Selecta catat kenaikan kunjungan 28 persen pada liburan sekolah 2026, perkuat positioning sebagai destinasi wisata keluarga dan pendidikan karakter anak.
Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID.– Taman Rekreasi Selecta kembali menegaskan eksistensinya sebagai salah satu ikon pariwisata keluarga di Jawa Timur, dengan mencatatkan peningkatan jumlah kunjungan yang signifikan selama masa liburan sekolah tahun 2026. Sepanjang periode 1 hingga 12 Juli 2026, tingkat kunjungan ke destinasi wisata yang telah berdiri sejak era kolonial ini mengalami lonjakan sebesar 28 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Direktur Taman Rekreasi Selecta, Pramono, menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut, terlebih di tengah dinamika ekonomi nasional yang masih menunjukkan tantangan pemulihan daya beli masyarakat.

“Alhamdulillah, capaian ini menjadi indikator kuat bahwa Selecta tetap menjadi preferensi utama wisatawan, khususnya segmen keluarga yang mengutamakan kenyamanan, keamanan, serta keterjangkauan biaya dalam berwisata,” ujar Pramono.
Peningkatan kunjungan tidak hanya tampak dari angka kuantitatif, tetapi juga terlihat dari komposisi moda transportasi yang memasuki kawasan. Kendaraan bus mendominasi arus lalu lintas wisata, diikuti oleh kendaraan minibus, Elf, serta mobil pribadi. Pola ini menggambarkan tingginya minat dari kelompok terorganisasi seperti rombongan sekolah, komunitas, hingga keluarga besar yang menjadikan Selecta sebagai lokasi rekreasi kolektif.
Puncak kunjungan terjadi pada 5 Juli 2026, dengan total 7.926 wisatawan dalam sehari, didukung oleh masuknya sekitar 60 bus, 59 minibus atau Elf, dan 737 kendaraan pribadi. Adapun rata-rata kunjungan harian selama masa liburan berkisar antara 1.500 hingga 2.000 orang. Meskipun angka tersebut belum menyamai rekor pra-pandemi tahun 2019 yang pernah mencatat lebih dari 24 ribu pengunjung dalam satu hari, Pramono menilai tren kenaikan ini sebagai sinyal optimistis pemulihan sektor pariwisata nasional.
“Tren pertumbuhan ini sangat menggembirakan dan memberi harapan bahwa industri pariwisata kita terus bergerak menuju kebangkitan, meskipun secara bertahap,” jelasnya.

Dalam upaya diversifikasi produk wisata, Selecta juga menjalankan program bundling tiket bersama Mikutopia. Meskipun kontribusinya belum mencapai 10 persen dari total kunjungan, program ini dinilai mampu menambah nilai pengalaman wisata serta memperluas pilihan rekreasi bagi masyarakat dengan pendekatan kolaboratif yang saling menguntungkan.
Pramono menyoroti bahwa perilaku wisatawan saat ini menunjukkan kecenderungan selektif dalam mengalokasikan anggaran rekreasi. Di tengah kondisi ekonomi yang masih dinamis, masyarakat lebih memilih destinasi yang menawarkan pengalaman holistik dengan biaya terjangkau. Fenomena tingginya minat terhadap wisata pantai yang mengizinkan pengunjung membawa bekal sendiri, menurutnya, memiliki kemiripan dengan filosofi piknik keluarga yang sejak lama dipertahankan Selecta.
“Kami secara konsisten mempertahankan tradisi piknik keluarga. Pengunjung dipersilakan membawa konsumsi sendiri, sehingga mereka dapat menikmati kebersamaan secara lebih nyaman dan ekonomis. Strategi ini terbukti tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini,” ujar Pramono.

Lebih jauh, Selecta tidak hanya mengandalkan konsep wisata keluarga, tetapi juga giat melakukan inovasi dengan mengembangkan wahana edukatif bagi anak usia dini. Salah satu terobosan terbaru adalah penyediaan area outbound edukasi yang kini dilengkapi dengan fasilitas semi-indoor. Fasilitas ini dirancang untuk mendukung aktivitas belajar sambil bermain (edutainment) dalam berbagai kondisi cuaca, dengan kapasitas layanan mencapai 200 hingga 300 anak tingkat TK dan SD dalam satu sesi kegiatan.
“Kami tengah membangun branding Selecta sebagai destinasi edukasi anak. Area outbound yang sebelumnya terbuka kini kami lengkapi dengan fasilitas semi-indoor sehingga lebih adaptif dan ramah bagi anak-anak,” jelas Pramono.
Dari aspek pelayanan, manajemen Selecta tetap mempertahankan kebijakan diskon yang proporsional selama musim liburan, seraya terus meningkatkan standar kebersihan, keamanan, dan kenyamanan. Komitmen terhadap pariwisata berkelanjutan pun diwujudkan melalui sistem pengelolaan sampah berbasis zero waste. Selama masa liburan, volume sampah yang dihasilkan mencapai sekitar dua mobil pikap per hari, yang seluruhnya dikelola di fasilitas internal Selecta sehingga tidak mencemari lingkungan sekitar. Bahkan, sampah residu ke depan direncanakan akan diolah menjadi produk bernilai guna, seperti bahan baku pembuatan paving block, sebagai wujud nyata dukungan terhadap ekonomi sirkular dan pengurangan limbah.

Menatap masa depan, Pramono menegaskan bahwa Selecta akan terus melakukan pembenahan bertahap dengan menghadirkan wahana baru sesuai kapasitas perusahaan. Fokus utama adalah menjaga stabilitas tingkat kunjungan melalui peningkatan kualitas layanan, inovasi produk, serta pelestarian keunggulan alam yang menjadi ciri khas Selecta selama puluhan tahun.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
“Kami optimistis Selecta akan tetap menjadi destinasi wisata yang relevan lintas generasi. Keindahan alam, suasana sejuk, konsep wisata keluarga, pendidikan karakter anak, serta inovasi berkelanjutan menjadi fondasi kami untuk menyambut generasi muda, termasuk Generasi Z, tanpa kehilangan identitas yang selama ini dicintai masyarakat,” pungkas Pramono.
Penulis : Riadi.
Editor : Tim Redaksi Pendidikannasional.id.



