Jakarta, Pendidikannasional.id – Presiden Prabowo hadir dalam Rapat Penutupan Kas APBN 2024 dan peluncuran Core Tax di Kementerian Keuangan. Dalam kesempatan ini, beliau mengumumkan kebijakan PPN yang sejalan dengan amanat UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU 7/2021).( 01/01/2025 ).
Dengan ditetapkan sejak Januari 2025 ini, diharapkan menjadikan peningkatan bidang perekonomian yang selalu berpihak kepada masyarakat dan berkeadilan sosial. Berikut ini pemaparan Presiden dalam acara tersebut.

1. Semua barang dan jasa yang selama ini bebas dari PPN akan tetap bebas PPN (atau dikenakan PPN 0%), sesuai dengan PP 49/2022.
2. Barang dan jasa yang saat ini dikenakan PPN 11% tidak akan mengalami perubahan, yang berarti tidak ada kenaikan PPN, dan tetap akan membayar PPN sebesar 11%.
3. Barang mewah yang dikenakan PPN 12% adalah barang yang saat ini terkena PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah), sebagaimana diatur dalam PMK 15/2023 dan PMK 42/2022. Contohnya termasuk pesawat pribadi, kapal pesiar, yacht, rumah atau apartemen mewah dengan harga di atas Rp 30 miliar, serta kendaraan bermotor mewah.

4. Seluruh paket stimulus untuk masyarakat dan insentif perpajakan yang diumumkan oleh Menko Perekonomian pada 16 Desember 2024 tetap berlaku. Ini mencakup bantuan beras 10 kg per bulan untuk Januari-Ferbuari 2025 bagi 16 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP), diskon listrik 50% untuk pelanggan dengan daya 2200 VA atau lebih rendah selama Januari-F Februari 2025, serta penghapusan PPh final 0,5% bagi UMKM dengan omset di bawah Rp 500 juta per tahun. Selain itu, PPh pasal 21 yang ditanggung pemerintah (DTP) berlaku bagi pekerja dengan gaji hingga Rp 10 juta per bulan, dukungan pembiayaan untuk revitalisasi mesin industri padat karya dengan subsidi bunga 5%, bantuan jaminan kecelakaan kerja sebesar 50% selama 6 bulan, kemudahan akses Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), serta insentif untuk kendaraan listrik dan pembelian rumah.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Pajak dan APBN adalah instrumen penting untuk mewujudkan keadilan dan gotong royong, menjaga masyarakat dan perekonomian, serta harus berpihak pada rakyat.
Selamat Tahun Baru 2025! Mari terus semangat membangun Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera!
( Kontributor, Abu ).




