Bukan Sekadar Bela Diri! PSHT Ngabab Sambut Idul Fitri dengan Aksi Bersih-bersih Masjid

Dengan antusias semangatnya PSHT Rayon Ngabab bersihkan masjid Nurul Huda Dusun Krajan Desa Ngabab Kec. Pujon. ( Foto : istimewa ).

Bakti Sosial PSHT Rayon Ngabab, Mengimplementasikan Ajaran “Memayu Hayuning Bawono” dalam Sambut Idul Fitri 1447 H

Malang, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Rayon Ngabab, Ranting Pujon, menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan sosial dan keagamaan melalui kegiatan bakti sosial (baksos). Agenda yang mengusung nilai-nilai luhur pencak silat tersebut difokuskan pada pembersihan dan perawatan Masjid Nurul Huda, yang terletak di Dusun Krajan, Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 17 Maret 2026, ini bukan sekadar aksi bersih-bersih fisik, melainkan sebuah manifestasi nyata dari ajaran filosofis yang telah mengakar dalam organisasi pencak silat yang berpusat di Madiun dan berdiri sejak tahun 1922 tersebut. PSHT, sebagai organisasi pencak silat tertua di Indonesia, tidak hanya dikenal karena teknik bela dirinya, tetapi juga karena pondasi ajarannya yang menekankan pada pembentukan karakter dan kepekaan sosial.

Ketua PSHT Rayon Ngabab, Agus Wahono ( Mas Agus ) ketika sedang mengecek area yang di bersihkan oleh siswa siswinya.
Ketua PSHT Rayon Ngabab, Agus Wahono ( Mas Agus ) ketika sedang mengecek area yang di bersihkan oleh siswa siswinya.

Dalam pelaksanaannya, bakti sosial ini melibatkan partisipasi aktif dari para siswa dan warga di lingkungan Rayon Ngabab. Dimulai pukul 14.00 WIB hingga selesai pada pukul 17.30 WIB, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 10 siswa dan 5 warga. Meskipun jumlahnya terbatas, semangat kebersamaan dan gotong royong terpancar kuat dalam setiap aktivitas yang dilakukan. Fokus utama pembersihan meliputi area halaman masjid, serta pembersihan menyeluruh dari lantai dasar hingga lantai dua bangunan Masjid Nurul Huda.

Agus Wahono, yang akrab disapa Mas Agus, selaku Ketua PSHT Rayon Ngabab, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan tidak berhenti pada pembersihan masjid saja. Usai membersihkan tempat ibadah, seluruh peserta berbuka puasa bersama di kediamannya, yang kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Magrib berjemaah di Masjid Nurul Huda yang baru saja dibersihkan. Rangkaian ini dirancang untuk memberikan pengalaman spiritual dan sosial yang utuh, membersihkan lingkungan fisik sekaligus memperkuat tali silaturahmi.

Dengan semangat para siswa bersihkan lantai masjid bersama sama.
Dengan semangat para siswa bersihkan lantai masjid Nurul Huda bersama sama.

Puncak dari kegiatan ini adalah pada nilai edukatif yang coba ditanamkan oleh para senior kepada generasi muda PSHT. Dalam wawancaranya, Mas Agus menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk pengamalan langsung dari ajaran luhur PSHT, yakni “Memayu Hayuning Bawono”. Konsep filosofis Jawa ini secara sederhana dapat diartikan sebagai upaya untuk memperindah atau menyelamatkan dunia, atau dalam konteks yang lebih luas, berkontribusi pada kebaikan dan kesejahteraan semesta.

“Kegiatan ini adalah salah satu cara kami menerapkan ajaran Memayu Hayuning Bawono. Bukan hanya sekadar diucapkan, tetapi harus diimplementasikan dalam tindakan nyata. Kami ingin masyarakat memahami bahwa di PSHT, kami tidak hanya mengajarkan teknik pencak silat. Lebih dari itu, kami mendidik para siswa dan warga untuk memiliki kepekaan sosial, untuk berguna dan bersosialisasi di masyarakat. Bakti sosial di Masjid Nurul Huda ini adalah salah satu wujudnya,” ujar Mas Agus ke awak media ( 18/03/2026 ). 

Tampak salah satu siswa ketika membersihkan kayu kayu dari debu yang melekat didalam masjid.
Tampak salah satu siswa ketika membersihkan kayu kayu dari debu yang melekat didalam masjid.

Lebih lanjut, ia menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin tahunan. Tujuannya adalah untuk membangun karakter siswa agar tidak hanya mahir secara fisik, tetapi juga memahami dan menghayati ajaran luhur organisasi, serta mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan dalam pencak silat yang holistik, yang mengembangkan aspek mental spiritual, seni budaya, dan sosial, di samping aspek olahraga dan bela diri.

Senada dengan hal tersebut, Ketua PSHT Ranting Pujon, Nursalim atau yang akrab disapa Mas Salim, memberikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif yang digagas oleh Rayon Ngabab. Ia menilai bahwa kegiatan ini menjadi cerminan positif bahwa ajaran SH Terate relevan dan aplikatif dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga : 

PSHT Ngantang Bagikan 600 Takjil, Bukti Silat Tak Hanya Adu Fisik Tapi juga Berbagi

“Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Rayon Ngabab. Ini menjadi contoh teladan yang baik bagi masyarakat, bahwa SH Terate mengajarkan sesuatu yang jauh lebih dalam dari sekadar bela diri. Kita dididik untuk menjadi suri tauladan yang baik, memiliki budi pekerti yang luhur, dan peduli terhadap lingkungan sekitar,” ungkap Mas Salim.

Ia juga mengaitkan kegiatan ini dengan salah satu ajaran fundamental yang diterima di SH Terate, yaitu tentang kepedulian dan keutamaan kepentingan umum. “Salah satu ajaran yang kami terima adalah untuk saling peduli kepada lingkungan sekitarnya, memiliki rasa kepedulian yang utuh. Dengan kata lain, kita diajarkan untuk mementingkan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi atau golongan. Bakti sosial ini adalah wujud nyata dari rasa persaudaraan kepada sesama manusia, sesama makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Ini adalah implementasi dari nilai-nilai kemanusiaan yang universal,” jelasnya.

Hasil Parapatan Luhur PSHT 2026 Pimpinan Pusat Periode 2026-2031 Resmi Ditetapkan

Melihat antusiasme dan nilai positif yang dihasilkan, Ketua Ranting Pujon berharap agar kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremoni tahunan semata, tetapi dapat berkelanjutan dan terus dikembangkan. Ia membayangkan ke depannya, cakupan kegiatan sosial ini dapat diperluas, tidak hanya terbatas pada pembersihan tempat ibadah, tetapi juga merambah pada isu-isu lingkungan yang lebih luas, seperti kebersihan lingkungan permukiman, penghijauan, atau bentuk-bentuk bakti sosial lainnya yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

“Ke depan, kami harapkan kegiatan ini berkelanjutan terus-menerus. Nantinya bisa dikembangkan, bukan hanya bersih-bersih tempat ibadah, tetapi juga membersihkan lingkungan sekitar, membantu warga yang membutuhkan, dan banyak lagi kegiatan lain yang positif. Ini adalah investasi sosial dan spiritual bagi kita semua,” imbuh Mas Salim.

Kegiatan berbuka puasa bersama sama di kediaman Ketua Rayon Ngabab, Agus Wahono ( Mas Agus ).
Kegiatan berbuka puasa bersama sama di kediaman Ketua Rayon Ngabab, Agus Wahono ( Mas Agus ).

Bakti sosial yang digelar PSHT Rayon Ngabab dalam menyambut Idul Fitri 1447 H ini adalah sebuah narasi kecil namun sarat makna. Ia menunjukkan bagaimana sebuah organisasi pencak silat tradisional mampu merawat dan mengimplementasikan ajaran luhurnya di tengah arus modernisasi. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa PSHT hadir sebagai bagian integral dari masyarakat, berkontribusi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan memperkuat kerukunan umat beragama.

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/daerah/wakil-gubernur-jatim-resmi-buka-parluh-2026-psht-penguatan-nasionalisme-teguhkan-jati-diri/

Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Dengan mengusung semangat Memayu Hayuning Bawono, para siswa dan warga PSHT tidak hanya belajar menjadi pendekar di arena, tetapi juga menjadi pendekar kehidupan yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat luas. Inisiatif ini patut dicontoh sebagai upaya kolaboratif antara organisasi kemasyarakatan dan institusi keagamaan dalam membangun peradaban yang lebih bersih, rukun, dan berkah, terutama di momen-momen suci seperti bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

 

Penulis : Ria. 

Editor : Tim Pendidikannasional.id.

Array
Related posts
Tutup
Tutup