Sambung Jadi Simbol Persaudaraan dan Prestasi Pada Tes Pra Warga PSHT Cabang Batu 2026

Tampak Sikap pasang dalam Sambung Persaudaraan. ( Foto : istimewa ).

Tes Pra-Warga PSHT Cabang Batu Lahirkan Bibit Atlet Berprestasi, Sambung Jadi Simbol Persaudaraan

Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Kegiatan tes pra-warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Batu yang digelar pada Minggu pagi, 24 Mei 2026 berlangsung lancar, tertib, dan penuh semangat persaudaraan. Dalam kegiatan tersebut, para siswa terbaik berhasil meraih juara setelah melalui berbagai tahapan penilaian kemampuan yang telah dipelajari selama masa latihan.

Kegiatan yang diikuti peserta dari berbagai ranting dan komisariat itu ditutup dengan sesi sambung atau sabung antar siswa sebagai bentuk implementasi nilai persaudaraan yang selama ini diajarkan dalam organisasi PSHT.

Ketua Panitia, Mas Nursalim ketika di lokasi Tes Pra Warga PSHT Cabang Batu.
Ketua Panitia, Mas Nursalim ketika di lokasi Tes Pra Warga PSHT Cabang Batu.

Ketua Panitia, Mas Nursalim, mengatakan bahwa tes pra-warga bukan sekadar ajang evaluasi kemampuan fisik, tetapi juga menjadi sarana untuk melihat perkembangan mental, disiplin, serta hasil latihan para siswa selama ini.

“Tes pra-warga ini menjadi sarana untuk mengetahui sejauh mana kemampuan yang telah didapatkan para siswa selama latihan. Selain itu, ada penilaian dari apa yang sudah mereka laksanakan selama proses latihan,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan sambung yang dilakukan pada akhir acara bukan untuk mencari permusuhan, melainkan sebagai simbol mempererat rasa persaudaraan antar sesama warga PSHT.

Ketua Ranting Ngantang, Mas Joko Supriyanto ketika memberikan keterangan mengenai siswanya dan latihanya.
Ketua Ranting Ngantang, Mas Joko Supriyanto ketika memberikan keterangan mengenai siswanya dan latihanya.

Sementara itu, salah satu pelatih dari Ranting Ngantang, Mas Joko Sutrisno, mengaku bangga karena siswa binaannya berhasil meraih juara pertama dan kedua dalam tes pra-warga tahun ini.

“Alhamdulillah, senang sekali. Ini menjadi gambaran hasil kerja keras latihan selama ini yang akhirnya membuahkan hasil,” katanya.

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/news/tes-prawarga-psht-cabang-batu-peserta-diimbau-jaga-kondusivitas/

Ia menjelaskan bahwa proses pembinaan siswa hingga siap menjadi warga PSHT membutuhkan waktu sekitar dua tahun. Para siswa yang berhasil meraih prestasi tersebut diketahui masih duduk di bangku SMP kelas 3.

Menurut Joko, capaian tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi para siswa untuk berkembang di jalur prestasi olahraga pencak silat ke depannya.

“Kami berharap setelah disahkan menjadi warga nanti mereka tetap menjaga nama baik organisasi. Kalau memang punya bakat di bidang prestasi, tentu bisa dikembangkan lebih jauh lagi,” tambahnya.

Tampak dari kiri siswi juara 1, kemudian juara 2 ( dari Ranting Ngantang ) dan juara 3 ( dari Komisariat Bani Salim Sapari ).
Tampak dari kiri siswi juara 1, kemudian juara 2 ( dari Ranting Ngantang ) dan juara 3 ( dari Komisariat Bani Salim Sapari ).

Prestasi yang diraih para siswa juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi para peserta. Salah satu peserta dari Rayon Selorejo, Ashta Mailani Naca Karista, mengaku bahagia apabila mampu meraih juara dalam tes tersebut.

“Harapannya bisa membanggakan pelatih dan orang tua,” ungkap siswa SMPN 2 Ngantang itu.

Hal senada disampaikan Erina Dwi Salsabila dari Rayon Waturejo, Ranting Ngantang. Ia mengatakan bahwa prestasi dalam tes pra-warga menjadi kebanggaan untuk diri sendiri sekaligus keluarga.

“Bahagia bisa membanggakan orang tua dan diri sendiri,” katanya singkat.

Sementara peserta dari Komisariat Bani Salim Sapari, Afdolul Laila, mengungkapkan suka duka selama menjalani latihan selama dua tahun terakhir. Ia mengaku tantangan terbesar adalah membagi waktu antara pekerjaan dan latihan.

“Dukanya susah membagi waktu karena sudah bekerja. Tapi saya berharap PSHT terus berkembang dan semakin maju,” ujarnya.

Sambung antar siswa wujud rasa persaudaraan dan uji kemampuan.
Sambung antar siswa wujud rasa persaudaraan dan uji kemampuan.

Rasa bangga juga disampaikan pelatih Komisariat Bani Salim, Defis Sujadmiko. Menurutnya, keberhasilan siswa meraih juara menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas latihan dan pembinaan.

“Kami sangat senang. Ini hasil dari proses mendidik siswa selama hampir dua tahun. Harapannya prestasi ini bisa dipertahankan dan membuat komisariat semakin berkembang,” jelasnya.

Ketua II Bidang Prestasi, Kepelatihan KangMas Agus Wahono ketika melihat langsung Tes Pra Warga PSHT Cabang Batu.
Ketua II Bidang Prestasi, Kepelatihan dan kesiswaan, KangMas Agus Wahono ketika melihat langsung Tes Pra Warga PSHT Cabang Batu.

Di sisi lain, Ketua II PSHT Cabang Batu Bidang Pelatihan, Prestasi, dan Kesiswaan, Agus Wahono, menilai hasil tes pra-warga tahun ini menjadi langkah awal dalam mencetak bibit atlet potensial di masa depan.

“Ini salah satu bentuk kaderisasi atlet ke depannya, sehingga PSHT memiliki persiapan dan bibit-bibit atlet untuk masa depan,” katanya.

Tampak para penguji siap melaksanakan tugas tugasnya dengan semangatnya.
Tampak para penguji siap melaksanakan tugas tugasnya dengan semangatnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelatih dan panitia yang telah bekerja keras mendidik serta membina para siswa hingga mampu menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Agus berharap PSHT Cabang Batu ke depan semakin berkembang, kondusif, serta tetap menjaga kerukunan dan persaudaraan antar seluruh jajaran ranting maupun komisariat.

“Harapan kami, PSHT Cabang Batu semakin guyub, rukun, dan tetap bersatu dalam membangun organisasi yang lebih baik,” pungkasnya.

 

Penulis : Riadi. 

Editor  : Tim Redaksi Pendidikannasional.id.

Array
Related posts
Tutup
Tutup