Percasi Kota Batu Gelar Kejurkot Catur 2026, Optimalkan Pemetaan Atlet Demi Regenerasi Berkelanjutan
Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Guna memperkuat peta persebaran dan kualitas atlet catur secara sistematis, Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Batu telah menyelesaikan penyelenggaraan Kejuaraan Kota (Kejurkot) Catur Tahun 2026. Ajang kompetisi yang dipusatkan di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji tersebut berhasil menarik ratusan pecatur dari berbagai penjuru wilayah kota. Kejurkot dirancang bukan sekadar sebagai ajang kompetisi temporer, melainkan sebagai instrumen strategis dalam struktur pembinaan olahraga catur yang berjenjang dan berkelanjutan di Kota Batu. (11/02/2026 ).
Ketua Umum Percasi Kota Batu, Arief As Siddiq, dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa kejuaraan ini merupakan bagian integral dari program kerja rutin organisasi. Tujuannya adalah melakukan pemetaan (mapping) dan pembinaan (coaching) atlet secara metodologis.

“Fungsi utama Kejurkot adalah sebagai alat ukur perkembangan (benchmarking) dan laboratorium pertandingan bagi atlet. Kami ingin memastikan ekosistem pembinaan catur di Kota Batu bergerak secara terstruktur, dimulai dari identifikasi bakat, pembinaan berkelanjutan, hingga pematangan mental bertanding. Melalui ajang ini, kami dapat melakukan asesmen objektif terhadap perkembangan kemampuan para atlet, dengan fokus khusus pada kategori usia dini dan pelajar yang merupakan pondasi regenerasi,” papar Arief dengan lugas.
Pernyataan tersebut mendapat respons positif dan apresiasi dari pihak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batu. Iwan, salah satu perwakilan KONI yang hadir dalam acara tersebut menyatakan bahwa inisiatif Percasi Batu sangat sejalan dengan visi besar KONI dalam membangun basis atlet lokal yang kokoh.

“Kami mengapresiasi langkah progresif Percasi. Kompetisi berbasis usia seperti ini merupakan model yang efektif untuk menyaring dan mempersiapkan atlet sejak dini. Hasil dari pemetaan ini akan sangat berharga sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan program jangka menengah, termasuk persiapan menghadapi ajang-ajang bergengsi seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur. Penguatan dari akar rumput (grassroot) adalah kunci keberlanjutan prestasi olahraga suatu daerah,” jelas perwakilan KONI tersebut.
Dari sisi penyelenggaraan, Ketua Panitia Kejurkot melaporkan bahwa antusiasme peserta pada tahun ini menunjukkan tren positif yang signifikan. Kejuaraan dibagi dalam beberapa kategori umur, seperti kategori anak-anak, remaja, dan dewasa. Pembagian ini, menurutnya, diterapkan untuk memastikan prinsip keadilan kompetitif (competitive fairness) dan untuk memetakan potensi atlet secara lebih spesifik berdasarkan tahap perkembangan.


“Dengan segmentasi kategori yang jelas, kita tidak hanya menyajikan pertandingan yang adil, tetapi juga memperoleh data yang lebih terperinci tentang kekuatan dan kelemahan atlet di setiap kelompok usia. Data ini menjadi krusial untuk menyusun program latihan yang tepat guna (right on target),” urainya.

Pemilihan Desa Bulukerto sebagai lokasi penyelenggaraan juga mengandung dimensi strategis dalam mendekonstrupsi sentralisasi pembinaan olahraga. Kepala Desa Bulukerto, Suhermawan, mengungkapkan kebanggaan dan komitmennya.
“Penunjukan Bulukerto sebagai tuan rumah adalah sebuah kehormatan dan momentum. Ini adalah bentuk pengakuan bahwa potensi olahraga, termasuk catur, tersebar hingga ke tingkat desa. Kegiatan ini tidak hanya sekadar turnamen, tetapi juga berfungsi sebagai media edukasi dan motivasi bagi anak-anak muda kami untuk mengembangkan minat pada olahraga yang mengasah strategi dan ketelitian ini,” kata Suhermawan.


Lebih lanjut, Suhermawan menyampaikan harapan yang visioner. “Kami berharap dari desa ini dapat lahir master catur baru yang mampu menembus kompetisi tingkat nasional bahkan internasional. Atlet yang berasal dari desa membawa cerita dan semangat tersendiri. Pemerintah Desa Bulukerto berkomitmen penuh untuk mendukung kegiatan olahraga yang memiliki dampak positif terhadap pembentukan karakter generasi muda, seperti kedisiplinan, sportivitas, dan kemampuan berpikir kritis yang dikembangkan melalui catur.”imbuhnya.

Secara keseluruhan, Kejurkot Catur Kota Batu 2026 telah melampaui makna sebuah turnamen konvensional. Ajang ini berhasil diposisikan sebagai sebuah mekanisme sistematis dalam siklus pembinaan olahraga: identifikasi, kompetisi, evaluasi, dan pengembangan lanjutan. Langkah ini merepresentasikan pendekatan yang lebih akademis dan terencana dalam pengelolaan olahraga daerah, di mana setiap kegiatan dirancang untuk berkontribusi secara langsung terhadap peta jalan (roadmap) prestasi.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Dengan adanya sinergi yang kuat antara Percasi sebagai penggagas, KONI sebagai fasilitator kebijakan, dan Pemerintah Desa sebagai penyangga infrastruktur sosial, diharapkan Kota Batu dapat membangun pipeline atlet catur yang mumpuni. Pipeline ini diharapkan tidak hanya menghasilkan peserta, tetapi juara-juara yang suatu hari nanti mampu mengukir prestasi dan membawa nama Kota Batu dalam kancah olahraga catur regional dan nasional, sekaligus menjadikan catur sebagai salah satu ikon prestasi intelektual masyarakat Batu.
( Ria ).




