Natuna,PENDIDIKANNASIONAL.ID – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Lanud Raden Sadjad (RSA) bersama PIA Ardhya Garini Cabang 9/D.I, Kejaksaan Negeri Natuna, Basarnas, BMKG, RRI Ranai, serta masyarakat menggelar kegiatan bersih pantai dan edukasi pemanfaatan limbah kayu di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Komandan Lanud RSA Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, S.E., M.M., M.Han., Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 9/D.I Ny. Marni Onesmus Pasaribu, Kepala Kejaksaan Negeri Natuna Dr. Erwin Indrapraja, S.H., M.H., Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna Abdul Rahman, S.E., Kepala BMKG Ranai Rafael Alesandro Marbun, S.Tr., jajaran RRI Ranai, serta masyarakat Kota Tua Penagi dan Ranai Darat.

Melalui kegiatan kolaboratif ini, berbagai elemen pemerintah, lembaga vertikal, organisasi kemasyarakatan, dan warga bersatu menunjukkan komitmen dalam menjaga kebersihan serta kelestarian kawasan pesisir yang menjadi salah satu aset penting Kabupaten Natuna.
Sebagai wilayah kepulauan yang memiliki dominasi kawasan laut dan pesisir, Natuna memegang peran strategis dalam menjaga keberlanjutan ekosistem maritim. Letaknya yang berbatasan langsung dengan perairan internasional menjadikan upaya pelestarian lingkungan tidak hanya penting bagi keseimbangan alam, tetapi juga mendukung ketahanan ekonomi dan kedaulatan wilayah.
Sejak pagi, para peserta bergotong royong membersihkan sampah yang tersebar di sepanjang pantai. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah sebagai bagian dari penerapan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Tidak hanya berfokus pada aksi bersih lingkungan, kegiatan ini juga menghadirkan edukasi mengenai pemanfaatan limbah kayu yang banyak ditemukan di kawasan pesisir. Dalam kesempatan tersebut, Danlanud RSA memperkenalkan berbagai karya seni yang dipamerkan di Galeri Seni Lanud RSA, hasil kreativitas pengolahan limbah kayu pantai menjadi produk bernilai estetika dan ekonomi.
Melalui sentuhan seni dan inovasi, material yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai dapat diubah menjadi kerajinan yang berpotensi mendukung pengembangan UMKM lokal sekaligus mengurangi limbah lingkungan.
Sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi aktif masyarakat, Danlanud RSA bersama Kakansar Natuna menyerahkan piagam apresiasi kepada sejumlah warga yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Penghargaan ini menjadi simbol penghormatan terhadap semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat dalam menjaga kebersihan kawasan pesisir.
Dalam sambutannya, Danlanud RSA menegaskan bahwa upaya menjaga lingkungan tidak cukup hanya melalui kegiatan pembersihan, tetapi juga perlu dibarengi dengan peningkatan kesadaran masyarakat untuk mengelola limbah secara kreatif, produktif, dan berkelanjutan.
“Kegiatan ini sejalan dengan program Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, melalui gerakan ASRI, yaitu mewujudkan lingkungan yang Asri, Sehat, Rapi, dan Indah. Kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi budaya bersama. Dengan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, kita tidak hanya menjaga kebersihan alam, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal,” ujar Danlanud RSA.
Baca Juga : https://pendidikannasional.id/daerah/hut-ke-62-wara-tni-au-di-lanud-rsa-natuna/
Ia juga menambahkan bahwa pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah merupakan salah satu bentuk penerapan ekonomi sirkular yang mampu memberikan manfaat ganda, baik bagi lingkungan maupun perekonomian masyarakat.
Selain memberikan dampak nyata terhadap kebersihan pantai, kegiatan ini menjadi sarana edukasi yang efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem pesisir sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang.
Kegiatan tersebut turut mencerminkan semangat TNI AU AMPUH yang mengedepankan nilai Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis. Melalui sinergi lintas sektor dan pendekatan yang edukatif, Lanud RSA terus menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung pelestarian lingkungan hidup secara berkelanjutan di wilayah perbatasan Indonesia.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Natuna pun menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya peduli lingkungan. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan seluruh peserta diharapkan mampu menginspirasi semakin banyak pihak untuk berperan aktif menjaga pesisir Natuna agar tetap bersih, sehat, indah, dan lestari bagi generasi masa kini maupun masa depan.
Penulis : Julita.
Editor : Tim Redaksi Pendidikannasional.id.



