Perayaan HUT ke-6 Istana Karya Difabel Komitmen Pelayanan Inklusif di Kota Batu
Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID — Suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun ke-6 Istana Karya Difabel (IKD) Pusat Surabaya yang digelar di Sekretariat IKD Kota Batu, Jalan Mustari, pada Kamis (2/7/2026). Kegiatan yang berlangsung meriah ini menjadi momentum penting bagi penguatan solidaritas dan advokasi hak-hak penyandang disabilitas di Jawa Timur.
Acara yang dihadiri oleh Ketua IKD Pusat Surabaya, Adik Elektrik, Pembina IKD Batu, serta Ketua KPJ Batu beserta seluruh anggota difabel dari Surabaya dan Kota Batu ini menampilkan serangkaian kegiatan seni dan budaya sebagai bentuk unjuk kebolehan para penyandang disabilitas. Mulai dari Tari Remo yang memukau, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, hingga pertunjukan band musik menjadi suguhan yang menghibur sekaligus membuktikan kapabilitas luar biasa para difabel dalam berkarya.

Dalam sambutannya, Camat Bumiaji sekaligus Pembina IKD Kota Batu, Thomas Maydo, S.Sos., menyampaikan apresiasi mendalam terhadap seluruh pihak yang telah berdedikasi dalam memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas. Secara pribadi, Thomas mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan isu disabilitas sebagai orang tua dari anak penyandang disabilitas.
“Sejak awal tahun 2024 di Kecamatan Bumiaji, saya telah menginisiasi berbagai inovasi yang berfokus pada penyandang disabilitas. Pada kompetisi Zona Integritas minggu lalu, saya menegaskan bahwa pelayanan publik yang berfokus pada kelompok disabilitas adalah sebuah inovasi sejati, berbeda dengan pelayanan surat-menyurat biasa yang sudah menjadi standar umum,” tegas Thomas.

Ia menambahkan bahwa dalam melayani masyarakat, dibutuhkan lebih dari sekadar kemampuan fisik, melainkan kerja hati yang tulus. Pemerintah Kota Batu pun diharapkan dapat menjadikan program disabilitas sebagai unggulan dalam Zona Integritas.
Salah satu agenda penting yang diumumkan dalam perayaan ini adalah peluncuran forum baru bernama BODI (Bolo Disabilitas) yang direncanakan dalam satu hingga dua minggu ke depan. Forum ini merupakan hasil kesepakatan bersama rekan-rekan jurnalis dan forum disabilitas untuk menciptakan wadah kolaborasi yang profesional dan transparan.

“BODI terbuka bagi siapa saja mulai dari petani, nelayan, pengemudi ojek, pedagang bakso, anggota Polri, hingga pengusaha. Siapa pun yang terpanggil dapat bergabung untuk mendampingi saudara-saudara kita yang difabel,” jelas Thomas.
Forum ini akan dikelola dengan prinsip transparansi penuh, di mana setiap anggaran atau donasi yang masuk akan dicatat dan dilaporkan secara terbuka sesuai peruntukannya. Dengan adanya wadah ini, kegiatan terkait disabilitas tidak lagi bergantung sepenuhnya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan mengandalkan gotong royong dan partisipasi masyarakat.

Thomas juga menginformasikan keberadaan grup musik disabilitas bernama PD (Power of Disabilitas) yang berkolaborasi dengan forum Labuni (Lembaga Adat Budaya dan Seni Kecamatan Bumiaji) serta kelompok seni lainnya seperti Sanduk, Karawitan, dan Bantengan. Fasilitasi tim paduan suara dan karaoke khusus untuk anak-anak pun menjadi bagian dari upaya pengembangan bakat seni para difabel.
“Ke depannya, kita harus terus saling berbagi, berkomunikasi, dan memberikan masukan. Mari kita rancang kegiatan yang tidak sekadar menjadi formalitas atau seremonial belaka, tetapi kegiatan berkelanjutan yang mendukung kreativitas, pekerjaan, dan bakat para penyandang disabilitas,” ujar Thomas.

Sementara itu, Ketua IKD Pusat Surabaya, Adik Elektrik, menyampaikan harapannya agar perayaan ulang tahun IKD dapat terus diselenggarakan di Kota Batu. Ia berharap Kota Batu dapat menjadi barometer bagi para musisi dan seniman dari berbagai daerah.
“Kita berharap bisa mengundang seniman dari Jakarta, atau minimal mengundang Mas Anto Baret, untuk memantapkan posisi Kota Batu sebagai barometer kesenian,” ungkapnya.

Adik Elektrik juga memberikan semangat kepada Cak Yanto selaku Ketua IKD Kota Batu agar acara serupa dapat terus berkelanjutan. “Semoga momen ini bisa menjadi penyemangat bagi Cak Yanto selaku Ketua IKD Kota Batu. Semoga acara seperti ini dapat terus berkelanjutan,” tambahnya.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Perayaan HUT ke-6 IKD ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat sipil mampu menciptakan ekosistem inklusif yang memberdayakan penyandang disabilitas. Dengan semangat “Bersatu, Kita Bisa”, diharapkan berbagai inisiatif yang telah dirintis dapat terus berkembang dan menginspirasi daerah lain dalam mewujudkan pelayanan publik yang ramah disabilitas.
Penulis : Riadi.
Editor : Tim Redaksi Pendidikannasional.id.




