
https://katalog.inaproc.id/informasi-suara-indonesia
BERITA VERSI VIDIO
https://youtu.be/cJyhGKiOGw4?si=Ri8afRrvzzXGrEgk
Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Pemerintah Kota Batu bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) setempat secara resmi membuka Batu Street Food Festival (BSFF) #8 Tahun 2025. Acara yang berlangsung di Balai Kota Among Tani dari 20 hingga 22 November 2025 ini mengusung tema “Sae Ning Mbatu: Sae Ning Roso, Mbatu Ning Ati”.
Festival kuliner terbesar di akhir tahun ini menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung dengan menghadirkan ratusan menu premium dari hotel dan restoran bintang lima, namun dengan harga yang sangat terjangkau. Konsep “kuliner bintang lima, harga kaki lima” ini menjadi daya tarik utama yang konsisten ditawarkan BSFF.

Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi, mengapresiasi seluruh anggota yang berpartisipasi dan mendukung penuh penyelenggaraan event tahunan ini. “Batu Street Food Festival adalah komitmen kami untuk memajukan sektor kuliner dan pariwisata Kota Batu. Konsep ini telah menjadi ciri khas yang selalu dinantikan pengunjung,” ujar Sujud, Kamis (20/11).
BSFF #8 semakin meriah dengan kehadiran sejumlah chef ternama. PHRI menghadirkan Warga Kehormatan, Chef Una (MasterChef Indonesia season 10), yang kembali mengisi sesi live cooking. Tahun ini, festival juga diramaikan oleh kehadiran Chef Haesa dari Paquito.
Tidak hanya menyajikan kuliner lezat, BSFF #8 juga menawarkan beragam hiburan dan kompetisi. Mulai dari Lomba Menyanyi ASN, Lomba Bantengan, Cooking Competition, Eat Challenge, Fashion Show, hingga E-Sport dan Kids Coloring Competition turut memeriahkan tiga hari penyelenggaraan.
“Kami berharap dukungan masyarakat dan semua pihak terus mengalir, agar BSFF selalu menjadi event unggulan yang mengangkat pariwisata Kota Batu,” tambah Sujud.

Wali Kota Batu, Nurochman, dalam sambutannya menegaskan bahwa BSFF merupakan event kreatif yang menjadi wadah bagi chef lokal untuk menunjukkan keahliannya. Ia juga mengungkapkan langkah strategis Kota Batu untuk mendaftarkan diri ke jejaring UNESCO Creative Cities Network (UCCN) dalam kategori Kota Gastronomi pada 2027.
“Salah satu kekuatan Kota Batu adalah kuliner lokal. Tugas kita sekarang adalah mengangkat jati diri kuliner daerah. Misalnya, apakah nasi empok dengan mendol bisa kita tetapkan sebagai kuliner khas, lalu didaftarkan HAKI-nya dan menjadi menu resmi di hotel serta restoran,” jelas Wali Kota.

Nurochman juga mendorong adanya pengemasan yang lebih baik di tahun-tahun mendatang, sesuai dengan karakter kuliner Kota Batu. Ia berharap festival ini dapat semakin mempromosikan identitas gastronomi daerah dan dikembangkan bersama chef-chef andalan.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Selama tiga hari, pengunjung dapat menikmati ratusan pilihan menu, menyaksikan atraksi memasak langsung dari chef terkenal, mengikuti kompetisi seru, serta berfoto di spot-spot instagramable yang tersebar di seluruh area festival.
BSFF #8 tidak hanya menjadi ajang berburu kuliner yang menyenangkan, tetapi juga diharapkan dapat memperkuat posisi Kota Batu sebagai destinasi wisata gastronomi unggulan di Jawa Timur.
Sumber : Diskominfo Kota Batu
( Ria ).




