Pemilik Reven Leather, Galih Tri Pamungkas, Dianugerahi Sebagai Tokoh Muda Inspiratif di SMSI Malang Raya Award 2025, Mendorong Semangat Wirausaha Muda Desa.
Malang, Pendidikannasional.id – Pengusaha muda sekaligus pemilik merek Reven Leather, Galih Tri Pamungkas, mendapatkan penghargaan sebagai Tokoh Muda Inspiratif Malang Raya untuk kategori Wirausahawan Penggerak Ekonomi Pemuda dalam acara SMSI Malang Raya Award 2025 yang berlangsung pada hari Minggu, 11 Mei 2025 lalu.
Penghargaan ini diserahkan oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Malang Raya sebagai bentuk pengakuan terhadap kontribusi Galih dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis desa serta pemberdayaan pemuda lokal.

Penghargaan tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris SMSI Malang Raya, Dadang Dwi Tanto, dan Koordinator Bidang Teknologi dan Ekonomi Kreatif, Arvendo Mahardika, pada Rabu, 21 Mei 2025.
Pada kesempatan itu, Dadang juga mengucapkan terima kasih kepada Galih atas dukungan Reven Leather terhadap acara Pesta Rakyat SMSI Malang Raya yang diadakan beberapa waktu lalu.
“Kami berkolaborasi dengan Anda sebagai pelaku usaha, dan ke depannya kami akan memberikan dukungan serta dorongan bagi pengembangan usaha melalui komunikasi,” tutur Dadang.
Baca Juga : https://pendidikannasional.id/daerah/psht-cabang-kabupaten-semarang-siap-pembangunan-bangsa/
Di sisi lain, Arvendo menyatakan bahwa berdasarkan penelitian yang ia lakukan bersama tim dalam memilih penerima penghargaan, Galih dinilai berhasil dalam memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar, khususnya pemuda.
“Oleh karena itu, kami menetapkan kategori Wirausahawan Penggerak Ekonomi Pemuda untuk beliau, sebab hasil kerja dan kontribusi nyata seperti ini sangat pantas untuk diakui,” ujar Pemimpin Redaksi AboutMalang. com yang juga Project Manager SMSI Malang Raya Award 2025 tersebut.
Saat ditemui, Galih mengungkapkan rasa syukur kepada SMSI Malang Raya atas penghargaan yang diterimanya.
Ia juga menekankan pentingnya publikasi dan dukungan untuk para pengusaha desa, terutama di daerahnya, Desa Bululawang, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, yang terkenal sebagai sentra pengrajin kulit, yang sebenarnya memiliki potensi besar namun kurang mendapatkan perhatian dan dukungan.
“Pengusaha di desa-desa sesungguhnya banyak yang berpotensi untuk berhasil, tetapi terkadang mereka tidak terpublikasikan dengan baik. Oleh karena itu, penghargaan seperti ini, khususnya dari SMSI Malang Raya yang meliputi banyak media, adalah sesuatu yang sangat berarti bagi kami, saya sangat bersyukur,” kata Galih.
Ia menyatakan bahwa penghargaan ini bukan hanya pengakuan atas usahanya, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya, khususnya bagi pemuda desa.
“Hal ini tentunya juga dapat menjadi inspirasi bagi para pengusaha di desa, termasuk saya, untuk terus berinovasi dan berkontribusi, setidaknya bagi penduduk dan pemuda di desa ini. Terlebih lagi, di era persaingan global seperti sekarang,” tambah Galih yang telah mendirikan Reven Leather sejak tahun 2019.
Saat ini, Galih sudah memiliki lebih dari 50 karyawan, yang sebagian besar merupakan pemuda setempat. Galih menambahkan bahwa melibatkan tenaga muda dalam proses produksi dan manajemen merupakan kunci pengembangan usaha di desa. Dengan membuka kesempatan kerja lokal, para pemuda diajak untuk berpikir kreatif dan aktif menghasilkan inovasi serta kreasi.
“Ini menunjukkan bahwa dengan melibatkan tenaga muda, kita dapat memperluas wawasan dan motivasi mereka. Sehingga ketika mereka bekerja, secara otomatis mereka akan terstimulus untuk bergerak. Ide-ide inovatif dan kreasi baru akan muncul,” terang Galih.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa pengakuan publik melalui media juga memiliki peran yang signifikan dalam membangun citra perusahaan yang berakar dari desa.
“Jika nantinya diterbitkan di berbagai platform, itu bisa menjadi branding, seperti branding perusahaan,” ungkapnya.
Galih juga berusaha untuk mengubah persepsi umum yang menyatakan bahwa penduduk desa harus pergi ke kota untuk bekerja. Sebaliknya, ia menunjukkan bahwa desa dapat menjadi pusat ekonomi kreatif yang menarik perhatian orang-orang dari kota untuk datang dan bekerja.
“Stigma yang ada adalah bahwa orang desa biasanya bekerja ke kota. Namun, saat ini, ternyata orang dari kota juga bisa bekerja di desa,” jelasnya.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Dengan manajemen yang efisien dan pendekatan yang inovatif, ia membuktikan bahwa usaha di desa dapat sejajar dengan perusahaan-perusahaan yang ada di kota. Menurut Galih, tantangan awalnya adalah mengajak para profesional dari kota untuk mau datang dan berkolaborasi membangun desa.
“Dengan penghargaan ini, kami dapat membangun kepercayaan untuk bersama-sama membangun desa di sini,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, tim SMSI Malang Raya juga diajak untuk berkeliling di workshop Reven Leather. Galih menyampaikan bahwa dalam waktu dekat, mereka akan membuka workshop baru untuk memproduksi tas dan merchandise kulit karena permintaan yang terus meningkat.
“Lokasinya masih di sekitar sini, sementara untuk produksi kami menggunakan lantai 2 ini dulu,” ujarnya sambil menunjukkan area produksi yang dipenuhi dengan paket berisi merchandise khusus yang siap dikirim ke berbagai kota di Indonesia.
Tidak hanya di tingkat nasional, produk Reven Leather juga telah diekspor ke negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, menunjukkan kesiapan untuk bersaing di pasar global.
( Tim SMSI ).


Pemilik Reven Leather, Galih Tri Pamungkas, Dianugerahi Sebagai Tokoh Muda Inspiratif di SMSI Malang Raya Award 2025 ( Foto : Doc. SMSI ). 