Kolaborasi Seni dan Disabilitas di Bumiaji Meriahkan Selendang Sari, Shindi 2025-2026

Kolaborasi Lintas Sektor di Bumiaji Sinergi Seni, Budaya, dan Disabilitas Mewujudkan Inklusi Sosial

Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Kecamatan Bumiaji kembali menunjukkan komitmennya dalam memajukan kebudayaan sekaligus mendorong inklusi sosial melalui program unggulan bertajuk “Selendang Sari”. Kegiatan yang berlangsung di Agro Televisi ( ATV ) Kota Batu ini menjadi simpul kolaborasi antara unsur seni, budaya, dan kelompok disabilitas yang difasilitasi secara aktif oleh pemerintah kecamatan. ( 10/02/2026 ). 

Program ini tidak hanya menjadi ajang ekspresi artistik, tetapi juga wujud nyata integrasi lintas forum masyarakat. Camat Bumiaji melalui jajarannya menghadirkan inovasi strategis dengan melibatkan kelompok disabilitas dalam setiap agenda pertunjukan. Kelompok tersebut tergabung dalam program Sindi (Shining Disabilitas) yang telah berjalan sejak tahun 2025 hingga 2026.

Camat Bumiaji, Thomas Maydo ketika ikut tampil di panggung ATV
Camat Bumiaji, Thomas Maydo ketika ikut tampil di panggung ATV
Group Pede ( Power Of Disabiliy ) ketika bersama Camat Bumiaji
Group Pede ( Power Of Disabiliy ) ketika bersama Camat Bumiaji

” Kecamatan Bumiaji dikenal memiliki ekosistem seni dan budaya yang dinamis. Berbagai forum strategis telah dibentuk sebagai wadah partisipasi publik, antara lain Forum Labuni yang menaungi lembaga adat, budaya, dan seni, serta Forum Disabilitas tingkat kecamatan. Ke depan, kedua forum tersebut akan diperluas jangkauannya dengan menggandeng Forum Pemerhati Lingkungan dan Sumber Mata Air, Forum UMKM, serta Forum Pemuda Lintas Agama.” Jelas Thomas Maydo. 

Kolaborasi lintas sektor ini dimaknai bukan sekadar kerja sama prosedural, melainkan sebuah harmoni sosial yang diharapkan menjadi “instrumen indah” dalam pembangunan kebudayaan yang berkeadilan.

Ketua Labuni, Sukadi beserta perwakilan Sanduk Mbatu Aji ketika bersama Camat Bumiaji
Ketua Labuni, Sukadi beserta perwakilan Sanduk Mbatu Aji ketika bersama Camat Bumiaji

Ketua Labuni ( Lembaga Adat Budaya dan Seni ) Bumiaji, Sukadi yang juga sebagai ketua Sandok Batu Aji Kecamatan Bumiaji, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan acara. Kelompok yang dipimpinnya membawa sekitar 30 orang peserta dan menampilkan suguhan seni yang dinilai sangat maksimal.

“Syukur Alhamdulillah, tadi penampilannya sangat-sangat maksimal. Harapan kami ke depan, tentu bisa lebih maksimal lagi,” ujarnya.

IBu Camat Bumiaji ketika didapuk jadi sinden
IBu Camat Bumiaji ketika didapuk jadi sinden, Lagu “Lestari” Jadi Doa Abadi bagi Rumah Tangganya

Semangat serupa disampaikan oleh Ibu Camat Bumiaji, Belli Yuriana,yang juga  seniwati didapuk sebagai sinden dalam pergelaran tersebut. Ia mengaku tidak dapat melukiskan kebahagiaannya karena kembali diberi ruang berkarya setelah lama berkecimpung di dunia seni sejak usia empat tahun.

“Saya orang Jawa asli, dan ini adalah kesempatan untuk nguri-uri budaya. Saya membawakan empat lagu, dan yang paling berkesan adalah lagu ‘Lestari’. Selain mengasah olah vokal, lagu ini memiliki pesan cinta yang abadi,” tuturnya.

Baca Juga :  https://pendidikannasional.id/daerah/polda-jatim-ramp-check-ketat-seluruh-kru-bus-po-duta-prima-dinyatakan-bebas-narkoba/

Ia juga berharap agenda kebudayaan tidak berhenti di tingkat kecamatan, tetapi dapat meluas hingga ke luar kota, sejalan dengan visi misi Walikota Batu dalam memajukan kebudayaan daerah.

Perwakilan Sanduk ketika bersama Camat Bumiaji
Perwakilan Sanduk Putri Sawunggaling ketika bersama Camat Bumiaji

Partisipasi tidak hanya datang dari internal Kecamatan Bumiaji. Ibu Wiwik Susanti, salah satu anggota Grup Putri Sawunggaling asal Junrejo, turut hadir membawa semangat kolaborasi. Ia menyampaikan kegembiraannya dapat ambil bagian dalam acara rutin yang digelar setiap Selasa tersebut.

“Saya sangat senang bisa ikut memeriahkan. Harapan saya, ke depan semua grup Sanduk se-Kota Batu dapat tampil bersama. Saat ini baru sebagian kecil dari Junrejo yang terlibat, ke depan kami ingin seluruh grup bisa berkolaborasi di Balai Kota Among Tani,” jelas Ibu Wiwik.

Salah satu perwakilan Sanduk yang lainya ketika bersama Camat Bumiaji.
Salah satu perwakilan Sanduk yang lainya ketika bersama Camat Bumiaji.

Secara keseluruhan, kegiatan ini diikuti lebih dari 200 orang peserta yang merupakan gabungan dari Kecamatan Bumiaji dan Junrejo. Dukungan penuh dari pemerintah kecamatan dan forum-forum masyarakat menjadi fondasi utama terselenggaranya ruang ekspresi yang inklusif dan partisipatif.

Lihat Juga :  https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Dengan mengusung moto “Everyone Can Fly”, program Shining Disabilitas tidak hanya menjadi simbol pemberdayaan, tetapi juga pijakan etik bahwa setiap warga, tanpa kecuali, berhak terbang meraih asa melalui seni dan budaya.

( Ria ).

Array
Related posts
Tutup
Tutup