Polisi melakukan kunjungan ke sekolah di Batu. Untuk menyampaikan informasi tentang anti kekerasan seks. Pelecehan di lingkungan sekolah. Ini dilakukan untuk memberikan pemahaman yang lebih luas, kepada siswa tentang masalah tersebut.

Pada segala tempat, kekerasan seks dan intimidasi masih sering terjadi di Kota Batu. Yang mana anak-anak sering menjadi korban dari pelaku kejahatan. Banyak orang sudah ditahan masuk penjara, namun kejahatan ini masih terus terjadi dengan kejam. Perhatian terhadap hal ini tentu melibatkan berbagai pihak, termasuk Kepolisian.
Pada hari ini, Selasa (11/6/2024), Tim Psikologi Kepolisian dari Polres Batu. Mengadakan sosialisasi Psikoedukasi pada sekolah dan Pondok Pesantren Al Irsyad Kota Batu.Serta SMA NU 1 Pujon Kabupaten Malang. Acara ini bertema “Analisis Kekerasan Seksual dari Sudut Pandang Psikologis” dan melibatkan Bagian SDM.
Dalam acara yang dipimpin oleh.Wakapolres Kompol Jeni al Jauza, yang mewakili Kapolres Batu, turut dihadiri oleh Ksb Pers, Ksb Binkar, Kasi Humas, dan anggota lainnya yang memberikan informasi, tentang tingginya kasus kekerasan yang masih terjadi.
Lihat Juga : https://youtu.be/ks6PPC03Z4g?si=ABVESuyhiSvGjmnt
Kompol.Jeni Al Jauza memberikan penjelasan kepada banyak santri, mengenai betapa pentingnya untuk memahami makna dari kekerasan seksual terhadap anak. Serta juga berbagai macam bentuk kekerasan seksual yang bisa terjadi pada anak. Setelah itu, metode pelaksanaan dan upaya pencegahannya kemudian mengevaluasi kekerasan seksual dari sudut pandang psikologis.
Kami melakukan penyuluhan, kepada siswa SMA dan Santri Pondok, tentang kekerasan seksual. Materi penyuluhan meliputi berbagai macam kekerasan seksual. Cara-cara pencegahannya, serta pandangan psikologis terhadap fenomena kekerasan seksual. Seperti yang diungkapkan oleh Wakapolres.
Menurut informasi yang dikumpulkan oleh. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen-PPPA), dari tanggal 1 Januari hingga 27 September 2023. Terdapat 19. 593 insiden kekerasan, yang terjadi pada seluruh wilayah Indonesia. Maka Indonesia, orang-orang yang menjadi korban kekerasan umumnya berusia antara 13-17 tahun.Dengan total sebanyak 7. 451 orang yang terkena dampaknya.
Menurut SIMFONI-PPA (kemenpppa, 2023). Terdapat 14. 759 kasus kekerasan seksual. Yang tercatat pada tahun 2023. Dari jumlah tersebut, 2. 888 kasus kekerasan seksual terdapat pada laki-laki. Sedangkan 13. 162 kasus kekerasan seksual, dialami oleh perempuan.
“Sosialisasi tentang kekerasan seks. Bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah, yang aman dan nyaman bagi para pelajar. Sehingga dapat mencegah timbulnya, berbagai bentuk kekerasan pada lingkungan sekolah.” Kata Kompol Jeni.
Baginya.Aktivitas tersebut penting, untuk memastikan keamanan diri dan mencegah terjadinya tindakan kekerasan seksual.
“Kami berharap agar orang tua. Pengasuh, guru, dan orang-orang yang berada pada area sekitar, terus mempromosikan jenis sosialisasi seperti ini. Agar anak-anak kita dapat terus berkembang, dalam lingkungan yang damai, dan mampu mencegah serta mengidentifikasi tanda-tanda kekerasan yang mungkin timbul. Kita akan menciptakan generasi yang pintar untuk masa depan yang gemilang bagi negara,” ungkapnya.
Menyambut pelaksanaan Pilkada 2024. Wakapolres juga mengajak murid dan santri. Untuk memperhatikan kondisi kesehatan, agar dapat menggunakan hak suara mereka dalam pemilihan Walikota Batu. Serta Bupati Malang, dalam Pilkada serentak yang akan diselenggarakan pada bulan November nanti.
Kompol Jeni menekankan bahwa. Pentingnya menjaga kesehatan dan mengingatkan, bahwa sebentar lagi Kota Batu, dan kabupaten Malang akan mengadakan acara besar. Dia juga mengajak untuk menggunakan hak pilih dalam Pilkada serentak.




