Haru, Bahagia, dan Tawa Mewarnai Pisah Sambut Camat Pujon. Dari “Angon Sapi” hingga Nasihat “Jangan Begadang”
Pujon,PENDIDIKANNASIONAL.ID – Suasana haru sekaligus guyuran tawa bahagia membalut acara pisah dan sambut jabatan Camat Pujon, Rabu pagi (15/4/2026) di Pendopo Kecamatan Pujon. Bukan sekadar serah terima tugas, momen ini menjadi perayaan sinergitas yang hangat antara pemerintah, TNI, Polri, tokoh masyarakat, hingga pelaku wisata.
Acara yang dihadiri unsur Muspika, seluruh Kepala Desa, serta perwakilan organisasi masyarakat dan UMKM ini dibuka dengan pertunjukan yang menggemaskan. Tiga siswi SDN Sukomulyo 4 menarikan tarian “Angon Sapi” (menggembala sapi) sebagai tarian selamat datang. Gerakan lincah bocah-bocah ini sukses mencairkan suasana pagi yang sejuk di dataran tinggi Pujon.

Indra Gunawan Pamit: Maaf Kalau Saya Sering Merepotkan
Momen paling haru terjadi saat Camat Pujon periode 2022-2026, Indra Gunawan, S. Sos, menyampaikan pamitannya. Ia akan menempati posisi baru sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Malang.
Dengan gaya blak-blakan khasnya, Indra membuka sambutan dengan permohonan maaf karena acara perpisahan ini sempat molor. “Saya minta maaf dan izin undur diri. Tadi acaranya tidak bisa diwakilkan karena berkaitan dengan pengamanan pertandingan Arema vs Persebaya. Saya sendiri merasa kesulitan meninggalkan tempat,” ujarnya disambut tawa hadirin.
Dalam sambutannya yang emosional, Indra menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajarannya. Ia bahkan memberikan pesan personal menyentuh kepada setiap Kepala Desa se-Pujon.

Kepada Kepala Desa Tawangsari, ia berpesan, “Tidak perlu begadang lagi dan kurangi merokok. Jangan begadang karena dampaknya kurang baik untuk kesehatan.” Sementara untuk Kepala Desa Bendosari, ia mengucapkan terima kasih karena “berada di sana memberikan kedamaian tersendiri bagi saya.”
Tak lupa, ia menyoroti dua program prioritas yang harus dilanjutkan penerusnya: pengelolaan sampah terpusat di Ngabab melalui tukar guling aset, serta rehabilitasi Tugu Palagan yang harus dipertinggi untuk menghormati jasa pahlawan.
“Saya sudah menjabat 3 tahun 4 bulan. Terima kasih atas semuanya,” pungkas Indra dengan nada haru.

Sujarwo Ady Wijayanto: Pulang Kampung dan Sinergi “Tumbu oleh Tutup”
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh pejabat camat yang baru, Sujarwo Ady Wijayanto, S. STP, M. M. Beliau bukanlah orang baru di Pujon. Sebelumnya ia menjabat sebagai Sekretaris Camat (Sekcam) Pujon di era pandemi Covid-19, lalu bertugas di Sumbermanjing Wetan, dan kini kembali lagi.
“Kehadiran saya di sini terasa seperti pulang ke rumah. Saya asli Sengkaling. Orang tua saya juga tinggal di sini. Mohon doanya agar saya bisa lebih sering menjenguk,” ujarnya penuh haru.
Menyebut dirinya hanyalah manusia biasa yang tak luput dari salah, Sujarwo mengajak seluruh pihak bersinergi. “Saya percaya setiap permasalahan pasti ada solusinya jika dibicarakan bersama. Seperti pesan guru kami, Pak Indra: Kesempurnaan itu hanya ada di surga. Mari kita saling bantu mendekati kesempurnaan,” pesannya filosofis.

Kapolsek hingga Kades Beri Kesan: Camat Sering “Sulit Dihubungi” tapi Andal
Tak lengkap rasanya pisah sambut tanpa candaan khas aparat. Kapolsek Pujon yang mewakili kesan dan pesan justru melontarkan kelakar soal kebiasaan Indra Gunawan.
“Beliau ini kalau ditelepon sekarang, baru diangkat besok. Kalau di-WhatsApp sekarang, baru dibalas besok. Saya sempat bingung, ternyata beliau sedang di Ngantang yang memang terkendala sinyal,” candanya yang disambut gelak tawa hadirin.
Seriusnya, Kapolsek mengapresiasi Indra sebagai koordinator wilayah yang mumpuni. Ia juga menyampaikan dua tantangan berat untuk Camat baru: perbedaan kebijakan antara Polres Malang dan Polres Batu, serta ancaman kekeringan dan kebakaran hutan akibat El Nino.

Sementara itu, FORSIK (Forum Silaturahmi Kepala Desa) yang diwakili oleh Kepala Desa Pandesari, Dawam, menyampaikan kesan paling puitis. “Waktu 3 tahun 4 bulan terasa sangat singkat, seperti baru kemarin sore saja. Saya sangat cinta kepada Pak Indra, rasanya tidak ingin berpisah,” ujarnya lirih.
Dengan gaya jenaka, Mudawam bahkan mengaku pernah “meramal” bahwa Sujarwo akan kembali ke Pujon. “Saya bukan dukun, tapi ramalan saya terbukti. Jadi kalau mau cari jodoh, silakan datang ke rumah saya,” candanya.

Dunia Wisata Juga Berbicara: Coban Rondo Kini Punya Labirin Malam
Tak hanya pejabat, pelaku usaha wisata pun turut angkat bicara. Imam Bashori, Manager Cluster Malang PT Palawi Risorsis (pengelola Coban Rondo), menyampaikan harapannya kepada kepemimpinan baru.
“Kami mohon perlindungan agar operasional wisata berjalan bagus. Saat ini, wahana Labirin sudah kami pasang lampu. Yang tadinya hanya untuk wisata siang, sekarang bisa dinikmati sebagai wisata malam,” jelas Imam.
Inovasi ini menjadi kabar gembira bagi sektor pariwisata Pujon yang selama ini didukung penuh oleh sinergitas antara camat, desa, dan pihak swasta.

Harapan Baru untuk Pujon yang Lebih Maju
Acara pisah sambut ini menegaskan bahwa kepemimpinan bukanlah tentang jabatan, melainkan tentang hati. Indra Gunawan meninggalkan warisan program dan kedekatan emosional. Sementara Sujarwo Ady Wijayanto datang dengan pengalaman dan semangat “pulang kampung”.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Dengan sinergitas yang sudah terbangun kuat antara Forkopimcam, Kepala Desa, tokoh agama, hingga pelaku UMKM dan wisata, masa depan Kecamatan Pujon diyakini akan semakin produktif, inovatif, dan berkelanjutan. Selamat bertugas di tempat baru, Pak Indra. Selamat memimpin kembali, Pak Jarwo. Pujon terus bergerak maju.
Penulis : Riadi.
Editor : Tim Redaksi Pendidikannasional.id.


Tarian selamat datang dengan judul Angon Sapi, Foto bersama sama dan ketika berjabat tangan tanda ucapan selamat menjabat sebagai Kasatpol PP Kab. Malang. ( Foto : ilustrasi ). 
