Semangat “Guyub Rukun” dan “Kawya Atma Kerthi” Mewarnai Turnamen Tenis Meja Bung Karno Cup 2026 di Kota Batu
Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Dalam rangka memperingati Bulan Bhakti Bung Karno, DPC PDI Perjuangan Kota Batu menggelar Turnamen Tenis Meja Ganda II yang berlangsung pada Minggu (28/6/2026). Mengusung tema “Kawya Atma Kerthi”, ajang ini tidak sekadar menjadi arena kompetisi, melainkan juga wadah untuk menumbuhkan semangat kebangsaan, persaudaraan, dan sportivitas di kalangan pecinta tenis meja .
Tema “Kawya Atma Kerthi” yang diusung mengandung makna filosofis mendalam. “Kawya” dimaknai sebagai ungkapan jiwa luhur, “Atma” sebagai esensi kesadaran terdalam, sedangkan “Kerthi” berarti pemuliaan dan penyucian . Tema ini menjadi ajakan untuk menghadirkan kembali jiwa perjuangan Bung Karno dalam kehidupan sehari-hari, sejalan dengan semangat yang digaungkan oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Batu, Saifudin Zuhri.


Dalam sambutannya, Saifudin Zuhri mengajak seluruh peserta untuk senantiasa membangun jiwa dan raga, sebagaimana pesan Bung Karno. “Membangun jiwa artinya menjaga sportivitas, kepedulian antarsesama, dan gotong royong,” ujarnya. Ia juga menegaskan komitmen PDI Perjuangan untuk terus mendukung pengembangan olahraga, khususnya tenis meja, sebagai bagian dari upaya membangun mental dan fisik generasi bangsa.
Ketua Pelaksana Turnamen, Subiyanto, melaporkan antusiasme peserta tahun ini mengalami peningkatan signifikan.”Jika tahun lalu peserta sekitar 80 orang, tahun ini diikuti 150 orang yang tergabung dalam 36 pasangan ganda,” jelasnya.

Para peserta dibagi ke dalam 12 pool dan ditargetkan seluruh pertandingan rampung pada pukul 20.00 hingga 21.00 WIB . Turnamen ini juga diikuti oleh klub dari luar Kota Batu, seperti PTM Randualas dari Kecamatan Dau dan PTM GPA, yang disambut baik sebagai bentuk persaudaraan .
Sistem penilaian yang diterapkan dalam turnamen ini pun terbilang unik. Panitia menerapkan sistem grading (tingkatan) dengan membagi peserta menjadi Grade A dan Grade B. Pasangan ganda ditentukan melalui undian yang mempertemukan pemain Grade A dengan Grade B.

“Setiap ada event di Kota Batu, juara 1 dan 2 secara otomatis naik peringkat dari Grade B menjadi Grade A,” jelas Subiyanto. Selain itu, panitia menyediakan hadiah hingga posisi delapan besar, berbeda dengan turnamen pada umumnya yang hanya memberikan penghargaan kepada tiga besar.

Wakil Ketua DPRD Batu, Punjul Santoso juga menyoroti keterbatasan fasilitas DPC yang hanya mampu menampung maksimal beberapa orang. “Terkait rencana rapat DPC ke depannya, kami akan membahas lebih lanjut mengenai hal ini,” ujarnya. Ia juga menyampaikan kesulitan mencari tempat latihan tenis meja yang nyaman, sehingga DPC berupaya menyediakan fasilitas yang dapat digunakan oleh masyarakat umum.
Punjul Santoso menambahkan bahwa tenis meja menjadi olahraga yang tepat bagi mereka yang berusia di atas 40 tahun karena melatih kelincahan otak dan tidak terlalu membebani fisik. “Olahraga ini lebih cepat membuat kita berkeringat dibandingkan tenis lapangan atau bulu tangkis,” katanya.

Ia berharap ke depannya turnamen ini tidak hanya diikuti oleh kalangan dewasa, tetapi juga anak-anak, pelajar SMP, dan SMA, sehingga dapat mencetak lebih banyak atlet tenis meja berbakat dari Kota Batu.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari komunitas tenis meja di Kota Batu, khususnya PTMSI dan klub-klub tenis meja lainnya. Acara ini bukan hanya agenda tahunan untuk memperingati Bulan Bung Karno, tetapi juga menjadi wadah bagi atlet-atlet tenis meja berbakat di Kota Batu untuk menunjukkan kemampuannya.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Dengan semangat “Guyub Rukun” dan “Kawya Atma Kerthi”, turnamen ini diharapkan dapat terus menginspirasi dan memperkuat persaudaraan di antara para pecinta tenis meja, sekaligus memajukan prestasi olahraga di Kota Batu .
Penulis : Riadi.
Editor: Tim Redaksi Pendidikannasional.id.




