantuan disalurkan secara langsung kepada anak yatim piatu, kaum duafa, dan masyarakat yang membutuhkan di lingkungan sekitar madrasah. Aksi ini menjadi manifestasi rasa syukur sekaligus kepedulian sosial keluarga besar MI Bustanul Ulum terhadap lingkungan sekitarnya.

Kepala Sekolah MI Bustanul Ulum ketika memberikan pengarahan  serta pimpin doa sebelum paket sembako di bagikan
Kepala Sekolah MI Bustanul Ulum ketika memberikan pengarahan serta pimpin doa sebelum paket sembako di bagikan
Waka Kesiswaan ketika di tempat pengumpulan sembako
Waka Kesiswaan ketika di tempat pengumpulan sembako

Mewakili Kepala Madrasah H. SR. Fauzi, S.Pd., Waka Kesiswaan MI Bustanul Ulum, Iin Khusaini Fatimah, S.Pd., menegaskan bahwa agenda ini dirancang sebagai media pembelajaran kontekstual bagi para siswa. Menurutnya, pendidikan karakter tidak cukup hanya diajarkan di dalam kelas melalui teori, tetapi harus diinternalisasi melalui pengalaman langsung yang membekas di hati peserta didik.

“Program ini merupakan instrumen edukasi bagi para siswa. Kami merancangnya bukan sekadar kegiatan berbagi biasa, melainkan sebagai bentuk inovasi dalam menumbuhkan kepekaan sosial. Kami ingin menanamkan rasa empati dan kepedulian kepada siswa sejak dini agar mereka terbiasa peka terhadap lingkungan sekitar,” ujar Iin Khusaini Fatimah saat ditemui di lokasi acara.

Siswa siswi dengan antusias mengikuti persiapan kegiatan berbagi sembako
Siswa siswi dengan antusias mengikuti persiapan kegiatan berbagi sembako

Lebih lanjut, Iin menjelaskan bahwa bentuk bantuan yang diberikan telah melalui pertimbangan matang untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutannya. Berbeda dengan kebanyakan kegiatan berbagi takjil yang marak ditemui selama Ramadan, MI Bustanul Ulum memilih untuk menyalurkan bahan makanan mentah berupa paket sembako.

Baca Juga : 

Kisah Isra’ Mi’raj Jadi Inspirasi Bentuk Generasi Taat di MI Bustanul Ulum Batu

Langkah inovatif ini diambil agar bantuan yang diberikan memiliki nilai guna yang lebih tinggi dan berkelanjutan. Penerima manfaat dapat menyimpan bahan pangan tersebut untuk dikonsumsi di hari-hari berikutnya, sehingga memberikan ketahanan pangan jangka pendek bagi keluarga yang membutuhkan sepanjang bulan suci.

Para guru dengan penuh semangat membungkus dan mempersiapkan paket sembako untuk masyarakat
Para guru dengan penuh semangat membungkus dan mempersiapkan paket sembako untuk masyarakat

Keberhasilan program “MIBU Berbagi” ini merupakan bukti nyata dari kekuatan kolaborasi dan semangat gotong royong antara pihak madrasah dan para wali murid. Setiap paket sembako yang disalurkan memiliki nilai nominal sekitar Rp110.000,00. Pada tahun ini, madrasah berhasil mendistribusikan hingga 180 paket, sebuah peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya yang berjumlah 160 paket. Peningkatan ini mencerminkan tumbuhnya kesadaran dan partisipasi kolektif dari seluruh elemen keluarga besar madrasah.

Partisipasi tersebut diorganisir dengan sistem pembagian berdasarkan jenjang kelas untuk memastikan komposisi bantuan yang merata dan komprehensif. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut:

Ratusan paket sembako yang sudah siap untuk di bagikan oleh siswa siswi dan guru kepada warga sekitar
Ratusan paket sembako yang sudah siap untuk di bagikan oleh siswa siswi dan guru kepada warga sekitar

· Kelas 6: Bertanggung jawab atas kebutuhan protein dengan menyumbangkan telur

· Kelas 5: Menyediakan sumber energi melalui gula pasir

· Kelas 4: Melengkapi paket dengan mi instan

· Kelas 3: Menyumbangkan minyak goreng sebagai bahan pokok memasak

· Kelas 2: Berkontribusi menyediakan gula pasir

· Kelas 1: Berpartisipasi dengan menyumbangkan teh

Harlah Satu Abad NU di MI Bustanul Ulum, Wali Kota Disambut Gemuruh Sholawat & Drumband Siswa

Seluruh kontribusi dari wali murid ini kemudian dilengkapi dan dikemas menjadi paket utuh berkat partisipasi tambahan dari para dewan guru. Sistem ini tidak hanya meringankan beban logistik, tetapi juga mengajarkan siswa tentang nilai berbagi tugas dan tanggung jawab kolektif sejak usia dini.

Keluarga penerima manfaat ketika menerima dari sekolah MI Bustanul Ulum
Keluarga penerima manfaat ketika menerima dari sekolah MI Bustanul Ulum

Salah satu penerima manfaat, Ibu Novi Indah Fitriani (50), warga sekitar madrasah, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas perhatian yang diberikan oleh MI Bustanul Ulum.

“Alhamdulillah, saya merasa senang sekali dengan kepedulian dari sekolah MI Bustanul Ulum pada saat ini. Bantuan ini sangat membantu, khususnya di bulan Ramadan, karena bisa dimanfaatkan untuk menu berbuka puasa. Minyak goreng juga bisa kami pergunakan untuk hari-hari berikutnya. Hal ini sangat meringankan pengeluaran belanja kami,” ujarnya dengan wajah bersyukur.

Para guru dan siswa ketika membawa paket sembako siap untuk di bagikan kepada warga masyarakat
Para guru dan siswa ketika membawa paket sembako siap untuk di bagikan kepada warga masyarakat

Apresiasi serupa juga datang dari masyarakat Desa Pesanggrahan yang merasa terbantu dan merasakan langsung kehadiran madrasah sebagai bagian tak terpisahkan dari ekosistem sosial setempat. Bantuan sembako ini menjadi penyangga ekonomi bagi keluarga kurang mampu di tengah meningkatnya kebutuhan pokok selama bulan puasa.

Iin Khusaini Fatimah menambahkan bahwa semangat gotong royong yang tercipta dalam kegiatan ini diharapkan dapat terus menjaga nilai-nilai religius dan mempererat tali silaturahmi antarwarga madrasah dengan masyarakat. Ke depan, pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan jumlah paket bantuan agar jangkauan manfaat dapat meluas ke wilayah-wilayah yang lebih jauh di sekitar Kota Batu.

Siswi MI Bustanul Ulum dengan bersama sama guru pembimbinya berjalan bertandang ke rumah rumah warga masyarakat yang membutuhkan
Siswi MI Bustanul Ulum dengan bersama sama guru pembimbinya berjalan bertandang ke rumah rumah warga masyarakat yang membutuhkan
Tampak guru-guru memberikan langsung kepada warga masyarakat paket sembako
Tampak guru-guru memberikan langsung kepada warga masyarakat paket sembako

“Kami berharap di tahun-tahun mendatang jumlah paket yang dibagikan bisa terus bertambah. Dengan begitu, jangkauan bantuan dapat meluas ke wilayah sekitar MI yang lebih jauh dan memberikan manfaat bagi lebih banyak penerima. Ini menjadi bagian dari visi madrasah untuk terus menebar kebaikan,” pungkasnya.

Melalui aksi nyata yang memadukan dimensi spiritual dan sosial ini, MI Bustanul Ulum tidak hanya menunaikan fungsi sebagai lembaga pendidikan formal, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang menebar manfaat. Keberadaan madrasah di tengah masyarakat diharapkan dapat menjadi ladang pahala di bulan Ramadan yang penuh ampunan, sekaligus membuktikan bahwa nilai-nilai keislaman yang diajarkan di kelas dapat berbuah nyata dalam bentuk kepedulian terhadap sesama.

Lihat Juga :  https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Program “MIBU Berbagi” menjadi bukti bahwa institusi pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran sosial dan membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap lingkungan sekitarnya. Di tengah tantangan kehidupan modern yang cenderung individualistis, kegiatan semacam ini menjadi oase yang menyegarkan dan pengingat akan pentingnya kebersamaan dan kepedulian sosial. ( Ria ). 

Array
Related posts
Tutup
Tutup