HUT ke-166 Desa Ngroto, Tarian Kemakmuran Resmi Diluncurkan sebagai Identitas Budaya Baru
Malang, PENDIDIKANNASIONAL.ID– Semangat pelestarian budaya lokal mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-166 Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, yang berlangsung meriah pada Minggu (7/6/2026). Dalam momentum bersejarah tersebut, Pemerintah Desa Ngroto secara resmi meluncurkan Tarian Kemakmuran Ngroto, sebuah karya seni yang diproyeksikan menjadi identitas budaya baru sekaligus simbol perjalanan, nilai, dan karakter masyarakat desa.
Mengusung tema “Wujud Keabadian Kemakmuran Desa Ngroto”, perayaan tahunan ini menghadirkan pawai budaya yang melibatkan partisipasi aktif warga dari tiga dusun. Beragam atraksi seni, budaya, dan hasil kreativitas masyarakat ditampilkan dalam suasana penuh kebersamaan yang mencerminkan kuatnya semangat gotong royong warga Ngroto.

Kepala Desa Ngroto, Prayogi, S.H., mengatakan bahwa peluncuran Tarian Kemakmuran Ngroto bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya menjaga sekaligus mewariskan nilai-nilai luhur yang telah hidup dan berkembang di tengah masyarakat selama beberapa generasi.


“Tarian ini menggambarkan perjalanan kehidupan masyarakat agraris Desa Ngroto. Di dalamnya terdapat pesan tentang kerja keras, gotong royong, rasa syukur, dan harapan untuk kemajuan desa di masa depan,” ujar Prayogi dalam sambutannya.
Menurutnya, setiap gerakan yang ditampilkan memiliki makna filosofis yang berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat pedesaan. Koreografi tarian dirancang untuk menggambarkan keharmonisan hubungan manusia dengan alam, aktivitas pertanian, serta dinamika sosial yang menjadi bagian penting dari kehidupan warga Ngroto.

Tarian Kemakmuran Ngroto lahir melalui proses kolaboratif yang melibatkan tokoh adat, seniman lokal, pemuda desa, serta berbagai elemen masyarakat. Melalui diskusi dan penggalian nilai budaya lokal, terciptalah sebuah karya yang tidak hanya bernilai artistik, tetapi juga sarat pesan edukatif dan kearifan lokal.
Penampilan perdana tarian tersebut menjadi salah satu momen paling berkesan dalam rangkaian perayaan HUT desa. Sebanyak 166 siswa SDN Ngroto tampil membawakan tarian secara massal dengan iringan musik gamelan tradisional. Penampilan yang harmonis dan penuh semangat itu berhasil memukau masyarakat yang memadati lokasi acara serta mendapat apresiasi luas dari para tamu undangan.

Kepala SDN Ngroto, Eni, menyampaikan bahwa pihak sekolah mendukung penuh upaya pelestarian budaya melalui jalur pendidikan. Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal kepada generasi muda sejak usia dini.
“Kami ingin generasi muda mengenal dan mencintai budaya daerahnya sendiri. Melalui pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler, nilai-nilai yang terkandung dalam tarian ini dapat diwariskan secara berkelanjutan,” ungkapnya.


Sebagai tindak lanjut, sekolah bersama Pemerintah Desa Ngroto telah merancang program pelatihan rutin bagi guru dan siswa dengan melibatkan para seniman lokal. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keberlangsungan tarian sebagai bagian dari warisan budaya desa yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Sejumlah pemerhati budaya yang hadir menilai langkah Desa Ngroto sebagai contoh positif dalam pelestarian budaya berbasis komunitas. Mereka melihat peluncuran Tarian Kemakmuran Ngroto sebagai inovasi yang berhasil memadukan nilai tradisi dengan kebutuhan generasi masa kini tanpa menghilangkan akar budayanya.
Selain peluncuran tarian, rangkaian perayaan HUT ke-166 Desa Ngroto juga dimeriahkan dengan parade hasil pertanian, pertunjukan musik tradisional, pameran kuliner khas daerah, hingga pameran karya seni masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi warga untuk menampilkan potensi desa sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Melalui peluncuran Tarian Kemakmuran Ngroto, Pemerintah Desa Ngroto berharap budaya lokal dapat terus tumbuh dan berkembang sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda. Di sisi lain, keberadaan tarian ini juga diharapkan mampu memperkuat identitas desa, meningkatkan daya tarik wisata budaya, serta menjadi kebanggaan masyarakat yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bagian dari kekayaan budaya Kabupaten Malang.
Penulis : Riadi.
Editor : Tim Redaksi Pendidikannasional.id.




