Anggota Kodim 0818 Jaring Atlit Paralayang Kota Batu

Dengan hadirnya TNI ikut didalam olah raga paralayang ini semakin melengkapi menu peserta atlit olah raga di Kota Batu.

Batu, ( Pendidikannasional.id ) – Dalam kelanjutan rangkaian karya bakti dan penghijauan oleh TNI, setelah usai kegiatan tersebut di lakukan menerbangkan parasut oleh Dua Anggota TNI yaitu Babinsa Desa Oro-oro ombo dan Babinsa Kelurahan Songgokerto pada hari Jum’at. ( 26/01/2024 ).

Dalam kesempatanya Danramil Batu Kapten Arhanud Jumawi mengatakan bahwa olah raga balayang atau paralayang ini merupakan salah satu cabang olah raga unggulan di wilayah kami sehingga ada Dua Babinsa yang ikut melaksanakan terjun paralayang.

” Bertujuan bagi masyarakat atau pengunjung yang berwisata ke Kota Batu mengetahui bahwa di wilayah kami ada atlit dan instrukturnya guna untuk menfasilitasi olah raga paralayang ini, dan harapan kedepan dengan bergabungnya TNI dalam olah raga paralayang tersebut bisa ikut menambah minatnya warga masyarakat sekitar maupun pengunjung untuk berlatih dan mengikuti olah raga paralayang ini.” Ungkapnya.

Ditempat yang sama Babinsa Desa Oro-oro ombo Serda kasiyanto mengutarakan bahwa harapan kami selaku Babinsa bisa ikut bersinergi bersama para atlit paralayang sehingga di wilayah kami yang telah di bukanya oleh Danrem yaitu BALAYANG ( Baladhika Paralayang ) bisa menjadi salah satu destinasi wisata didaerah kami.

” Salah satu destinasi wisata olah raga Balayang di wilayah kami juga ikut menambah menu pengunjung untuk tujuan berwisatanya ke Kota Batu dan saat ini kita gencar untuk mempromokan Balayang tersebut. Harapan kami kedepan semakin banyak gerasi penerus atlit paralayang dari TNI dan tidak berhenti dari kami ber Dua saja.” Terangnya.

Pada kesempatan yang sama Babinsa Kelurahan Songgokerto Serda Darwanto menjelaskan bahwa walaupun TNI kita mengikuti prosedur dari instruktur mulai awal proses pengembangan payungnya hingga mengendalikanya dan baru di coba pakai tandem.

” Sewaktu tandem kita yang mengendalikannya sendiri tetapi di pandu oleh instrukturnya melaluhi Helo Tenggo ( HT ), sebagai siswa umumnya waktu yang ditentukan sekitar 5 menit sampai landing di karenakan di fokuskan di akurasinya terlebih dahulu. Berharap ada bermunculan dari Babinsa Babinsa yang lain atau anggota TNI yang lain ikut termotifasi mengikuti paralayang sehingga ada regenerasi atlit TNI yang baru. ” Jelasnya.

Hal berbeda payung TNI yang statik ( bulat ) dengan paralayang adalah payung statik TNI begitu loncat dari pesawat langsung payung sudah mengembang dan langsung turun fokus ke titik sasaran dan kalau paralayang ini untuk mengembangkan payungnya di kembangkan sendiri dan jika sudah mengembang sempurna bagaimana arahkan sampai titik take off nya, juga berlama lama di udara pun bisa.

Pada kesempatan yang lain Alfan selaku pengunjung wisata paralayang Gunung Banyak mengatakan bahwa kebetulan sekali saya kali ini berwisata kesini melihat anggota TNI untuk tandem paralayang.

” Saya tidak menyangka pas sewaktu berwisata kesini ada anggota TNI untuk tandem dan saya sangat senang sekali bisa melihat langsung bagaimana anggota TNI ini mengembangkan paralayangnya. Berharap ada perlombaan untuk TNI-POLRI dalam olah raga paralayang ini. ” Pungkasnya.

Array
Related posts
Tutup
Tutup