Forum Keluarga Eks Timor Timur Silaturahmi dengan Wakil Wali Kota Batu, Pererat Persaudaraan Lintas Generasi
Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID — Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai pertemuan Forum Keluarga Eks Timor Timur yang digelar di Rumah Dinas Wakil Wali Kota Batu, Jalan Trunojoyo, Kelurahan Songgokerto, Kota Batu, pada Sabtu (27/6/2026). Kegiatan yang berlangsung pada pagi hari ini menjadi momen penting bagi masyarakat eks Timor Timur yang kini berdomisili dan berkarya di Kota Batu untuk saling bertemu, berbagi cerita, serta mempererat tali silaturahmi yang telah lama terjalin.
Pertemuan yang bersifat santai dan akrab ini diinisiasi oleh Ketua Perwosi Kota Batu, Fridha Heli Suyanto, yang memiliki latar belakang pernah tinggal di Timor Timur. Kegiatan ini menjadi wadah bagi para perantau asal Timor Timur untuk melepas rindu dan mengenang masa lalu, sembari membangun kembali ikatan persaudaraan yang sempat terpisah oleh waktu dan jarak.

Ketua Panitia, Evgerico Barreto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pertemuan ini berawal dari keinginan kolektif untuk mengumpulkan kembali warga eks Timor Timur yang tersebar di berbagai penjuru Kota Batu.
“Kegiatan ini merupakan inisiasi dari Ketua Perwosi Kota Batu yang dahulu pernah tinggal di Timor Timur, sehingga mengumpulkan warga masyarakat Timor Timur ini untuk memupuk rasa persaudaraan yang erat,” ujar Evgerico.

Ketua Perwosi Kota Batu, Fridha Heli Suyanto, menuturkan bahwa rencana pertemuan ini sebenarnya telah lama digagas.
“Pembahasan ini sebenarnya sudah dimulai sejak beberapa bulan yang lalu. Waktu itu saya mendengar bahwa di sini banyak sekali orang dari tim-tim. Lalu saya tanggapi, ‘Lho, kenapa tidak dikumpulkan saja?’,” kenang Fridha. Setelah melalui berbagai koordinasi dan komunikasi dengan para tokoh masyarakat eks Timor Timur, akhirnya terjadilah pertemuan bersejarah ini.

Fridha Heli Suyanto menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan persaudaraan di antara mereka yang memiliki latar belakang serupa sebagai perantau.
“Harapan ke depannya, kita bisa saling kompak sebagai saudara. Sebab dulu saat masih di tim-tim, kita sudah seperti keluarga sendiri karena kita semua di sini adalah perantau,” ungkapnya dengan penuh haru. Ia juga mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan forum ini sebagai wadah melepas rindu dan berbagi pengalaman.

Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, S.H., M.H., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran seluruh peserta. Ia mengingatkan kembali tujuan awal pertemuan ini, sebagaimana pernah disampaikan oleh Thomas Maydo, yaitu mengumpulkan kembali Tulang Tulang yang terpisah (“balong-balong yang berceceran” Bhs. Jawa ) agar tidak lagi terpisah-pisah.
“Bapak dan Ibu sekalian, saya ucapkan terima kasih dan selamat datang di rumah dinas. Mohon maaf jika kami hanya bisa memberikan fasilitas seadanya. Namun, esensinya bukan pada fasilitas itu. Ketika teman-teman serta Bapak dan Ibu sekalian berkumpul di sini, pastinya memori dan nostalgia masa lalu akan kembali bermunculan,” tutur Heli Suyanto.


Dalam kesempatan yang sama, Heli Suyanto berbagi cerita tentang keterlibatan ayah mertuanya yang pernah bertugas di Kementerian Pekerjaan Umum dan ditempatkan di Dili selama kurang lebih delapan tahun, turut membangun berbagai infrastruktur di Timor Timur. Keberadaan sang ayah yang hafal dengan daerah-daerah di Timor Timur menjadi saksi sejarah perjalanan hubungan kedua wilayah.
“Cerita dari Papa yang paling berkesan dan mendalam adalah terkait momen jajak pendapat dulu. Meski Timor Timur harus lepas dari Indonesia, sejatinya silaturahmi dan hati orang-orang Timor Timur yang masih tinggal di sana maupun orang Indonesia di sini tetaplah satu. Saya belum pernah ke sana, namun saya melihat di beberapa literatur dan video bahwa bahasa Indonesia ternyata masih digunakan di sana. Hal itu menandakan bahwa di lubuk hati yang terdalam, masih ada ikatan dan kecintaan terhadap Indonesia,” ungkapnya dengan penuh makna.

Heli Suyanto berharap bahwa pertemuan-pertemuan seperti ini dapat menjadi obat rindu bagi para eks Timor Timur terhadap tanah kelahirannya. “Kalau kita terus bersedih meratapi kisah perpisahan Timor Timur dan Indonesia, memori itu tidak akan pernah ada habisnya. Namun, dengan hadirnya Bapak dan Ibu sekalian dalam pertemuan-pertemuan seperti ini, saya rasa ini bisa menjadi pengobat rindu,” tambahnya.
Sekretaris Forum Keluarga Eks Timor Timur, Thomas Maydo, S.Sos., mengungkapkan bahwa kegiatan ini tidak akan berhenti di sini. Ke depan, forum ini berencana untuk membentuk kembali suatu wadah kerukunan dan kebersamaan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

“Kami mengucapkan terima kasih yang mana sudah difasilitasi tempat untuk memupuk rasa kekeluargaan, yang bertujuan guna mempererat rasa persaudaraan yang erat, di mana bisa bertemu semakin dekat bersama Wakil Wali Kota Batu, juga Ketua Perwosi Kota Batu menciptakan kedekatan secara emosional antar sesama warga masyarakat,” ujar Thomas Maydo.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Pertemuan yang dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari pensiunan hingga generasi muda eks Timor Timur, berlangsung dengan penuh keakraban dan diakhiri dengan doa bersama untuk para pejuang yang telah mendahului. Acara ini menjadi bukti nyata bahwa ikatan persaudaraan melampaui batas wilayah dan waktu, serta tetap terjaga melalui silaturahmi yang tulus dan berkesinambungan.
Penulis : Riadi.
Editor : Tim Redaksi Pendidikannasional.id.




