Peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni selalu menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang para pendiri bangsa dalam merumuskan cita-cita Indonesia merdeka. Di Kota Batu, terdapat sebuah tempat yang menyimpan jejak sejarah tersebut, yakni Taman Rekreasi Selecta.
Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Banyak orang mengenal Selecta sebagai taman wisata legendaris dengan panorama pegunungan yang sejuk dan hamparan bunga yang memikat. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa di balik keindahannya, Selecta menyimpan jejak penting perjalanan bangsa. Di tempat inilah Presiden pertama Republik Indonesia, Bung Karno, pernah menghabiskan waktu untuk merenungkan masa depan Indonesia dan merancang berbagai gagasan perjuangan menuju kemerdekaan.
Di balik keindahan taman bunga dan panorama alam pegunungan yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata keluarga, Selecta ternyata memiliki kisah yang berkaitan erat dengan perjalanan perjuangan bangsa. Tempat ini pernah menjadi ruang perenungan bagi Proklamator Republik Indonesia, Ir. Soekarno atau Bung Karno, ketika Indonesia masih berada di bawah pendudukan Jepang.

Direktur Utama PT Selecta, Sujud Hariadi, mengungkapkan bahwa Bung Karno pernah tinggal di kawasan Selecta bersama keluarganya selama lebih dari sepekan pada sekitar tahun 1943 hingga 1944.
“Beliau datang bukan semata-mata untuk beristirahat. Suasana Selecta yang sejuk dan tenang dimanfaatkan Bung Karno untuk merenungkan berbagai langkah perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia,” ujar Sujud saat ditemui pada Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, kondisi alam Selecta yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan memberikan ruang bagi Bung Karno untuk menyusun berbagai pemikiran strategis mengenai masa depan bangsa. Di tempat yang kini ramai dikunjungi wisatawan itu, lahir berbagai gagasan yang menjadi bagian dari perjuangan menuju Indonesia merdeka.

Kehadiran Bung Karno di Selecta tidak terlepas dari perubahan situasi pada masa pendudukan Jepang. Sebelumnya, kawasan tersebut lebih banyak digunakan oleh warga Eropa pada era kolonial Belanda. Namun setelah Jepang mengambil alih Indonesia pada tahun 1942 dan sebagian besar warga Belanda meninggalkan wilayah tersebut, Selecta menjadi lebih terbuka bagi masyarakat pribumi.
Jejak sejarah para proklamator juga tercatat setelah Indonesia merdeka. Mohammad Hatta atau Bung Hatta diketahui kembali mengunjungi Selecta pada tahun 1956. Dalam kunjungannya, Wakil Presiden pertama Republik Indonesia itu memberikan sejumlah masukan terkait pengelolaan dan pengembangan kawasan wisata tersebut.
Sementara itu, Bung Karno tidak pernah lagi kembali ke Selecta setelah kemerdekaan. Kesibukannya sebagai Presiden Republik Indonesia membuatnya harus fokus menjalankan tugas-tugas kenegaraan dan memimpin pembangunan bangsa yang baru merdeka.
Untuk menjaga dan mengenalkan kembali nilai sejarah tersebut kepada masyarakat, PT Selecta saat ini tengah mengembangkan konsep Living Museum. Program ini dirancang agar pengunjung tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga memahami peran Selecta dalam perjalanan sejarah Indonesia.
“Kami ingin generasi muda mengetahui bahwa Selecta bukan hanya tempat wisata. Di sini terdapat jejak sejarah penting yang berkaitan dengan perjuangan bangsa dan pemikiran para pendiri negara,” kata Sujud.
Meski tidak ditemukan artefak pribadi milik Bung Karno di kawasan tersebut, berbagai catatan sejarah dan kesaksian yang terdokumentasi menjadi bukti bahwa Selecta pernah menjadi salah satu tempat yang menyimpan jejak pemikiran besar tentang Indonesia.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Di tengah semangat Hari Lahir Pancasila, kisah dari Selecta ini menjadi pengingat bahwa nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan cita-cita kemerdekaan tidak lahir begitu saja. Di tempat-tempat yang tenang dan sederhana seperti Selecta, para pendiri bangsa pernah menata harapan dan merancang masa depan Indonesia yang kini dinikmati oleh seluruh rakyat.
Penulis : Riadi.
Editor : Tim Redaksi Pendidikannasional.id.




