Memaknai “Prestasi Harga Mati”. Refleksi Strategis PERTINA Kota Batu Menuju Porprov Jatim X 2027
Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Dalam dinamika pembinaan olahraga prestasi, momentum evaluasi bukanlah sekadar rutinitas tahunan, melainkan fondasi bagi lompatan kualitas. Semangat itulah yang terpancar dalam Rapat Evaluasi dan Koordinasi PERTINA Kota Batu tahun 2026, yang digelar di kediaman Ketua Umum PERTINA yaitu Ismail Ngabalin. Pada Minggu, 16 Agustus 2026 malam.
Mengusung tema agung “Prestasi Harga Mati, Teruskan Tradisi Medali Emas”, rapat ini menjadi panggung deklarasi tekad bagi seluruh insan tinju Kota Batu dalam menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur X tahun 2027 di Surabaya.

Acara yang dihadiri oleh jajaran pembina, pengurus, pelatih, dan atlet ini terasa istimewa dengan kehadiran Pembina PERTINA sekaligus Camat Bumiaji, Thomas Maydo, S. Sos. Di hadapan para atlet dan pengurus, pria yang akrab disapa Thomas ini tidak hanya memberi arahan formal, tetapi menyampaikan orasi kepemimpinan yang menyentuh aspek psikologis dan filosofis perjuangan seorang petinju.
Dalam sambutannya yang berapi-api, Thomas Maydo mengawali dengan sebuah pertanyaan retoris yang menggugah kesadaran kolektif. “Kita bertemu di sini bukan karena kebetulan, tetapi karena kita memiliki satu panggilan: mengharumkan nama Kota Batu melalui tinju. Saya tidak sedang berbicara tentang target belaka, melainkan tentang harga diri. Sebab, bagi kita, prestasi adalah harga mati,” tegasnya di hadapan puluhan pasang mata yang menatap penuh haru dan determinasi.

Lebih lanjut, Thomas Maydo mengingatkan bahwa latihan fisik hanyalah sebagian kecil dari pertarungan. Ia mengajak seluruh komponen untuk mulai membangun mentalitas juara sejak hari ini. “Atlet yang hebat adalah mereka yang mampu mengubah keringat di sini menjadi kebanggaan di atas ring. Jangan pernah bermimpi tentang medali emas jika Anda tidak mau merasakan pahitnya pagi hari saat orang lain masih nyaman di tempat tidur. Tradisi emas yang kita junjung tinggi saat ini adalah hasil dari kerja keras generasi pendahulu, dan tugas kita adalah mempertahankan serta melanjutkannya dengan cara yang lebih modern, lebih terukur, dan lebih kuat,” ungkapnya dengan nada reflektif.
Menariknya, Thomas Maydo tidak hanya berbicara tentang kemenangan, tetapi juga tentang pendidikan karakter. “Tinju mengajarkan kita disiplin, keberanian, dan kejujuran baik ketika menang maupun dalam keterpurukan. Di ring, tidak ada ruang untuk berbohong. Itulah mengapa saya ingin setiap atlet yang saya bina bukan hanya menjadi petinju tangguh, tetapi juga menjadi pemimpin dan teladan di masyarakat,” imbuhnya, menyiratkan bahwa pembinaan PERTINA Kota Batu selaras dengan tujuan besar pendidikan nasional.

Sementara itu, Randi Ngabalin ( Randi ) selaku bidang binpres, menekankan pentingnya rapat kerja ini sebagai instrumen evaluasi strategis. Ia secara transparan mengakui bahwa kesiapan tim saat ini masih berada pada angka lima puluh persen. “Kami belum membentuk tim inti. Saat ini kami masih fokus pada promosi dan regenerasi bakat muda melalui pemusatan latihan cabang (puslatcab). Tetapi saya tegaskan, kami tetap optimis,” jelas Randi.
Optimisme tersebut dibangun di atas fondasi semangat yang telah ditanamkan oleh Pembina. Randi melanjutkan, “Kami di sini bersinergi dengan pembina, pelatih, dan atlet. Target juara umum memang berat karena kekuatan kontingen lain merata, tetapi PERTINA Kota Batu tidak pernah dibesarkan dalam karpet empuk. Kami adalah petarung.”
Menutup arahannya, Thomas Maydo kembali memberikan suntikan filosofi yang menggema di ruang sekretariat. “Saudara-saudaraku, ingatlah satu hal bahwa perjuangan tidak akan mengkhianati hasil. Jika hari ini kita masih berada di level 50 persen, maka 50 persen sisanya adalah soal seberapa besar kita mencintai kota ini dan seberapa jauh kita mau melangkahi batas rasa sakit. Saya minta kepada pelatih, tingkatkan kualitas program, kepada orang tua dan pengurus, berikan dukungan moral penuh, dan kepada para atlet, jangan ada yang berhenti sebelum bel terakhir berbunyi di Porprov 2027 nanti!”
Baca Juga : https://pendidikannasional.id/daerah/raih-peringkat-7-dengan-113-medali-siapkan-bonus-rp33-miliar/
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Dengan semangat “Prestasi Harga Mati”, seluruh pengurus dan atlet pun berkomitmen untuk terus berbenah. Dukungan penuh dari Pemerintah Kota Batu dan sinergi antar pemangku kepentingan diharapkan menjadi katalis bagi kelahiran generasi emas tinju Kota Batu, demi mempertahankan tradisi yang telah menjadi kebanggaan bersama di kancah olahraga Jawa Timur.
Penulis : Riadi.
Editor : Tim Redaksi PendidikanNasional.id.




