Rayakan HUT ke-6, Istana Karya Difabel ‘Membumi’,Kembali ke Jati Diri dan Kemandirian

Istana Karya Difabel Rayakan Enam Tahun Perjalanan dengan Semangat “Membumi”

Batu,PENDIDIKANNASIONAL.ID — Istana Karya Difabel (IKD) Pusat Surabaya menggelar perayaan Hari Ulang Tahun ke-6 di IKD Cabang Batu, Jalan Mustari, Kota Batu, Rabu (1/7/2026). Acara yang berlangsung khidmat pada malam hari tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus IKD Pusat Surabaya, anak-anak difabel beserta pendamping, perwakilan IKD Cabang Batu, Ketua Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Kota Batu, Ketua Mocopat Kota Batu, serta sejumlah undangan lainnya.

Perayaan yang mengusung tema “Membumi” ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh keluarga besar IKD atas perjalanan panjang selama setengah dasawarsa lebih. Nur Pribadi, yang akrab disapa Senden, selaku ketua pelaksana kegiatan, menjelaskan bahwa tema tersebut mengandung filosofi mendalam tentang pentingnya kesadaran untuk kembali kepada jati diri.

Nur Pribadi ( Senden ) sebagai Ketua Pelaksana ketika sesuai acara.
Nur Pribadi ( Senden ) sebagai Ketua Pelaksana ketika sesuai acara.

“Tema ini pada dasarnya merupakan sebuah filosofi tentang pentingnya memiliki kesadaran tinggi untuk kembali kepada jati diri kita,” ujar Senden di sela-sela acara.

Menurutnya, selama enam tahun terakhir, IKD telah melalui berbagai dinamika dan tantangan yang tidak jarang mengguncang perasaan anak-anak didik. Sebagai pendamping, tugas utama mereka adalah menjaga kekompakan dari berbagai isu, provokasi, maupun niat buruk yang ingin memecah belah keluarga besar IKD.

Tampak dari depan kiri, Ketua IKD Pusat Surabaya, Tagana, Ketua KPJ Batu, Ketua Pelaksana ketika penyerahan potong tumpeng.
Tampak dari depan kiri, Ketua IKD Pusat Surabaya, Tagana, Ketua KPJ Batu, Ketua Pelaksana ketika penyerahan potong tumpeng.

Senden memaknai “Membumi” dalam tiga aspek utama. Pertama, kembali kepada Sang Pencipta dengan menjalani hidup penuh rasa cinta, bukan kebencian. Kedua, kembali ke “rumah” dengan menyadari bahwa IKD bukan sekadar nama atau tempat biasa, melainkan telah menjadi wadah berproses. Ketiga, kembali pada kebaikan dengan beranjak dari rasa iri menuju tindakan positif, serta dari kesalahan masa lalu menuju perbaikan.

“Kami juga menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis di dalam komunitas difabel, saling mengasihi tanpa menyakiti sesama, serta memahami bahwa setiap penyandang disabilitas memiliki karakteristik dan tantangan yang sangat berbeda,” tegas Senden.

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/umum/tingkatkan-motorik-anak-difabel-ekspresikan-diri-lewat-lomba-lukis/

Produk UMKM KPJ dan IKD Kota Batu Hadir Dalam Event Competition V60

Pesan khusus disampaikan kepada para orang tua agar kembali pada kesadaran bahwa memiliki anak difabel bukanlah aib atau duka, melainkan anugerah istimewa. Anak-anak difabel memiliki daya pikir dan kemampuan yang luar biasa, yang sering kali mampu menembus batas perkiraan.

Ketua Mocopat Kota Batu, Kii Sutopo ketika sesuai acara.
Ketua Mocopat Kota Batu, Kii Sutopo ketika sesuai acara.

Ki Sutopo, budayawan dan seniman macapat Kota Batu, menyampaikan tiga harapan utama terkait penyelenggaraan gelar karya di IKD. Pertama, pemerintah diharapkan memberikan perhatian nyata dan alokasi dana khusus agar anak-anak difabel dapat berkreasi, berkarya, dan menjadi mandiri. Kedua, penyediaan wadah pelatihan seni yang beragam, mulai dari seni lukis, tarik suara, pedalangan, hingga tari. Ketiga, peningkatan fasilitas yang selama ini masih berjalan dengan peralatan seadanya.

“Sebagai Ketua Macapat Kota Batu berdasarkan SK yang diberikan oleh Ibu Dewanti dengan masa jabatan hingga tahun 2027, saya sangat siap mengajarkan seni macapat kepada anak-anak difabel, mulai dari teknik dasar hingga nilai filosofisnya,” ujar Ki Sutopo.

Ketua KPJ Kota Batu, Dodik Supriyanto ( Cak Yan ) ketika sesuai acara prosesi pemotongan tumpeng.
Ketua KPJ Kota Batu, Dodik Supriyanto ( Cak Yan ) ketika sesuai acara prosesi pemotongan tumpeng.
Tampak guyub rukun Ketua IKD Pusat Surabaya bersama perwakilan IKD Kota Batu dan KPJ Kota Batu,
Tampak guyub rukun Ketua IKD Pusat Surabaya bersama perwakilan IKD Kota Batu dan KPJ Kota Batu,

Sementara itu, Dodik Supriyanto yang akrab disapa Cak Yan, selaku mewakili IKD Kota Batu sekaligus Ketua KPJ Kota Batu, menyatakan harapannya agar anak-anak disabilitas di Kota Batu semakin maju, terus berkarya, dan pada akhirnya dapat hidup mandiri.

“Berkarya sangatlah penting bagi mereka, terutama untuk menjamin masa depan. Seandainya orang tua kelak meninggal dunia dan mereka belum bisa mandiri, siapa yang akan merawat? Nama boleh terlupakan, namun karya akan terus nyata adanya,” ungkap Cak Yan.

IKD bersama KPJ Kota Batu Hadiri Festival Budaya Disabilitas 2024

Ia juga menyampaikan pesan kepada Pemerintah Kota Batu agar memberikan perhatian lebih besar kepada anak-anak disabilitas dengan tulus dan ikhlas demi masa depan mereka.

Ketua IKD Pusat Surabaya, Andik Elektrik ketika sesusai memberikan keteranganya ke awak media.
Ketua IKD Pusat Surabaya, Andik Elektrik ketika sesusai memberikan keteranganya ke awak media.

Andik Elektrik, Ketua IKD Pusat Surabaya, menyatakan bahwa di usia ke-6, IKD telah mencapai banyak kemajuan. Mereka kini memiliki tempat berkumpul, pameran karya seni rutin diselenggarakan, dan anak-anak difabel sudah mampu menghasilkan karya bernilai ekonomis.

“Seniman, baik yang difabel maupun tidak, memiliki hak dan kesempatan yang sama. Setelah 5 tahun berjuang, kami akhirnya mencapai titik ini. Di usia 6 tahun, kami kembali ke tujuan awal: untuk tetap rendah hati, tidak sombong, dan terus berfokus pada cita-cita awal,” tutur Andik.

Tampak suasana di ikuti dengan antusias dan khidmat pada prosesi doa bersama serta pemotongan tumpeng.
Tampak suasana di ikuti dengan antusias dan khidmat pada prosesi doa bersama serta pemotongan tumpeng.

Ia berharap IKD dapat tampil di seluruh Indonesia, mulai dari Makassar, Jakarta, Bandung, hingga kota-kota lainnya, dengan kapasitas dan kesempatan yang setara dengan musisi dan seniman lainnya.

Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Perayaan HUT ke-6 IKD ini menjadi penanda babak baru perjuangan komunitas difabel dalam mengukir karya dan meraih kemandirian, sekaligus mengingatkan pentingnya peran semua pihak dalam mendukung potensi luar biasa anak-anak istimewa Indonesia.

 

 

Penulis : Riadi. 

Editor : Tim Redaksi Pendidikannasional.id.

 

 

Array
Related posts
Tutup
Tutup