May Day 2026 Tanpa Diskon, Selecta Justru Fokus Sejahterakan 200+ Karyawan Lokal

May Day 2026 Tanpa Diskon, Selecta Justru Fokus Sejahterakan 200+ Karyawan Lokal. Tampak pengunjung menikmati salah satu wahana ( Foto : Tim ).

Selecta Rayakan May Day 2026 Tanpa Promo, Fokus pada Kesejahteraan Karyawan dan Tenaga Lokal

Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID — Momentum Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 menjadi refleksi penting bagi dunia usaha, termasuk sektor pariwisata di Kota Batu. Di tengah dinamika industri wisata, Taman Rekreasi Selecta menunjukkan komitmennya dalam menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis dan kesejahteraan karyawan. ( 01/05/2026 ). 

Manajemen Selecta menegaskan bahwa bisnis bukan semata soal keuntungan, tetapi juga tentang harmoni antara pengusaha, pekerja, dan masyarakat. Dalam peringatan May Day tahun ini, apresiasi tinggi disampaikan kepada seluruh karyawan yang telah berkontribusi menjaga kualitas layanan dan operasional perusahaan.

Tampak wisatawan ketika menikmati wahana arena bermain bersama keluarganya.
Tampak wisatawan ketika menikmati wahana arena bermain bersama keluarganya.

 

Tidak Ada Promo Khusus, Ini Alasannya

Berbeda dengan momentum liburan panjang lainnya, Selecta tahun ini tidak menghadirkan program promo khusus untuk memperingati Hari Buruh. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan.

Pertama, periode awal Mei belum masuk dalam kategori high season yang biasanya mendatangkan lonjakan wisatawan. Kedua, peringatan May Day 2026 jatuh pada hari Jumat, yang secara tren kunjungan dinilai kurang optimal dibandingkan jika bertepatan dengan long weekend seperti Sabtu atau Senin.

Meski tanpa promo, aktivitas wisata di Selecta tetap menunjukkan tren positif. 

Dalam beberapa hari terakhir, jumlah pengunjung mulai meningkat seiring momentum libur singkat yang dimanfaatkan wisatawan dari berbagai daerah.

Komitmen Kuat pada Tenaga Kerja Lokal

Salah satu kekuatan utama Selecta terletak pada komitmennya dalam memberdayakan tenaga kerja lokal. Hingga saat ini, destinasi wisata legendaris di Kota Batu tersebut mempekerjakan lebih dari 200 orang.

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/daerah/diskon-30-selecta-sambut-satu-abad-nu-ratusan-pengunjung-padati-wisata-edukasi-di-batu/

Dari jumlah tersebut, sekitar 150 merupakan karyawan tetap, sekitar 50 karyawan kontrak, serta sejumlah tenaga kerja harian (daily worker) yang membantu operasional saat kunjungan meningkat.

Menariknya, sebanyak 99 persen karyawan merupakan warga lokal. Mayoritas berasal dari Kecamatan Bumiaji, dengan persentase mencapai 80 hingga 90 persen. Bahkan, hampir setengah dari total karyawan berasal dari Desa Tulungrejo.

Dirut Taman Rekreasi Selecta ketika memberikan keteranganya.
Dirut Taman Rekreasi Selecta ketika memberikan keteranganya.

Kebijakan ini bukan hal baru. Sejak berdiri pada era 1950-an, Selecta telah menjadikan masyarakat sekitar sebagai bagian utama dalam pengembangan bisnisnya. Hal ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa sektor pariwisata mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal.

Sistem Kesejahteraan yang Terjaga

Dalam hal kesejahteraan, pihak manajemen memastikan seluruh hak karyawan terpenuhi sesuai regulasi yang berlaku. Seluruh pekerja telah terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, dengan skema pembiayaan yang melibatkan perusahaan dan karyawan.

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/pariwisata/h6-lebaran-2026-taman-rekreasi-selecta-diserbu-ribuan-wisatawan-dari-luar-daerah/

Untuk standar pengupahan, Selecta menerapkan gaji yang telah sesuai bahkan di atas Upah Minimum Kota (UMK), serta dilakukan penyesuaian secara berkala setiap tahun.

Selain itu, perusahaan juga menerapkan sistem bonus berbasis kebersamaan. Berbeda dengan sistem individual, bonus diberikan secara merata kepada seluruh karyawan ketika kinerja perusahaan menunjukkan hasil positif.

Sebelum pandemi Covid-19, karyawan bahkan bisa menerima bonus hingga dua sampai tiga kali gaji dalam setahun. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kebijakan tersebut sempat terdampak kondisi global. Meski demikian, harapan untuk kembali pulih tetap terbuka.

Salah satu Karyawati Taman Rekreasi Selecta ketika di salah satu wahana.
Salah satu Karyawati Taman Rekreasi Selecta ketika di salah satu wahana.

 

Suara Karyawan: “Kami Merasa Dihargai”

Salah satu karyawan, Rika Himawati, membagikan pengalamannya selama bekerja di Selecta. Perempuan asal Kota Batu ini telah mengabdi selama kurang lebih 14 tahun.

“Alhamdulillah, selama ini hak-hak kami terpenuhi dengan baik. Gaji tidak pernah terlambat, ada bonus, dan suasana kerja juga sangat kekeluargaan,” ujarnya.

Rika juga menyampaikan bahwa kondisi tempat kerja mulai kembali ramai dalam beberapa hari terakhir setelah sempat mengalami penurunan kunjungan.

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/pariwisata/sinergi-wisata-selecta-dan-mikutopia-tiket-bundling-rp145-000-shuttle-gratis-dan-wacana-tiket-2-hari/

Dalam momentum Hari Buruh ini, ia berharap tidak ada lagi permasalahan krusial seperti isu keterlambatan gaji atau kendala lain yang pernah terjadi di berbagai sektor.

“Harapannya ke depan tidak ada masalah besar, tidak ada demonstrasi, dan kesejahteraan karyawan bisa terus meningkat setiap tahun,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan bahwa sistem kerja di Selecta telah mengikuti aturan yang berlaku, yakni delapan jam kerja per hari. Sementara itu, sistem bonus biasanya dihitung berdasarkan tingkat okupansi atau jumlah kunjungan dalam periode tertentu, mirip dengan sistem layanan di industri perhotelan.

Menjadi Contoh Bisnis Berkelanjutan

Dengan komitmen kuat terhadap kesejahteraan karyawan dan pemberdayaan tenaga kerja lokal, Selecta tidak hanya berperan sebagai destinasi wisata unggulan, tetapi juga sebagai contoh praktik bisnis berkelanjutan di Kota Batu.

Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Momentum May Day 2026 pun menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah usaha tidak lepas dari kontribusi para pekerja di dalamnya. Keseimbangan antara kepentingan bisnis dan sosial menjadi kunci utama dalam menciptakan ekosistem kerja yang sehat dan berkelanjutan.

 

Penulis : Riadi. 

Editor : Tim Redaksi Pendidikannasional.id.

Array
Related posts
Tutup
Tutup