Syukuran Warga Baru PSHT Cabang Batu Rayon Pesanggrahan. Merayakan Kebersamaan dan Semangat Baru di Awal Tahun Hijriah
Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Gema suka cita dan rasa syukur mengiringi acara Syukuran Warga Baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Batu Rayon Pesanggrahan, yang digelar di Gantangan Mayang Sari, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Jawa Timur. Acara yang rutin diselenggarakan ini bukan sekadar tradisi, melainkan bukti kesyukuran atas bertambahnya keluarga besar PSHT yang berpusat di Madiun. ( 25/07/2025 ).
Merajut Kebersamaan, Memupuk Rasa Syukur. Ketua Rayon Pesanggrahan, Mas Joko Santoso, menyampaikan kebanggaannya atas keberhasilan rayonnya dalam mengantarkan para siswa menjadi bagian dari PSHT. “Ini adalah anugerah. Setiap anggota baru adalah tanggung jawab kita bersama untuk dibina, bukan hanya secara fisik, tetapi juga mental dan spiritual,” ujarnya Joko dengan semangat.

” Kami mengucapkan terimakasih kepada kadhang-kadhang semuanya yang hadir dalam kegiatan tasyakuran warga baru.
Dalam kesempatanya Kepala Desa Pesangrahan yang diwakili oleh Ketua RW 08 Dusun Serbet Timur Syaiful Anwar, mengapresiasi atas PSHT yang selama ini ikut berperan aktif dalam mewarnai budaya yang ada di Desa Pesanggrahan.

” Mari saling bersinergi menciptakan keamanan lingkungan di sekitar kita masing-masing, sehingga memberikan rasa aman serta nyaman kepada warga masyarakat. Harapan kedepan SH Terate ini tetap eksis dan jaya.” ungkap Syaiful
Ditempat yang sama sambutan dari perwakilan Warga Baru Rayon Pesanggrahan, Rasya mengucapkan, terima kasih yang sebesar besarnya atas selama ini di bimbing oleh mas dan mbak semuanya.

” Proses dari awal latihan hingga pengesahan merupakan perjuangan yang tidak ringan, sehingga menjadikan kami semakin menghargai apa itu arti dari sebuah persaudaraan. Kami siap menjaga sikap, dan nilai berbudi luhur serta terus belajar berbuat baik, siap saling menciptakan keamanan dan kenyamanan di tengah-tengah lingkungan masyarakat.” ujarnya.

Acara syukuran ini juga bertepatan dengan momentum Tahun Baru Islam , menjadikannya semakin bermakna. KangMas Sutrisno, Ketua Cabang PSHT Batu, dalam sambutanya yang di wakili oleh Wakil Ketua 1,Mas Tamiran menegaskan, “Selain menyambut warga baru, kita juga memaknai Muharam sebagai awal perjalanan baru. Mari jadikan ini sebagai momen introspeksi dan penguatan persaudaraan.”
Tak kalah menginspirasi, KangMas Drs. Suyono, Ketua Dewan PSHT Cabang Batu, menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur organisasi. “PSHT bukan sekadar perguruan silat, tetapi sekolah kehidupan. Di sini, kita belajar rendah hati, disiplin, dan pantang menyerah. Jadilah anggota yang membawa manfaat bagi masyarakat.”

” Menyikapi dengan adanya apa yang tersebar melaui medsos tentang perihal organisasi, maka kita yang didaerah tetap fokus pada kegiatan latihan masing masing dan masih pada bulan muharam mari kita berdoa yang ditujukan kepada leluhur-leluhur serta keselamatan organisasi.” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Ketua PSHT Cabang Batu beserta jajaran pengurus, Ketua Dewan PSHT Cabang Batu beserta anggota, Ketua Ranting Batu, Ranting Pujon, Ranting Ngantang, Rayon Sumberjo, Rayon Pesanggrahan, Rayon Oro- Oro Ombo, Pamter. Kepala Desa Pesanggrahan yang di wakili oleh Ketua RW 08 Dusun Serbet Timur

Suasana semakin meriah dengan tausiyah dari Gus Nurkolis yang menjelaskan perihal filosofi apa yang ada dilambang PSHT, gambar Hati, Pedang dan lain sebagainya.
” Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) bukan sekadar organisasi bela diri, tetapi sebuah jalan untuk mengenal diri sendiri melalui prinsip kesetiaan pada hati nurani. Lambang Hati yang menjadi simbol SH Terate bukanlah sekadar gambar, melainkan cerminan dari filosofi hidup yang dalam:

1. Hati sebagai Simbol Cinta Sejati.
Cinta dalam SH Terate bukan diukur melalui kata-kata atau materi, tetapi melalui ketulusan dan kesetiaan pada nilai kebenaran. Hati melambangkan cinta yang aktif bukan hanya perasaan, tetapi tekad untuk tidak menganiaya diri sendiri atau orang lain, baik melalui pikiran, ucapan, maupun tindakan.
2. Setia pada Hati sama dengan Setia pada Jati Diri. “Setia Hati” berarti berpegang teguh pada suara hati yang murni, jauh dari kepalsuan dan nafsu egois. Ini adalah seni mendengarkan diri sendiri : ketika seseorang jujur pada hatinya, ia akan menemukan kekuatan untuk membedakan benar-salah, pantas dan tidak pantas, tanpa terombang-ambing pengaruh luar.

3. SH Terate sebagai Cermin Diri. Lambang Hati dalam SH Terate adalah pengingat bahwa latihan fisik (olah kanuragan) harus seimbang dengan olah rasa dan olah pikir. Setiap jurus, gerakan, dan disiplin dalam perguruan ini adalah sarana untuk menempa karakter, mengasah kepekaan, dan menyelaraskan tindakan dengan suara hati.
4. Cinta yang Menyeluruh.
Cinta ala SH Terate bersifat universal:
– Cinta pada sesama: Persaudaraan tanpa syarat, seperti falsafah “saling asah, asih, asuh”.
– Cinta pada alam: Menjaga harmoni dengan lingkungan.
– Cinta pada kebijaksanaan: Hati yang setia akan selalu haus belajar.

Keunikan SH Terate terletak pada pendekatannya yang nyata tetapi penuh makna. Setiap anggota diajak untuk menjadi “hati yang berani”tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga berintegritas, rendah hati, dan mampu menjadi cahaya bagi sekitar.
Baca Juga : https://pendidikannasional.id/nasional/presiden-prabowo-luncurkan-logo-dan-tema-hut-ke-80-ri/
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
“Hati adalah kompas. Jika kau setia padanya, kau tak akan pernah tersesat.” Gus Nur Kolis.
Syukuran Warga Baru PSHT Rayon Pesanggrahan kali ini bukan sekadar seremonial, melainkan pengukuhan komitmen untuk terus melestarikan warisan budaya dan nilai-nilai persaudaraan. Dengan semangat Muharam, keluarga besar PSHT siap melangkah lebih maju, membawa dampak positif bagi masyarakat Batu dan sekitarnya.
“Satu Hati, Satu Tekad: PSHT Jaya!”
( Humas PSHT Cabang Batu )
Editor : Ria


Syukuran Warga Baru PSHT Cabang Batu Rayon Pesanggrahan ( Foto : istimewa ). 
