Kepala Desa Pesanggrahan Ajak Warga Jaga Tradisi dan Kerukunan di Selamatan Desa ke-170

Kepala Desa Pesanggrahan Ajak Warga Jaga Tradisi dan Kerukunan ( Foto : ilustrasi ).

Selamatan Desa Pesanggrahan ke-170, Tradisi Leluhur yang Terus Dijaga Demi Guyub Rukun Warga

Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Rangkaian kegiatan Selamatan Bersih Desa Pesanggrahan ke-170 berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan di Pesarean Mbah Kanjeng Maimunah Mayangsari, Minggu sore (17/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh Pemerintah Desa Pesanggrahan, BPD, RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, Karang Taruna, hingga warga yang hadir dengan antusias untuk mengikuti kirim doa bersama.

Suasana kekeluargaan begitu terasa dalam tradisi selamatan yang telah diwariskan secara turun-temurun selama ratusan tahun tersebut. Selain menjadi sarana doa bersama, kegiatan ini juga menjadi simbol guyub rukun masyarakat Desa Pesanggrahan dalam menjaga adat dan budaya leluhur.

Kepala Desa Pesanggrahan beserta jajaran perangkat desa didampingi oleh juru kunci, memberikan doa doa kepada Leluhur Desa Pesanggrahan.
Kepala Desa Pesanggrahan beserta jajaran perangkat desa didampingi oleh juru kunci, memberikan doa doa kepada Leluhur Desa Pesanggrahan.

Kepala Desa Pesanggrahan, Imam Wahyudi, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur karena seluruh elemen masyarakat dapat berkumpul bersama dalam rangka Selamatan Bersih Desa Pesanggrahan ke-170.

Ia juga menyampaikan penghormatan kepada para sesepuh, alim ulama, tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat desa, lembaga desa, Ketua RT/RW dari RW 1 hingga RW 13, serta seluruh masyarakat yang hadir di pesarean Mbah Kanjeng Maimunah Mayangsari.

“Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga sore hari ini kita semua dapat berkumpul bersama dalam kegiatan Selamatan Bersih Desa Pesanggrahan ke-170,” ujar Imam Wahyudi.

Kepala Desa Pesanggrahan, Imam Wahyudi ketika memberikan sambutan sambutan yang dalam acara selamatan serta kirim doa bersama sama kepada leluhur di Pesarean Mbah Kanjeng Maimunah Mayangsari.
Kepala Desa Pesanggrahan, Imam Wahyudi ketika memberikan sambutan sambutan yang dalam acara selamatan serta kirim doa bersama sama kepada leluhur di Pesarean Mbah Kanjeng Maimunah Mayangsari.

Dalam kesempatan tersebut, Imam Wahyudi juga menjelaskan terkait penentuan waktu pelaksanaan selamatan desa yang sempat menjadi pembahasan di masyarakat. 

Menurutnya, Pemerintah Desa bersama para sesepuh dan tokoh dari berbagai dusun telah melakukan musyawarah untuk menentukan waktu terbaik pelaksanaan tradisi tersebut.

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/umum/karnaval-desa-pesanggrahan-ke-169-merajut-kebhinekaan-menjaga-warisan-leluhur/

Ia menegaskan bahwa perbedaan waktu pelaksanaan bukanlah sebuah persoalan, karena tujuan utama dari selamatan desa adalah untuk keselamatan masyarakat dan keberkahan Desa Pesanggrahan.

“Kami tidak mempermasalahkan kapan pelaksanaannya. Yang terpenting adalah niat bersama untuk mendoakan keselamatan desa, masyarakat, dan seluruh yang ada di Desa Pesanggrahan,” katanya.

Tampak guyub rukun berkumpul bersama sama dalam acara kirim doa untuk leluhur.
Tampak guyub rukun berkumpul bersama sama dalam acara kirim doa untuk leluhur.

Imam Wahyudi berharap seluruh masyarakat selalu diberikan kesehatan, umur yang berkah, rezeki halal, serta dijauhkan dari segala musibah dan bala.

Pada akhir sambutannya, ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, perangkat desa, lembaga desa, Ketua RT/RW, serta masyarakat yang telah mendukung suksesnya Selamatan Bersih Desa Pesanggrahan ke-170 dengan tema “Guyub Rukun Seduluran Selawase”.

“Mudah-mudahan Allah SWT selalu meridai niat baik kita semua dalam Selamatan Bersih Desa Pesanggrahan ke-170 ini,” tambahnya.

Tampak dari Linmas, tokoh masyarakat, tokoh agama dan perangkat Desa Pesanggrahan mengikuti rangkaian kegiatan di Pesarean Mbah Kanjeng Maimunah Mayang Sari.
Tampak dari Linmas, tokoh masyarakat, tokoh agama dan perangkat Desa Pesanggrahan mengikuti rangkaian kegiatan di Pesarean Mbah Kanjeng Maimunah Mayang Sari.

Sementara itu, Ketua Panitia Selamatan Bersih Desa Pesanggrahan ke-170, Mukhson Hambali, menjelaskan bahwa kegiatan hari ini merupakan puncak dari rangkaian acara yang telah berlangsung selama dua hari.

“Hari ini merupakan hari kedua sekaligus hari puncak rangkaian Selamatan Desa. Tadi pagi diawali khataman Al-Qur’an di Balai Desa yang dihadiri Ibu Wali Kota Dewanti Rumpoko dan dilaksanakan juga di seluruh masjid serta musala se-Desa Pesanggrahan,” jelasnya.

Tampak ratusan warga masyarakat antusias mengikuti rangkaian kegiatan selamatan desa, kirim doa bersama sama.
Tampak ratusan warga masyarakat antusias mengikuti rangkaian kegiatan selamatan desa, kirim doa bersama sama.

Ia menambahkan, setelah kegiatan di pesarean leluhur, acara akan dilanjutkan dengan selamatan di kediaman Kepala Desa Pesanggrahan. Kemudian sebagai penutup akan digelar acara atur pasrah luhur bekti di Balai Desa Pesanggrahan yang diikuti seluruh RW se-Desa Pesanggrahan.

Mukhson berharap tradisi selamatan desa yang telah berjalan selama 170 tahun ini tetap dapat dijaga oleh generasi muda sebagai bagian dari warisan budaya leluhur.

Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

“Semoga adat istiadat dan budaya Desa Pesanggrahan ini terus dilestarikan dengan baik. Karena ini merupakan warisan dari para leluhur masyarakat Desa Pesanggrahan,” ujarnya.

Ia juga berharap masyarakat Desa Pesanggrahan ke depan semakin kompak, guyub, dan rukun dalam menjaga persatuan serta tradisi desa.

 

Penulis : Riadi. 

Editor : Tim Redaksi Pendidikannasional.id.

Array
Related posts
Tutup
Tutup