Festival Jenang Suro dan Peluncuran Ambulans Gratis Warnai Peringatan Satu Suro Desa Punten

Festival Jenang Suro Merajut Kebersamaan dalam Nuansa Syukur, Peringatan Malam Satu Suro di Desa Punten Mengusung Semangat Kolaborasi dan Pelestarian Tradisi

Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID — Peringatan Malam Satu Suro atau 1 Muharram 1448 Hijriah di Desa Putat tahun ini berlangsung dengan nuansa yang berbeda dan lebih semarak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya peringatan hanya dilaksanakan secara terbatas di dalam gedung, tahun ini rangkaian acara digelar lebih besar dan terpusat di ruang publik, melibatkan partisipasi aktif dari delapan Rukun Warga (RW) di wilayah setempat. ( 29/06/2026 ). 

Perayaan yang mengusung tema besar “Kebersamaan” ini dimeriahkan dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari Festival Jenang Suro, peresmian Jembatan Gadung Melati di RW 3, hingga peluncuran satu unit ambulans gratis yang langsung beroperasi bagi warga Desa Punten. Sebagai puncak acara, digelar pengajian umum di lapangan yang dihadiri oleh seluruh elemen masyarakat.

Kepala Desa Punten ketika di Gedung Balai Desa.
Kepala Desa Punten ketika di Gedung Balai Desa.

Kepala Desa Punten, Hening Trisunu dalam kesempatanya, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas antusiasme dan partisipasi warga. “Atas nama Pemerintah Desa Punten kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bapak dan Ibu sekalian pada acara peringatan 1 Muharam ini. Semoga di awal tahun baru ini, kita senantiasa diberikan kekuatan dan kesehatan,” ujarnya.

Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah Festival Jenang Suro, sebuah lomba kreasi jenang yang diikuti oleh perwakilan dari setiap RW. Setiap RW turut memeriahkan acara dengan mengirimkan perwakilan untuk lomba serta membawa tumpeng dan jenang yang kemudian dinikmati bersama-sama oleh warga dalam tradisi makan kembul atau purak bersama. Kegiatan ini menjadi simbol rasa syukur dan kebersamaan yang dijalin erat antarwarga.

Kepala Dusun Payan, Ketika seusai Jenang Suro.
Kepala Dusun Payan, Ketika seusai Jenang Suro.

Devi, Kepala Dusun Payan, mengungkapkan kebanggaannya atas partisipasi warganya. “Dalam kegiatan Festival Jenang Suro ini, kami membawahi dua RW yaitu RW 07 dan RW 08. Kami berharap dalam acara ini mendapatkan juara. Dan Alhamdulillah, bersyukur kami mendapat juara III,” tuturnya dengan penuh rasa syukur.

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/seni-budaya/bumiaji-lestarikan-tradisi-jenang-suro-wali-kota-batu-budaya-jadi-kekuatan-pariwisata/

Salah satu inovasi yang patut diapresiasi adalah peluncuran layanan ambulans gratis untuk warga Desa Punten. Layanan ini diperuntukkan bagi warga yang sedang mengalami kesulitan atau dalam keadaan darurat kesehatan. Fasilitas ini sepenuhnya gratis, termasuk biaya bahan bakar yang ditanggung oleh desa, meskipun harga BBM sedang mengalami kenaikan.

Tampak salah satu peserta festival Jenang Suro ketika membawa hasilnya kedalam gedung balai desa
Tampak salah satu peserta festival Jenang Suro ketika membawa hasilnya kedalam gedung balai desa

“Bapak dan Ibu tidak perlu memikirkan biaya bahan bakar; biayanya akan ditanggung oleh desa. Sopir ambulans juga sudah mendapatkan bimbingan teknis dari Dinas Kesehatan selama dua hari,” jelas Kepala Desa. Masyarakat yang membutuhkan dapat menghubungi perangkat desa setempat atau langsung menghubungi Kepala Desa jika perangkat desa lambat merespons.

Terselenggaranya acara yang berskala lebih besar ini bermula dari inisiatif dan dorongan warga setempat, di mana pihak penyelenggara atau desa bertindak sebagai fasilitator. Pendanaan acara menggunakan skema kolaborasi, yakni berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) yang dipadukan dengan dana swadaya dari masyarakat.

Tampak tempat Penyajian Jenang Suro yang bagus.
Tampak tempat Penyajian Jenang Suro yang bagus.

Perlu digarisbawahi bahwa perayaan Satu Suro ini memiliki esensi yang berbeda dengan acara Selamatan Desa. Selamatan Desa merupakan tradisi terpisah yang biasanya rutin diselenggarakan pada bulan Ruwah, menjelang ibadah puasa Ramadan. Perbedaan ini menunjukkan kekayaan khazanah budaya lokal yang tetap dijaga kelestariannya.

Gus Gendeng ketika memberikan pencerahan pencerahan rohani nya.
Gus Gendeng ketika memberikan pencerahan pencerahan rohani nya.

Dalam ceramahnya, seorang tokoh agama mengingatkan jamaah tentang pentingnya memperbesar rasa syukur ke hadirat Allah Swt. “Siapa yang memperbesar rasa syukurnya, Tuhan pencipta semesta alam akan menambahkan apa yang menjadi maksud dan tujuan kita,” pesannya dengan penuh ketulusan.

Ia juga mengajak masyarakat untuk merenungi nikmat kehidupan, mulai dari bangun tidur hingga menjalani aktivitas sehari-hari. “Mulai dari Anda bangun tidur sampai duduk di sini, apakah Anda bisa menghitung nikmat yang Anda rasakan hari ini? Tidak bisa. Saking banyaknya nikmat Allah, makanya Anda sampai lupa,” ujarnya mengingatkan.

Tampak antusias warga masyarakat Desa Punten memenuhi tempat Pengajian Umum.
Tampak antusias warga masyarakat Desa Punten memenuhi tempat Pengajian Umum.

Dengan mengusung semangat kebersamaan, peringatan Satu Suro tahun ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi lingkungan. Kepala Desa menyampaikan harapannya agar semangat dan kerukunan warga terutama umat Islam yang menjadi mayoritas di wilayah tersebut, dapat terus meningkat, serta tradisi baik ini dapat terus dilestarikan oleh generasi penerus di masa mendatang.

Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Peringatan Satu Suro tahun ini menjadi bukti nyata bahwa tradisi dan modernitas dapat berjalan beriringan, melahirkan sinergi yang memperkuat ikatan sosial dan nilai-nilai kebersamaan dalam masyarakat. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi yang telah terjalin, Desa Putat optimis dapat terus melestarikan warisan budaya sekaligus menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi seluruh warganya.

 

Penulis : Riadi. 

Editor : Tim Redaksi Pendidikannasional.id.

Array
Related posts
Tutup
Tutup