Mikutopia Gelar Santunan Anak Yatim Sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Wujud Kepedulian Sosial dan Harmoni dengan Masyarakat
Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, destinasi wisata Mikutopia di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, menggelar kegiatan santunan anak yatim bertajuk “Berbagi Kasih dan Kebahagiaan” pada Jumat (19/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan antara sektor pariwisata dengan masyarakat sekitar.
Suasana penuh kehangatan dan kekhidmatan terasa sejak awal acara. Lantunan sholawat yang menggema di masjid kawasan Mikutopia mengiringi doa bersama yang dipanjatkan oleh para tamu undangan, tokoh agama, serta puluhan anak yatim yang hadir sebagai penerima manfaat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk peringatan Tahun Baru Islam, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan semangat berbagi dan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Pemerintah Kecamatan Bumiaji, unsur TNI dan Polri, Kepala Desa Tulungrejo, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta sejumlah warga sekitar yang mendukung terselenggaranya acara.

Operasional Manajer Mikutopia, Panji, menjelaskan bahwa santunan anak yatim ini merupakan program sosial perdana yang dilaksanakan oleh manajemen Mikutopia sejak destinasi wisata tersebut beroperasi. Sebanyak 59 anak yatim dari Desa Tulungrejo menerima santunan pada kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat dan memberikan manfaat yang nyata bagi lingkungan sekitar.
“Agenda santunan yatim piatu pada hari ini merupakan kegiatan perdana kami di Mikutopia. Insyaallah, kami akan terus berupaya konsisten untuk berbagi kepada sesama. Untuk saat ini, cakupan peserta masih terbatas pada satu desa dan dihadiri oleh 59 penerima manfaat,” ujar Panji.
Ia menambahkan, kegiatan santunan tidak hanya dimaknai sebagai bentuk bantuan sosial, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya rasa syukur serta kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan bersama.

Panji berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda rutin yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Pihaknya bahkan menargetkan kegiatan serupa dapat diselenggarakan minimal dua kali dalam setahun dengan jangkauan penerima manfaat yang lebih luas.
“Kami berharap kegiatan ini dapat terus mengingatkan kita akan pentingnya berbagi sekaligus menjadi momen untuk memohon dukungan dan doa restu dari masyarakat agar Mikutopia dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang memberikan manfaat luas. Ke depan, kami berencana mengagendakan santunan ini secara rutin minimal dua kali dalam setahun dan memperluas cakupan peserta hingga tingkat Kecamatan Bumiaji,” katanya.
Selain mengembangkan sektor pariwisata, Mikutopia juga berupaya menghadirkan fasilitas yang mendukung kebutuhan pengunjung, termasuk sarana ibadah. Saat ini, pengelola telah menyediakan masjid dan mushola yang dapat dimanfaatkan oleh wisatawan maupun masyarakat sekitar.

Sementara itu, Kepala Desa Tulungrejo, Suliyono, menyampaikan apresiasinya terhadap kepedulian sosial yang ditunjukkan oleh Mikutopia. Menurutnya, kehadiran destinasi wisata tersebut tidak hanya memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja lokal, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan lingkungan.
“Kami mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Mikutopia kepada masyarakat Tulungrejo. Selama ini kami melihat Mikutopia tidak hanya fokus pada pengembangan wisata, tetapi juga turut berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Hal ini menjadi contoh positif bagaimana sektor pariwisata dapat tumbuh berdampingan dengan masyarakat,” ujar Suliyono.

Apresiasi serupa juga disampaikan Pemerintah Kecamatan Bumiaji melalui Sekretaris Camat Bumiaji, Iwan Santosa, yang hadir mewakili Camat Bumiaji. Ia menilai kegiatan santunan tersebut merupakan bentuk nyata rasa syukur sekaligus kepedulian sosial yang patut diapresiasi.
Menurutnya, keberadaan dunia usaha, termasuk sektor pariwisata, akan memberikan dampak yang lebih besar apabila diiringi dengan tanggung jawab sosial kepada lingkungan sekitar.
“Kegiatan ini merupakan salah satu wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kehadiran Mikutopia tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat sosial melalui kegiatan berbagi kasih dan kebahagiaan kepada anak-anak yatim serta masyarakat sekitar,” ungkap Iwan.

Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Melalui kegiatan tersebut, Mikutopia menunjukkan bahwa pengembangan destinasi wisata tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi dan hiburan semata, melainkan juga dapat menjadi sarana membangun nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan semangat kebersamaan. Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah pun menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah usaha akan semakin bermakna ketika mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan di sekitarnya.
Penulis : Riadi.
Editor : Tim Redaksi Pendidikannasional.id.




