Ketum KPJ Anto Baret Silaturahmi ke Kota Batu, Apresiasi Perkembangan Seniman Jalanan yang Makin Berdaya
Batu,PENDIDIKANNASIONAL.ID – Ketua Umum Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ), Anto Baret, melakukan kunjungan kerja sekaligus silaturahmi ke Kota Batu pada Kamis malam, 2 Juli 2026. Kunjungan ini bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-6 Istana Karya Difabel yang berlokasi di Jalan Mustari, yang juga merupakan sekretariat KPJ Kota Batu. Kedatangan Anto Baret tidak hanya bersifat seremonial, namun membawa angin segar berupa dukungan moril yang kuat bagi seluruh insan seniman jalanan di wilayah tersebut.
Suasana akrab dan hangat tampak menyelimuti pertemuan malam itu. Anto Baret yang akrab disapa Mas Anto, datang dengan niat tulus untuk menjalin komunikasi yang erat serta meninjau secara langsung perkembangan ekosistem KPJ di Kota Batu. Ia menegaskan bahwa silaturahmi adalah fondasi utama bagi keberlangsungan organisasi, khususnya di tengah dinamika dunia seni yang terus bertransformasi.

“Kunjungan ini adalah wujud nyata bahwa kami di pusat sangat peduli dengan kawan-kawan di daerah. Kami tidak hanya ingin mendengar kabar dari kejauhan, tetapi melihat langsung semangat dan karya yang mereka hasilkan. Alhamdulillah, apa yang kami saksikan di Kota Batu sungguh di luar ekspektasi,” ujar Anto Baret saat ditemui di sela-sela acara.
Dalam kesempatan tersebut, Anto Baret menyoroti sejumlah capaian signifikan yang telah diraih oleh KPJ Kota Batu. Menurutnya, transformasi dari sekadar komunitas seniman jalanan menjadi entitas yang lebih produktif dan mandiri patut diacungi jempol.
“Saya melihat perkembangan yang sangat pesat di sini. KPJ Kota Batu kini tidak hanya berkutat pada aktivitas performansi di jalanan, tetapi telah merambah pada sektor ekonomi kreatif, seperti hadirnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dikelola oleh anggota KPJ. Lebih dari itu, beberapa anggota juga telah memproduksi rekaman lagu-lagu orisinal, bahkan membuka layanan jasa rekaman bagi masyarakat umum yang ingin mewujudkan karya musiknya,” paparnya dengan nada optimis.
Baca Juga : https://pendidikannasional.id/daerah/kpj-kota-batu-kedatangan-anto-baret-ketua-umum-kpj/
Anto Baret menilai, langkah diversifikasi ini merupakan indikator kemajuan yang esensial. Ia mengapresiasi inisiatif anggota KPJ yang tidak hanya pasif menunggu panggung, tetapi justru menciptakan panggung mereka sendiri melalui produksi karya dan layanan jasa. “Ini bukti bahwa seniman jalanan mampu beradaptasi dan menjadi pelaku industri kreatif yang sesungguhnya. Jaman sekarang, jika ada anggota KPJ yang memiliki kapasitas dan berani mencalonkan diri dalam kontestasi politik, hal itu adalah bagian dari proses pendewasaan organisasi. Kita harus saling mendukung selama itu untuk kebaikan bersama,” tegasnya.

Di sisi lain, Muhammad Basori, yang akrab disapa Alex KPJ, selaku salah satu pembina KPJ Kota Batu, juga menyampaikan harapan besarnya bagi masa depan komunitas ini. Baginya, kunjungan Ketua Umum bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah pengingat akan tanggung jawab moral untuk terus berkarya.
“Semoga ke depannya, seluruh saudara kita yang mencari nafkah di jalanan dapat terus berkarya dan berdaya secara mandiri. Pesan dari Mas Anto Baret sangat jelas: jalanan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah medium. Jalanan bisa menjadi media bisnis, media ekspresi, dan panggung kehidupan. Yang terpenting, kita harus tetap rukun dalam berkarya dan terus menguatkan kemandirian,” tutur Basori dengan penuh semangat.
Pernyataan Basori sekaligus menggarisbawahi esensi dari filosofi KPJ yang menjunjung tinggi solidaritas dan keberdayaan. Ia menambahkan bahwa keberadaan Istana Karya Difabel sebagai sekretariat bersama adalah bukti nyata inklusivitas, di mana seniman dengan berbagai latar belakang dapat bersatu dan saling menginspirasi.
Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif dengan anggota KPJ Kota Batu. Anto Baret dengan sabar mendengarkan aspirasi, keluhan, dan mimpi besar para anggota. Ia merespons dengan memberikan sejumlah masukan strategis, terutama optimalisasi media digital sebagai alat promosi.

“Kita hidup di era digital. Jangan takut dengan perubahan. Rekamlah karya kalian, sebarkan melalui platform-platform yang ada, karena itu adalah salah satu cara untuk mengabadikan eksistensi. Karya yang baik tidak akan pernah mati, dan kitalah yang harus menjaganya tetap hidup,” tambah Anto.
Sebagai penutup, Anto Baret menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program-program pemberdayaan di tingkat cabang. Ia berjanji akan memfasilitasi pelatihan-pelatihan teknis produksi musik dan manajemen bisnis bagi anggota KPJ Kota Batu sebagai tindak lanjut dari kunjungan ini.
Peringatan HUT ke-6 Istana Karya Difabel pun berlangsung khidmat, diwarnai dengan pentas seni akustik yang dibawakan langsung oleh anggota KPJ. Sederet lagu-lagu perjuangan dan lagu ciptaan sendiri mengalun merdu, mengukuhkan bahwa meskipun berawal dari jalanan, gairah seni mereka mampu menembus batas ruang dan waktu, menginspirasi banyak pihak untuk melihat seniman jalanan sebagai pilar kebudayaan yang patut dibanggakan.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Kunjungan Anto Baret kali ini bukan hanya sebuah perjalanan fisik, tetapi sebuah pernyataan bahwa solidaritas dan kerja keras adalah kunci untuk mengubah stigma menjadi prestasi. KPJ Kota Batu kini melangkah dengan percaya diri, membuktikan bahwa dari jalanan, karya besar bisa terlahir.
Penulis : Riadi.
Editor : Tim Redaksi Pendidikannasional.id.




