Kisah Nyata! Latihan PSHT Bantu Pemulihan Stroke hingga Gula Darah Turun Drastis di Malang
Malang, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Siapa sangka, di tengah kegiatan latihan silat tradisional, muncul kisah inspiratif tentang perubahan kesehatan yang dirasakan langsung oleh para pesertanya.
Hal ini terlihat dalam kegiatan Latihan Gabungan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) se-Cabang Batu, Malang Kota, dan Malang Kabupaten yang digelar di Dodikjur Rampal, Malang, beberapa waktu lalu.

Tak hanya menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menghadirkan cerita-cerita nyata tentang perbaikan kondisi kesehatan.
Salah satu kisah datang dari Bapak Karyadi, peserta dari Rayon Sumberpucung, Kabupaten Malang.
Ia mengaku merasakan perubahan signifikan setelah rutin mengikuti latihan selama kurang lebih satu tahun.
“Saya dulu mengalami stroke, tapi setelah ikut latihan secara rutin, kondisi saya berangsur membaik,” ujarnya.

Menurut pengakuannya, tingkat pemulihan yang ia rasakan sudah mencapai sekitar 90 persen. Meski demikian, ia menegaskan bahwa proses tersebut tidak instan dan membutuhkan konsistensi serta niat kuat.
Tak hanya itu, Karyadi juga memiliki riwayat gula darah tinggi. Ia menyebutkan bahwa sebelumnya kadar gula darahnya sempat mencapai angka 560 mg/dL. Setelah rutin berlatih, ia merasakan penurunan hingga sekitar 200 mg/dL.
Perubahan ini, menurutnya, tidak lepas dari kombinasi aktivitas fisik, pola hidup yang lebih teratur, serta dukungan lingkungan latihan yang positif.
“Ada perubahan yang saya rasakan. Badan jadi lebih ringan dan lebih sehat,” tambahnya.

Selain Karyadi, peserta lain bernama Antika dari Komisariat Arhanud Kota Batu juga membagikan pengalaman serupa. Ia mengaku kondisi tubuhnya menjadi lebih bugar setelah hampir satu tahun mengikuti latihan PSHT.
“Selain badan terasa lebih sehat, keluhan migrain yang dulu sering saya alami sekarang berangsur berkurang,” ujarnya.
Bagi Antika, latihan ini bukan hanya soal fisik, tetapi juga melatih kesabaran dan memperluas jaringan persaudaraan.

Ketua PSHT Cabang Malang Kabupaten, Kang Mas Joni, turut menanggapi berbagai pengalaman tersebut. Ia menjelaskan bahwa perubahan yang dirasakan peserta merupakan hasil dari proses latihan yang konsisten, disertai keyakinan dan doa.
“Setiap orang memiliki perjalanan masing-masing. Kami hanya memfasilitasi latihan dan kebersamaan. Soal hasil, tentu kembali pada usaha dan doa masing-masing,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa tidak ada unsur mistis dalam latihan yang dijalankan. Tradisi yang ada di PSHT, menurutnya, lebih kepada simbol dan bagian dari budaya.
“Intinya tetap pada doa dan keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tambahnya.
Baca Juga : https://pendidikannasional.id/daerah/kejuaraan-pencak-silat-piala-rektor-unipdu-2025/
Lebih lanjut, Kang Mas Joni menyebut bahwa lingkungan latihan yang suportif juga berperan besar dalam membantu peserta menjaga semangat dan konsistensi.
“Di sini bukan hanya latihan fisik, tapi juga membangun mental, disiplin, dan rasa persaudaraan,” ungkapnya.
Ia juga meluruskan bila ada yang mengaitkan kesembuhan ini dengan ritual-ritual tertentu.
“Di PSHT ada tradisi pengesahan menggunakan ayam jago, sirih, dan sebagainya. Namun inti dari semuanya adalah doa. Jika seseorang sembuh, itu karena doanya diijabah oleh Sang Pencipta.”
Kang Mas Joni bahkan memberi contoh lain: seorang siswa di Lawang yang sempat mengalami cedera tulang rusuk parah hingga mengeluarkan nanah, tetap bertahan latihan. Kini ia sembuh total dan bahkan diterima menjadi anggota TNI.
“Kejadian ini baru saja terjadi pada pengesahan tahun 2025 kemarin,” tambahnya.
Latihan gabungan ini sendiri menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara anggota dari berbagai daerah. Selain latihan teknik, kegiatan ini juga diisi dengan interaksi sosial yang hangat.
Bapak Karyadi berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut karena manfaatnya dirasakan tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara sosial.
“Harapannya bisa terus diadakan, supaya kita bisa tetap berkumpul dan saling mendukung,” katanya.
Hal senada juga disampaikan Antika yang berharap nilai persaudaraan dalam PSHT semakin kuat.
“Semoga ke depan semakin banyak saudara dan kita bisa lebih sabar dalam menjalani proses,” ujarnya.
Kisah-kisah ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin, dikombinasikan dengan lingkungan yang positif, dapat memberikan dampak baik bagi kesehatan tubuh dan mental.
Meski demikian, para peserta juga menyadari bahwa setiap kondisi kesehatan memerlukan penanganan yang berbeda.
Mereka tetap menyarankan agar masyarakat berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Latihan seperti yang dilakukan di PSHT dapat menjadi salah satu bentuk ikhtiar tambahan dalam menjaga kebugaran tubuh, selama dilakukan dengan bijak dan sesuai kemampuan.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Di tengah kesibukan dan tekanan hidup modern, kegiatan seperti ini menjadi pengingat bahwa kesehatan tidak hanya dibangun dari pengobatan, tetapi juga dari kebiasaan hidup yang aktif, disiplin, dan penuh semangat kebersamaan.
Kisah dari Dodikjur Rampal ini pun menjadi inspirasi bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah sederhana: bergerak, berlatih, dan menjaga semangat untuk hidup lebih sehat.
Penulis: Tim Redaksi Pendidikan Nasional
Sumber: Liputan Langsung Latihan Gabungan PSHT di Dodikjur Rampal, Malang


Rutin Latihan PSHT, Peserta Ini Rasakan Perbaikan dari Stroke. ( Foto : Ilustrasi ). 
