Brantas Rescue Rombak Struktur, Siap Perkuat Aksi Kemanusiaan di Malang Raya

Halal Bihalal Brantas Batu- Malang Raya serta pengukuhan ketua yang baru. ( Foto : ilustrasi ).

Masalah Regenerasi Terungkap, Brantas Rescue Lakukan Reorganisasi Besar di Malang Raya. Krisis kader dan semangat yang kendur menjadi pemicu utama perombakan struktur organisasi kemanusiaan ini.

Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Sebuah langkah strategis dilakukan oleh organisasi sosial kemanusiaan Brantas Rescue di tengah ancaman krisis regenerasi yang mulai menggerus struktur kepemimpinan di tingkat wilayah. Dalam agenda rutin bulanan yang dirangkai dengan Halal Bihalal di Jalan Hasanudin, Desa Pesanggrahan, Kota Batu, Sabtu (11/4/2026), Brantas Rescue secara resmi mengumumkan reorganisasi besar-besaran di seluruh jajaran Malang Raya.

Reorganisasi ini bukan sekadar pergantian posisi, melainkan bentuk evaluasi mendalam atas melemahnya kaderisasi di sejumlah daerah. Ketua Umum Brantas Rescue, Thomas Maydo, yang kembali dikukuhkan untuk periode keempat, menyebut bahwa langkah ini penting untuk meninjau ulang visi dan misi organisasi, sekaligus memperkuat struktur kepemimpinan hingga tingkat kabupaten dan kota.

Thomas Mandi, S.Sos ketika memberikan sambutan dan pencerahan kedepanya Brantas.
Thomas Maydo, S.Sos ketika memberikan sambutan dan pencerahan bagi Brantas kedepanya.

“Kami tidak bisa terus berjalan dengan cara lama. Reorganisasi ini penting untuk memperkuat peran kemanusiaan serta meningkatkan koordinasi di lapangan. Kami ingin Brantas Rescue lebih responsif, cepat, dan terukur,” ujar Thomas dalam sambutannya di hadapan puluhan anggota dan pembina.

Kepengurusan Baru: Kontinuitas dan Perubahan

Dalam struktur baru yang diumumkan, posisi puncak masih dipercayakan kepada Thomas Maydo sebagai Ketua Umum. Ia didampingi oleh Dibyo sebagai Ketua Harian, dan Riyadi sebagai Ketua II. Susunan ini dinilai sebagai bentuk transisi yang aman, karena tetap mempertahankan tokoh senior sambil membuka ruang bagi kader-kader muda untuk mengisi posisi teknis di lapangan.

“Kami tidak serta-merta mengganti semua. Ada yang kami pertahankan untuk menjaga stabilitas, tapi ada juga posisi-posisi strategis yang kini diisi oleh wajah-wajah baru dengan energi segar,” tambah Thomas.

Muksin sebagai Koordinator wilayah 07 tetap dengan semangat aktif di Brantas
Muksin sebagai Koordinator wilayah 07 tetap dengan semangat aktif di Brantas

 

Akar Masalah: Sepinya Generasi Penerus

Di balik semangat reorganisasi, masalah klasik justru muncul dari lantai bawah. Koordinator Wilayah 7 Ngantang, Muksin, dengan jujur mengungkapkan fakta mengejutkan: sejak dirinya memimpin pada 2013, belum ada satu pun kader yang dinilai siap menggantikan posisinya. Dari 18 anggota aktif yang tersisa, sebagian besar adalah personel senior yang usianya sudah tidak lagi muda.

“Kami berjuang dengan hati, tapi tidak bisa hanya mengandalkan semangat lama. Saya sendiri sudah tua. Kami berharap generasi muda mulai tergerak untuk melanjutkan perjuangan ini. Kalau tidak, wilayah seperti Ngantang bisa kehilangan ujung tombak pertolongan pertama saat bencana,” ujar Muksin dengan nada prihatin.

Salah satu penggerak awal Brantas Gimo. S area Pujon dengan penuh semangatnya tetap eksis di Brantas.
Salah satu penggerak awal Brantas Gimo. S area Pujon dengan penuh semangatnya tetap eksis di Brantas.

Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Pujon. Tokoh senior yang akrab disapa Mbah Gimo, atau Sugiono, menyebutkan bahwa saat ini jumlah anggota aktif di daerahnya hanya sekitar 12 orang. Meski demikian, ia masih optimistis. Menurutnya, reorganisasi kali ini bisa menjadi momentum untuk membangkitkan kembali anggota-anggota yang selama ini pasif dan tidak lagi terlibat dalam kegiatan rutin.

“Saya sudah puluhan tahun di sini. Naik turun anggota sudah biasa. Tapi yang membuat saya khawatir adalah ketika anak muda lebih tertarik dengan aktivitas ponsel daripada belajar evakuasi dan pertolongan. Mudah-mudahan dengan ketua baru, ada program rekrutmen yang lebih menarik,” ujar Mbah Gimo.

Pembawa acara ketika mencerahkan suasana halal bihalal pada pagi tersebut.
Pembawa acara ketika mencerahkan suasana halal bihalal pada pagi tersebut.

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/seni-budaya/dari-zaman-kolonial-kuda-lumping-dor-warisan-budaya-batu-yang-tak-lekang-waktu/

Fokus Baru: Sinergi dengan Pemerintah dan TNI

Reorganisasi ini tidak hanya mengatur ulang posisi, tetapi juga mengubah strategi pendekatan. Thomas Maydo menegaskan bahwa ke depan, Brantas Rescue tidak akan bekerja sendiri. Kolaborasi lintas sektor menjadi harga mati.

“Kami harus terus bersinergi dengan pemerintah, kepolisian, TNI, serta masyarakat. Tidak boleh ada ego sektoral. Ketika banjir bandang atau longsor terjadi, semua harus bergerak dalam satu komando. Reorganisasi ini juga menyiapkan sistem komunikasi yang lebih baik dengan instansi,” tegas Thomas.

Anggota saling berinteraksi, saling memberikan masukan masukanya demi untuk kebaikan kedepan Brantas.
Anggota saling berinteraksi, saling memberikan masukan masukanya demi untuk kebaikan kedepan Brantas.

Dalam acara yang dihadiri oleh pembina wilayah, para anggota juga sepakat untuk menyusun peta jalan (roadmap) dua tahunan yang fokus pada tiga hal utama: peningkatan kapasitas teknis anggota, pembukaan posko-posko baru di wilayah rawan bencana, serta program rekrutmen kader muda berbasis komunitas.

Harapan Baru untuk Malang Raya

Malang Raya yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu merupakan wilayah dengan potensi bencana tinggi, mulai dari banjir bandang di daerah aliran sungai, tanah longsor di kawasan pegunungan, hingga gempa bumi. Keberadaan organisasi seperti Brantas Rescue menjadi sangat krusial, terutama di desa-desa yang jauh dari jangkauan pusat kota.

Susana ketika bersama sama menjadi keluarga besar Brantas.
Susana ketika bersama sama menjadi keluarga besar Brantas.

Dengan adanya reorganisasi ini, diharapkan struktur kepemimpinan yang lebih ramping, lincah, dan berorientasi pada kaderisasi bisa menyelesaikan masalah regenerasi yang sudah bertahun-tahun tertunda.

“Tidak ada organisasi yang abadi tanpa generasi penerus. Kami ingin Brantas Rescue tetap berdiri, bahkan ketika kami sudah tidak lagi aktif di lapangan. Itu yang sedang kami perjuangkan sekarang,” pungkas Thomas.

Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Kegiatan Halal Bihalal yang berlangsung penuh keakraban itu ditutup dengan doa bersama dan komitmen untuk menjadikan Brantas Rescue sebagai mitra terpercaya pemerintah dalam penanganan bencana dan persoalan sosial di Malang Raya.

 

Penulis: Riadi

Editor: Tim Redaksi Pendidikannasional.id

Array
Related posts
Tutup
Tutup