500 Siswa Nyanduk Bareng di Hardiknas 2026, SDN Sumbergondo 2 Jadi Pusat Harmoni Pendidikan dan Budaya

Tampak Kepala Sekolah SDN Sumbergondo 02 , bersama Plt. Wali Kota Batu. ( Foto : ilustrasi ).

Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di SDN Sumbergondo 2, Kota Batu, berlangsung semarak sekaligus sarat makna. Mengusung tema “Harmoni Pendidikan dan Budaya: Sehat Bersama, Mendongeng, dan Nyanduk Bareng”, kegiatan ini melibatkan sekitar 500 siswa dari 16 sekolah dalam kolaborasi lintas wilayah, Selasa (5/5/2026).

Bertempat di lereng Gunung Arjuno, kegiatan ini menjadi bukti bahwa sekolah di wilayah pedesaan mampu menghadirkan inovasi pendidikan yang inklusif, kolaboratif, dan berbasis budaya lokal.

Kepala Sekolah beserta seluruh Guru, ketika bersama Plt, Wali Kota Batu dan Ketua Sanduk Kota Batu.
Kepala Sekolah beserta seluruh Guru, ketika bersama Plt, Wali Kota Batu dan Ketua Sanduk Kota Batu.

Kepala SDN Sumbergondo 2, Dra. Aina Asmarani, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara sekolah di pusat kota dan desa agar siswa mendapatkan pengalaman belajar yang setara.

“Pada kesempatan ini, saya juga ingin menyosialisasikan upaya pelestarian kesenian Sanduk. Di sebelah kanan kita telah hadir ‘Bunda Sanduk’ atau Ibu Katering, penggerak Sanduk untuk kategori dewasa. Sedangkan untuk kategori Sanduk Bocil, kebetulan saya sendiri yang diamanahkan sebagai ketuanya di tingkat Kota Batu.

Tujuan kita adalah melestarikan budaya. Perlu anak-anak ketahui bahwa Sanduk ini bernuansa adat Jawa. Tarian ini sangat rapi, menggunakan busana yang sopan dan tertutup, serta memiliki gerakan yang indah. Mengingat tari Sanduk telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) di Kota Batu, maka kelestariannya harus terus kita jaga. Nanti kita akan menari Sanduk bersama-sama.”

Kolaborasi Lintas Sekolah, Perkuat Silaturahmi

Sebanyak 16 sekolah turut ambil bagian, di antaranya SD Muhammadiyah 4 dan 5, SDN Giripurno 3, SDN Sisir 1 dan 5, SDN Sumberejo 3, SDN Bulukerto 2, MI Miftahul Ulum, SD Al Irsyad, hingga SDN Tulungrejo 2 dan 5.

Salah satu dari SDN Sisir 05 Batu dan Guru pendamping ketika mengikuti kegiatan di SDN Sumbergondo 02
Salah satu dari SDN Sisir 05 Batu dan Guru pendamping ketika mengikuti kegiatan di SDN Sumbergondo 02

Perwakilan SDN Sisir 05, Dewi Maslamah, S.Pd., menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam mempererat hubungan antar sekolah.

“Ini menjadi ajang silaturahmi antar guru, siswa, dan instansi. Anak-anak juga belajar berinteraksi dan menghargai perbedaan,” ujarnya.

Nyanduk Bocil, Regenerasi Budaya Kota Batu

Sorotan utama kegiatan ini adalah “Nyanduk Bocil Bareng 500 Siswa”, sebagai upaya melestarikan kesenian Sanduk yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) khas Kota Batu.

Ketua Sanduk Bocil, Agus Mardianto ketika bersama Ketua Sanduk Kota Batu, Plt. Wali Kota Batu .
Ketua Sanduk Bocil, Agus Mardianto ketika bersama Ketua Sanduk Kota Batu, Plt. Wali Kota Batu .

Ketua Sanduk Bocil Kota Batu, Agus Mardianto, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari gerakan regenerasi budaya melalui dunia pendidikan.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal, tetapi juga mencintai dan mampu menarikan Sanduk. Ini langkah awal pelestarian budaya yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Ketua Sanduk Kota Batu ketika berinteraksi bersama siswa siswi sekolah dasar.
Ketua Sanduk Kota Batu ketika berinteraksi bersama siswa siswi sekolah dasar.

Sementara itu, Ketua Sanduk Kota Batu, Katarina Dian Nefiningtyas, S.Sos. Menyampaikan harapan besar terhadap keberlanjutan kesenian ini setelah resmi ditetapkan sebagai WBTB.

“Setelah menerima penetapan Warisan Budaya Tak Benda ini, saya menghimbau kepada seluruh dinas terkait, serta kepada anak-anak sebagai generasi penerus, agar terus melestarikan kesenian Sanduk. Insyaallah ke depan akan terus kami koordinasikan bersama Dinas Pendidikan dan para guru, agar Sanduk Bocil semakin berkembang dan berjaya di Kota Batu,” tuturnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, terutama melalui dunia pendidikan.

Dukungan Pemerintah dan Penguatan Karakter

Plt. Wali Kota Batu, Heli Suyanto ketika memberikan sambutanya dalam acara Hardiknas di SDN Sumbergondo 02 Batu.
Plt. Wali Kota Batu, Heli Suyanto ketika memberikan sambutanya dalam acara Hardiknas di SDN Sumbergondo 02 Batu.

Plt. Wali Kota Batu, Heli Suyanto, turut mengapresiasi kegiatan ini sebagai langkah konkret dalam membangun karakter generasi muda melalui budaya.

“Saya bangga melihat anak-anak mampu menampilkan Sanduk dengan baik. Ini bagian dari upaya nguri-uri budaya sekaligus membentuk jati diri,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar potensi lokal, termasuk sektor pertanian, dapat diintegrasikan dalam pembelajaran, mengingat latar belakang masyarakat sekitar.

Siswa Siswi SDN dengan antusias mengikuti gerakan dan irama Sanduk.
Siswa Siswi SDN dengan antusias mengikuti gerakan dan irama Sanduk.

 

Sekolah Lereng dengan Prestasi Nasional

SDN Sumbergondo 2 juga dikenal sebagai sekolah dengan berbagai prestasi nasional. Program unggulan 4G (Gemar Minum Jamu, Makan Sayur, Ikan, dan Buah) berhasil meraih juara tingkat nasional.

Selain itu, program literasi “Memel” turut masuk dalam penilaian Innovative Government Award (IGA), serta keberhasilan sekolah menjadi Sekolah Penggerak dan meraih Adiwiyata Mandiri.

Plt. Wali Kota Batu ketika bersama sama para siswa siswi dan Ketua Sanduk Kota Batu.
Plt. Wali Kota Batu ketika bersama sama para siswa siswi dan Ketua Sanduk Kota Batu.

Prestasi ini menunjukkan bahwa sekolah di wilayah desa mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata dalam dunia pendidikan.

Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Harmoni Pendidikan dan Budaya

Peringatan Hardiknas 2026 ini menjadi bukti bahwa pendidikan dan budaya dapat berjalan beriringan. Melalui kegiatan seperti Nyanduk Bocil, siswa tidak hanya belajar seni, tetapi juga membangun karakter, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya lokal.

Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk mengintegrasikan pendidikan dengan pelestarian budaya sebagai fondasi masa depan generasi bangsa.

 

Penulis : Riadi. 

Editor : Tim Redaksi Pendidikannasional.id.

Array
Related posts
Tutup
Tutup