Gebyar Festival UMKM Garda Satu Malang Raya Sinergi Membangun Ekonomi Kreatif dari Akar
Malang, PENDIDIKANNASIONAL.ID — Sebuah semangat kebangkitan ekonomi kreatif terpancar dari gelaran Gebyar Festival UMKM yang diselenggarakan oleh Garda Satu Malang Raya pada 4–5 Juli 2026. Bertempat di kawasan Taman Rekreasi Sengkaling, festival dua hari ini menjadi ajang ekshibisi sekaligus ruang kolaborasi bagi puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah binaan organisasi tersebut.
Acara yang berlangsung meriah ini tak sekadar menjadi panggung transaksi jual-beli, melainkan wadah pemberdayaan yang terintegrasi. Terdapat beragam kegiatan pendampingan yang menambah nilai acara, mulai dari santunan sosial dalam sesi pembukaan, kompetisi menyanyi gratis untuk masyarakat umum, hingga layanan pemeriksaan motor gratis dan stan terapi kesehatan yang ditempatkan di area belakang panggung. Festival ini diikuti oleh 30 hingga 40 pelaku UMKM dengan beragam produk, mulai dari kerajinan tangan, produk jadi siap pakai, aneka sabun, hingga kuliner khas daerah.

Lia Fitri, selaku Ketua Panitia Pelaksana, menjelaskan bahwa keterbatasan tempat menjadi alasan pembatasan jumlah peserta, meskipun jumlah binaan Garda Satu terhitung sangat besar. “Kami selalu terbuka bagi pelaku UMKM baru yang ingin bergabung dan dibina,” ujarnya.
Dalam kesempatanya Badrul Aini, Ketua Wilayah Jawa Timur Garda Satu, menegaskan bahwa UMKM terbukti menjadi penyangga utama ekonomi nasional, terutama saat krisis pandemi COVID-19 tahun 2020–2022 lalu. Garda Satu berkomitmen untuk tidak membiarkan pelaku UMKM hanya bertahan pada tataran jual-beli konvensional. Ke depan, organisasi ini mendorong pengembangan kapasitas, kolaborasi dengan sektor pariwisata, serta penguatan kemitraan dengan pemerintah.

Salah satu terobosan strategis yang direncanakan adalah kolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan melalui program Tenaga Kerja Mandiri (TKM), guna memberikan akses modal dan fasilitas usaha bagi anggota binaan. Garda Satu juga memfasilitasi sertifikasi halal gratis, izin PIRT, pendampingan hukum, serta kemudahan perizinan secara cuma-cuma. “Kami menjadi jembatan antara pelaku UMKM dengan pemerintah daerah dan pusat,” tegasnya. Rencana ekspansi pemasaran produk Malang Raya ke 38 kabupaten/kota di Jawa Timur pun menjadi agenda besar ke depan.
Dalam serangkaian Festival UMKM tersebut diisi selain memberikan santunan juga lomba menyanyi yang di ikuti oleh warga masyarakat.


Kompetisi menyanyi yang digelar gratis turut meramaikan festival. Imron Sadewo, salah satu juri, mengungkapkan bahwa standar penilaian berfokus pada ketepatan nada dan penjiwaan. Menurutnya, banyak peserta yang secara teknis sudah mumpuni, namun kedalaman emosi dalam membawakan lagu masih perlu diasah. Dirinya berharap ajang ini menjadi ruang regenerasi bagi talenta muda Malang. “Malang sudah cukup lama tak melahirkan bintang baru dengan mental juara. Festival seperti ini harus terus berlanjut,” pesannya.

Sementara itu salah satu pelaku UMKM yaitu Nur Hasanah pemilik usaha “Soto Ayam Berkah” asal Comboran Kota Lama, menjadi salah satu pelaku UMKM yang antusias. Perjalanan kulinernya dimulai sejak anak pertamanya masih kecil dengan berjualan keliling, hingga akhirnya menetap di Pasar Comboran. Kini, ia gencar mengikuti berbagai event dan bazar UMKM untuk memperluas jangkauan.
Melalui festival ini, ia berharap omzetnya meningkat dan dapat menambah modal usaha. “Semoga pembeli semakin ramai, dan hasilnya bisa dipakai untuk mengembangkan usaha,” harapnya. Rencana ekspansi ke depan mencakup pembukaan cabang di area kampus, kawasan pendidikan, dan pinggir jalan raya utama. Baginya, mendekati pusat keramaian adalah kunci pertumbuhan usaha.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Festival ini bukan sekadar ajang seremonial, melainkan cermin nyata bagaimana kolaborasi lintas sektor mampu menghidupkan ekonomi rakyat dan membangun ekosistem kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.
Penulis : Riadi.
Editor : Tim Redaksi Pendidikannasional.id.




