Dukung Nawa Cita Batu, Madrasah Diniyah di Giripurno Wisudakan Santrinya

Kepala Desa Giripurno bersama Ketua TP PKK Desa Giripurno serta Anggota DPRD Kota Batu, BPD dan seluruh Wisudawan dan Wisudawati

Madrasah Diniyah Al-Hidayah Wisudakan Generasi Penerus Bangsa yang Berakhlak Mulia

Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Dalam suasana khidmat dan penuh sukacita, Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Al-Hidayah Dusun Sabrang Bendo, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, sukses menggelar Haflah Akhirus Sanah dan Wisuda ke-3 bagi santriwan dan santriwinya. Acara yang berlangsung pada Sabtu, 20 September 2025, di Masjid Sunan Kali Jogo ini tidak hanya menjadi penanda kelulusan, tetapi juga sebuah deklarasi komitmen untuk terus mencetak generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan agama.

Acara yang mengusung semangat “Menyemai Ilmu, Memetik Akhlak Mulia” ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, mencerminkan dukungan menyeluruh dari berbagai elemen masyarakat dan pemerintah. Turut hadir Gus Agung Perkasa (Pimpinan Ponpes Qodiriyah Sulaimaniah Singosari), Ketum Perkumpulan Pemerhati Budaya Nusantara, Camat Bumiaji Thomas Maydo, S.Sos, Kepala Desa Giripurno Suntoro, Anggota DPRD Kota Batu, serta perwakilan BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh warga.

Camat Bumiaji, Kota Batu saat memberikan sambutanya dalam acara wisuda Ke -3 santriwan santriwati Al- Hidayah
Camat Bumiaji saat memberikan sambutanya dalam acara wisuda santriwan santri wati Madrasah Diniyah Al-Hidayah Dusun Sabrang Bendo, Desa Giripurno.

Dalam sambutannya, Camat Bumiaji, Thomas Maydo, S.Sos, menekankan bahwa wisuda bukanlah garis finis dari perjalanan menuntut ilmu. “Wisuda ini adalah tonggak awal untuk lebih meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Merekalah (para wisudawan) yang akan menjadi pilar dan generasi penerus bangsa Indonesia,” ujarnya dengan penuh semangat. Pesan ini mengingatkan bahwa pendidikan karakter dan spiritual adalah fondasi yang tidak kalah penting dari ijazah.

Selaras dengan itu, Kepala Desa Giripurno, Suntoro, menyatakan kebanggaannya. Keberadaan MDT Al-Hidayah membuktikan komitmen Nahdlatul Ulama dan segenap masyarakat dalam mengangkat generasi muda sebagai tonggak agama dan pembangunan. 

Kepala Desa Giripurno, saat memberikan sambutan dalam acara wisuda ke-3 santriwan santriwati
Kepala Desa Giripurno saat memberikan sambutan dalam acara wisuda ke-3 Santriwan santriwati Madrasah Diniyah Al-Hidayah
Para Santriwan dan Santriwati setelah prosesi sungkeman
Para Santriwan Santriwati ketika selesai mengikuti proses wisuda

“Ini adalah bukti kemajuan dari semua pihak. Ke depan, kami berharap masyarakat Giripurno semakin menjunjung tinggi akhlakul karimah dan melestarikan budaya yang ada,” pesannya.

Suntoro juga mengingatkan warga untuk selalu menjaga keamanan, kenyamanan, dan semangat gotong royong yang merupakan sebuah nilai khas desa yang harus dipertahankan. Di tengah musim pancaroba, ia mengimbau untuk waspada terhadap penyebaran penyakit dan menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga.

Anggota DPRD Komisi C Kota Batu saat menghadiri acara wisuda santri wan santriwati
Anggota DPRD Komisi C Kota Batu saat menghadiri acara wisuda ke-3 Santriwan santriwati Madrasah Diniyah Al- Hidayah di masjid Sunan Kali Jogo
Gus Agung Perkasa bersama para dewan guru dan takmir masjid Sunan Kali Jogo
Gus Agung Perkasa bersama para jajaran dewan guru dan takmir masjid Sunan Kali Jogo

Dukungan terhadap dunia pendidikan juga datang dari legislator. Anggota DPRD Komisi C Kota Batu, Febby Randria Ramadhani,ME., menyampaikan bahwa wisuda ini adalah bukti nyata bahwa MDT Al-Hidayah mampu melahirkan siswa-siswa berprestasi dan unggul. 

“Kami berharap mereka menjadi generasi penerus bangsa yang berakhlak baik. Ini sejalan dengan program Pemerintah Kota Batu, Nawa Cita, khususnya dalam upaya mencetak seribu sarjana yang tidak hanya pintar tetapi juga berintegritas dan berakhlak mulia,” jelas Febby.

Baca Juga :  https://pendidikannasional.id/daerah/sukses-besar-anniversary-ke-7-ababil-group-meriahkan-lamongangowes-dan-pameran-umkm/

Pernyataan ini menyoroti pentingnya sinergi antara pendidikan informal seperti madrasah diniyah dengan cita-cita nasional dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang paripurna.

Sambutan dari perwakilan dewan guru ketika acara wisuda ke-3 Santri Madrasah Diniyah Al- Hidayah
Sambutan Perwakilan dewan guru ketika acara wisuda ke-3 Santri Madrasah Diniyah Al-Hidayah
Salah satu Santriwan dan proses sungkeman kepada kedua orang tua
Salah satu Santri saat wisuda dan proses sungkeman kepada kedua orang tua

Ahmad Khoirun Narjo Saifudin, yang mewakili dewan guru, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terselenggaranya acara ini. 

“Terima kasih kepada seluruh pihak terkait dan masyarakat Sabrang Bendo. Semoga ilmu yang telah diperoleh para santri menjadi ilmu yang bermanfaat (ilman nafi’an) dan menjadi fondasi kokoh untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ucapnya penuh haru.

Ketua panitia saat memberikan sambutanya dalam acara wisuda ke-3 santri
Ketua panitia saat memberikan sambutanya dalam acara wisuda ke-3 santri
Para Santriwan santriwati menampilkan kesenian dan percakapan bahasa arab
Para Santriwan santriwati ketika menampilkan kesenian dan dialog bahasa Arab dan diartikan kedalam bahasa Indonesia

Ketua Panitia, Arif Nurohman, juga mengucapkan terima kasih kepada para guru yang telah membimbing dengan tulus. Ia berpesan kepada para lulusan, 

“Jangan berhenti sampai di sini. Teruslah menggali ilmu karena ini baru wisuda tahap awal dari perjalanan panjang kalian. Tuntutlah ilmu sampai ke jenjang yang lebih tinggi selanjutnya.”ujarnya.

Acara yang dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an Surah Al-Alaq ini diwarnai dengan berbagai penampilan kreatif dari para santri, seperti hafalan ayat-ayat pendek, dai cilik, dan marawis, yang memukau seluruh tamu undangan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang wisuda, tetapi juga festival yang memamerkan talenta dan hasil didikan selama ini.

Pimpinan Ponpes Qodiriyah Sulaimaniyah Singosari ketika memberikan pencerahan rohani
Pimpinan Ponpes Qodiriyah Sulaimaniyah Singosari Malang ketika memberikan pencerahan siraman rohani

Kegiatan tersebut di isi oleh pengajian siraman rohani oleh Gus Agung Perkasa selaku pimpinan Ponpes Qodiriyah Sulaimaniah Singosari Malang. Dengan pesan yang berintikan bahwa Allah swt, Tuhan Yang Maha Esa itu maha segalanya, dan menepati janjinya. Dan segala sesuatu itu berasal dari dalam hati manusia itu sendiri, rasa, perasaan dan lain sebagainya, maka Allah akan menuruti atau melaksankan sesuai prasangka hambanya, sehingga mari kita isi hati, pikiran, perasaan, dan angan-angan itu dengan perihal yang baik baik, agar dikabulkan apa yang selama ini diharapkan atau diinginkanya. 

Lihat Juga :  https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Terkait perihal wisuda ini, sama halnya mengingkatkan kita semuanya bahwa kita ini hanya cuma melaksankanya saja dan anak anak kita semuanya ini sebagai generasi penerusnya. Kemudian orang yang beriman itu adalah orang yang pandai bersyukur, karena iman itu isinya hanya sabar dan syukur. Kita harus bisa berbakti kepada ke dua orang tua dan kepada leluhur-leluhur serta yang tidak kalah pentingnya berterimakasih kepada Nabi Muhammad Saw, termasuk juga berterimakasih kepada Nabi Adam dan nabi yang lain lanya. Selanjutnya kita harus pandai-pandainya mensyukuri apa pun yang kita peroleh, serta patuh dan taat apa yang sudah diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang oleh Allah SWT. 

Dengan demikian, Wisuda ke-3 MDT Al-Hidayah bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah simbol harapan dan bukti nyata komitmen masyarakat kecil di kaki Gunung Panderman, Kota Batu, untuk turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun peradaban yang lebih baik.

 

( Ria ). 

Array
Related posts
Tutup
Tutup