Mama Evi Perbasi Jawa Timur Gelar Piala Bergilir di Yogyakarta, Fokuskan Pembinaan dan Perbaikan Infrastruktur Basket
Yogyakarta,PENDIDIKANNASIONAL.ID – Komitmen pengembangan bola basket Indonesia kembali diwujudkan melalui kehadiran Piala Bergilir Mama Evi di Yogyakarta. Acara yang digelar pada 19 Oktober 2025 ini bukan sekadar turnamen, tetapi sebuah gerakan strategis untuk menumbuhkan talenta muda dan memperkuat fondasi olahraga basket di Jawa.
Sebelumnya, turnamen ini telah sukses digelar di Jember dan Surabaya, berkolaborasi dengan Impact Challenge. Dalam kesempatanya, Ketua Umum Perbasi Jawa Timur yang juga Wakil Ketua Perbasi Indonesia Zona Jawa,Grace Evi Irawati, SE.,S.H.,Mhum., menegaskan komitmennya untuk mendorong kemajuan basket, khususnya di Jawa Timur.

“Meskipun Mama Evi berada di bawah naungan Perbasi Zona Jawa, kami tetap memprioritaskan Jawa Timur dalam hal pembinaan. Banyak permintaan dari daerah seperti Kabupaten Pasuruan, Kota Kediri, Kabupaten Kediri, serta pemda dan pemkot lainnya untuk menggelar Piala Mama Evi. Ini adalah bukti antusiasme yang tinggi,” ujarnya.
Di balik gegap gempita kompetisi, Piala Mama Evi menyimpan misi sosial yang mendalam. Program ini diharapkan dapat mengarahkan energi remaja ke dalam aktivitas positif, sekaligus menjadi solusi atas masalah kenakalan remaja, sejalan dengan program pemerintah.
“Dengan adanya event dan kompetisi yang rutin, anak-anak tidak hanya bermain basket, tetapi juga bisa membawa ‘brand’ Mama Evi dengan bangga. Ini tentang menciptakan kebanggaan dan identitas positif bagi mereka,” tambahnya.
Pada periode kedua kepemimpinannya, Mama Evi mengambil langkah revolusioner dengan meluncurkan program perbaikan infrastruktur basket secara menyeluruh di Jawa Timur. Program ini dirancang untuk memastikan tersedianya arena basket yang layak dan aman di seluruh wilayah.

Beberapa langkah konkret yang akan segera diimplementasikan meliputi:
· Perbaikan dan Pemasangan Ringle Baru: Memperluas jangkauan dengan mendirikan ring-ring basket baru di berbagai kota dan daerah.
· Penggantian Papan Pantul: Mengganti papan pantul yang pecah atau sudah tidak layak pakai.
· Rehabilitasi Lapangan: Melakukan proses pengelasan ring, pengecatan ulang lapangan, dan perbaikan komponen lainnya.
“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada lagi lapangan basket yang rusak. Infrastruktur yang baik adalah fondasi utama untuk menumbuhkan minat dan bakat basket di masyarakat,” tegasnya.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Mama Evi dianggap telah mewakafkan hidupnya untuk basket Indonesia. Jika periode pertama fokus pada penyelenggaraan event untuk menjaring minat, periode kedua ini memperluas prioritas ke pembenahan sarana dan prasarana, menciptakan ekosistem basket yang berkelanjutan.
“Kami percaya, dengan infrastruktur yang memadai dan event yang konsisten, basket tidak hanya akan menjadi olahraga populer, tetapi juga wadah bagi anak-anak untuk berkembang dan berprestasi,” pungkasnya.
Dengan langkah-langkah holistik ini, Piala Mama Evi telah bertransformasi dari sekadar ajang kompetisi menjadi sebuah gerakan nasional yang menyentuh aspek pembinaan, infrastruktur, dan dampak sosial, memberikan harapan baru bagi masa depan basket Indonesia.
( Ria ).


Mama Evi ketika bersama-sama para juara dan bentuk Piala Bergilirnya
