Gebyar Senandung Rindu 2026 di Jatim Park 3 Harmoni Nostalgia yang Menyatukan Malang Raya
Batu,PENDIDIKANNASIONAL.ID – Suasana penuh kehangatan dan nostalgia menyelimuti kawasan Wisata Party Jatim Park 3 pada Minggu (26/4/2026) pagi. Ratusan pecinta musik lawas dari berbagai penjuru Malang Raya berkumpul dalam satu momen istimewa bertajuk Gebyar Senandung Rindu 2026 yang mengusung tema “Merajut Kebersamaan dalam Harmoni”.
Kegiatan tahunan yang digagas komunitas Senandung Rindu Malang Raya ini kembali digelar dengan konsep yang lebih meriah dan matang. Bahkan, acara tahun ini disebut sebagai penyelenggaraan paling spektakuler sepanjang 26 tahun perjalanan komunitas tersebut.

Ketua Senandung Rindu Malang Raya, Agus Priyanto, yang juga menjabat sebagai GM Hotel Senyum, menegaskan bahwa keberhasilan acara kali ini tidak lepas dari kontribusi besar para perempuan yang tergabung dalam panitia inti.
“Dari total 643 anggota yang tersebar di 21 grup di Malang Raya, mayoritas adalah perempuan. Tahun ini kami memberikan kepercayaan penuh kepada para Srikandi Senandung Rindu untuk menjadi motor utama penyelenggaraan acara,” ujarnya Ketua Senandung Rindu.

Menurutnya, langkah ini bukan sekadar strategi organisasi, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap semangat emansipasi perempuan yang terus relevan hingga saat ini. Para Srikandi dinilai mampu menunjukkan dedikasi, kekompakan, dan profesionalisme dalam mengelola acara berskala besar.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Gebyar Senandung Rindu 2026 memberikan ruang yang lebih luas bagi anggota komunitas untuk tampil dan menunjukkan bakat mereka. Tidak kurang dari 150 talenta lokal, mulai dari penyanyi hingga penari latar, sukses memeriahkan panggung utama dengan penampilan yang penuh energi dan kreativitas.

Tak lupa bahwa, suksesnya kegiatan tersebut atas kerja keras seluruh panitia Senandung Rindu, Dian Agus selaku ketua panitia memberikan apresiasinya, kepada semua yang turut mendukung suksesnya acara tersebut.
” Kami mengucapakan terimakasih kepada, semua kelompok Lan Dance Kota Batu serta Malang Raya, dan juga kepada semua pihak yang turut serta mensuport kegiatan ini, kedepan berharap akan tetap melestarikan Senandung Rindu, sehingga tidak sampai hilang oleh kemajuan jaman.” Jelasnya Dian Agus.
Baca Juga : https://pendidikannasional.id/seni-budaya/jaming-line-dance-ikelda-2025-harmoni-budaya-jawa/
Kemeriahan acara semakin terasa dengan kehadiran bintang tamu nasional, Ita Purnamasari dan Sylvia Saartje, yang turut didukung oleh RRI Pusat Jakarta. Kehadiran para legenda musik ini menjadi magnet tersendiri bagi para penggemar lagu-lagu nostalgia.

Ita Purnamasari mengaku terkesan dengan antusiasme masyarakat yang memadati lokasi acara hingga penuh sesak.
“Luar biasa, penontonnya benar-benar tumplek blek. Acara seperti ini sangat penting untuk mengobati kerinduan penggemar musik nostalgia. Saya sangat senang bisa hadir di sini,” ungkap artis nasional dengan memiliki nama aslinya Ita Dyah Purnamasari tersebut.
Baca Juga : https://pendidikannasional.id/umum/ikelda-sukses-gelar-jamming-line-dance-rangkul-beragam-budaya/
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan mengingat besarnya minat masyarakat terhadap musik era 80-an dan 90-an yang tetap hidup hingga kini.

Apresiasi juga datang dari Yoes, seorang pengusaha kecantikan asal Jakarta yang hadir sebagai tamu VIP. Di tengah kesibukannya di Jawa Timur, ia menyempatkan diri untuk melihat langsung perkembangan komunitas Senandung Rindu.
“Komunitas ini punya potensi besar untuk berkembang lebih jauh. Harapannya ke depan bisa semakin maju dan penyelenggaraan acara seperti ini bisa lebih besar lagi,” kata Yoes.
Baca Juga : https://pendidikannasional.id/umum/ikelda-line-dance-menarik-di-nala-festival-2025/
Secara keseluruhan, acara ini dihadiri oleh sekitar 315 tamu undangan dari berbagai wilayah di Malang Raya, didukung 150 talenta lokal yang tampil di panggung utama, serta 21 panitia inti yang seluruhnya merupakan Srikandi Senandung Rindu.

Antusiasme tinggi yang ditunjukkan oleh peserta dan penonton menjadi bukti bahwa musik nostalgia masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai jembatan emosional yang menghubungkan kenangan masa lalu dengan kebersamaan di masa kini.
Ke depan, Senandung Rindu Malang Raya menargetkan diri sebagai komunitas yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi wadah inklusif yang mampu merangkul berbagai elemen masyarakat, mulai dari Kota Batu, Kota Malang hingga Kabupaten Malang.

Dengan kredibilitas yang terus meningkat, komunitas ini optimistis dapat menjadi pelopor pelestarian musik nostalgia yang profesional dan berkualitas di Jawa Timur.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Penutup: Lebih dari sekadar panggung hiburan, Gebyar Senandung Rindu 2026 membuktikan bahwa kekuatan kebersamaan mampu menciptakan energi positif yang luar biasa. Harmoni yang terjalin di antara para anggota, panitia, dan penonton menjadi cerminan bahwa musik tidak hanya didengar, tetapi juga dirasakan sebagai bahasa universal pemersatu. Jika semangat ini terus dijaga, bukan tidak mungkin Senandung Rindu akan menjadi ikon komunitas kreatif berbasis nostalgia yang mampu menginspirasi daerah lain di Indonesia.
Penulis : Riadi.
Editor : Tim Redaksi Pendidikannasional.id.


Nostalgia Meledak di Jatim Park 3 , dengan kedatangan artis nasional, Ita Purnamasari. ( Foto : ilustrasi ). 
