Kisah Harmoni Paduan Suara Lintas Iman di Haul Gus Dur Dari Mimpi 16 Tahun Hingga Lagu ‘Jalan Tengah’

Wali Kota Batu dan Ketua TP PKK Kota Batu ketika bersama sama Paduan. suara Lintas Iman. ( Foto : Ria ).

Harmoni Lintas Iman Wujudkan “Jalan Tengah” dalam Haul Gus Dur ke-16

Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Nuansa khidmat dan mengharukan menyelimuti Graha Pancasila Among Tani, Kota Batu, pada peringatan Haul Gus Dur ke-16, Rabu (7/2/2026). Salah satu momen yang menyita perhatian adalah penampilan paduan suara lintas iman yang membawakan lagu-lagu penuh kedamaian. Penampilan mereka tidak hanya menyajikan harmonisasi vokal, tetapi juga menjadi simbol konkret dari nilai-nilai kerukunan dan pluralisme yang diperjuangkan almarhum Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Nurul Fitria, sang konduktor, dalam wawancara eksklusif mengungkapkan kebanggaan dan harunya dapat memimpin paduan suara unik ini. “Ini adalah perwujudan mimpi yang saya simpan hampir 16 tahun: memandu paduan suara yang anggotanya berasal dari berbagai latar belakang agama. Rasanya luar biasa,” tuturnya dengan mata berbinar.

Nurul Fitria ketika memandu paduan suara Lintas Iman
Nurul Fitria ketika memandu paduan suara Lintas Iman

Fitria menekankan, kekuatan kelompok ini terletak pada ikatan kekeluargaan yang terbangun sebelum latihan vokal. “Kami sering menghabiskan waktu bersama, seperti makan tahu petis, membangun chemistry tanpa memandang perbedaan keyakinan. Kerjasama dan solidaritas mereka sangat solid,” jelasnya.

Persiapan yang intensif dilakukan selama sekitar satu setengah bulan. Latihan awal dilakukan setiap akhir pekan, kemudian meningkat menjadi dua hari sekali pada tujuh hari terakhir menjelang panggung. Keseriusan ini membuahkan hasil: sebuah performa yang oleh banyak penonton digambarkan sebagai “hipnotis” dan penuh keindahan.

Paduan Suara Lintas Iman kota Batu penampilanya yang memukau dihadapan Wali Kota Batu beserta Forkopimda dan seluruh hadirin
Paduan Suara Lintas Iman kota Batu penampilanya yang memukau dihadapan Wali Kota Batu beserta Forkopimda dan seluruh hadirin

Salah satu karya yang dibawakan adalah lagu “Jalan Tengah”, ciptaan Nurul Fitria bersama Ananda Laras sekitar empat tahun lalu. Lagu ini terinspirasi dari diskusi tentang moderasi beragama dan keberagaman, dibuat untuk memeriahkan Milad Muhammadiyah. “Kami menyusun lirik demi lirik untuk menggambarkan indahnya toleransi dalam harmoni musik,” cerita Fitria. Lagu ini telah terdokumentasi dengan baik di platform digital.

Pasca kesuksesan di Haul Gus Dur, Fitria memiliki visi ke depan. Ia berkomitmen untuk mempertahankan keberlanjutan kelompok paduan suara lintas iman ini. “Harapannya tahun depan bisa tampil lebih semarak. Saya juga berencana mengaransemen ulang ‘Jalan Tengah’ dengan nuansa musik yang lebih beragam, bahkan mungkin dalam format orkestra yang megah,” paparnya penuh semangat.

Di isi serangkaian Puisi tentang Gus Dur dalam paduan suara Lintas Iman
Di isi serangkaian Puisi tentang Gus Dur dalam paduan suara Lintas Iman

Lebih dari sekadar pertunjukan musik, momen ini bagi Fitria adalah bentuk dakwah bil-hal (dakwah melalui tindakan nyata). Ia mengungkapkan, sebelum tampil di acara lain sebelumnya, ia selalu mengingatkan timnya: “Kita adalah berdakwah. Tujuan kita adalah ibadah dan bahagia.”

Fitria juga membagikan kekuatan spiritual yang mendasari perjalanan grupnya, yaitu dua ayat Al-Qur’an yang selalu ia panjatkan: “Robbana atina milladunka rohman wahayyi’ lanaa min amrina rosyada” (Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami) dan “Allahu latifun bi’ibadihi yarzuqu man yasya’ wa huwal qowiyyul ‘aziz” (Sesungguhnya Allah Maha Lembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezeki kepada yang Dia kehendaki, dan Dia Maha Kuat lagi Maha Perkasa).

Seluruh anggota paduan suara Lintas Iman antusias mengikuti rangkaian acara Haul Gus Dur
Seluruh anggota paduan suara Lintas Iman antusias mengikuti rangkaian acara Haul Gus Dur

“Saya meyakini, cucuran rahmat dan kelembutan Allah akan selalu memudahkan jalan kita. Nilai dari ayat-ayat ini sangat luas, mencakup seluruh kehidupan,” terangnya. Ia juga menyebut kesaksian dari seorang guru spiritualnya, Abah Ismail, di acara haul tersebut, yang menyebutkan bahwa semangat ini selaras dengan “ijazah” atau warisan spiritual Gus Dur untuk merawat kerukunan.

“Secara tidak langsung, semangat dalam QS Al-Kahfi ayat 10 ini menyatukan saya dengan spirit Gus Dur. Ini bukan kebetulan,” ujarnya khidmat.

Paduan Suara Lintas Iman ketika bersama sama Wali Kota Batu
Paduan Suara Lintas Iman ketika bersama sama Wali Kota Batu

Dampak dari penampilan tersebut langsung terasa. Para anggota paduan suara diliputi perasaan bahagia dan haru. “Tidak ada kesedihan. Mereka sangat bahagia dan ingin mengulangi momen ini lagi dan lagi. Ini momen yang membuat kami tak ingin berpisah,” kenang Fitria.

Resonansi positif juga datang dari penonton. Banyak yang mendatangi Fitria usai acara, berbisik dan bertanya, “Bolehkah saya ikut paduan suaranya, Mbak?” Pertanyaan-pertanyaan semacam itu membuatnya tersentuh sekaligus bingung menjawabnya, sekaligus membuktikan bahwa pesan harmoni yang dibawakan benar-benar menyentuh hati.

Baca Juga :  https://pendidikannasional.id/daerah/momen-haru-di-haul-gus-dur-anak-autis-kota-batu-serahkan-cendera-mata-langsung-ke-wali-kota/

Lihat Juga :  https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

“Impian saya terwujud. Matursembah nuwun, Gusti Allah,” tutup Nurul Fitria dengan senyum syukur, menandai tertanamnya benih harmoni yang diharapkan terus tumbuh subur, mengikuti jejak teladan Gus Dur. Acara ini bukan sekadar peringatan, tetapi menjadi bukti hidup bahwa nilai-nilai pluralisme, moderasi, dan cinta kasih tetap relevan dan mampu diwujudkan dalam kolaborasi seni yang indah.

 

( Ria ). 

 

Array
Related posts
Tutup
Tutup