Rutan Batam Deklarasikan Perang Melawan HALINAR

Upacara serta Deklarasi Perang melawan HALINAR, ( Foto : Boy, Ilustrasi ).

Satu Tekad Tanpa Kompromi Rutan Batam Gaungkan Perang Melawan HALINAR

Batam,PENDIDIKANNASIONAL.ID – Komitmen tegas digaungkan dari balik tembok Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam. Dalam sebuah apel yang berlangsung khidmat dan penuh semangat, seluruh jajaran petugas bersama warga binaan menyatukan tekad untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari HALINAR yaitu handphone ilegal, pungutan liar (pungli), dan narkoba.

Bertempat di Lapangan Serbaguna Rutan Batam, kegiatan ini bukan sekadar seremonial rutin. Lebih dari itu, apel komitmen bersama ini menjadi simbol perlawanan nyata terhadap berbagai praktik pelanggaran yang berpotensi merusak sistem pembinaan di dalam rutan.

Tampak dua personil dengan sigab mengikuti upacara Deklarasi perang melawan HALINAR.
Tampak dua personil dengan sigab mengikuti upacara Deklarasi perang melawan HALINAR.

Sejak pagi, suasana sudah terasa berbeda. Ratusan pegawai tampak berbaris rapi, menunjukkan kesiapan dan keseriusan dalam mengikuti apel. Di sisi lain, perwakilan warga binaan turut hadir dengan sikap tertib, menandakan bahwa komitmen ini tidak hanya milik petugas, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama.

Kepala Rutan Kelas IIA Batam yang memimpin langsung jalannya apel menegaskan bahwa komitmen bebas HALINAR bukanlah sekadar slogan. Ia menekankan pentingnya implementasi nyata dalam setiap aspek tugas dan kehidupan sehari-hari di lingkungan rutan.

“Tidak ada toleransi terhadap penggunaan handphone ilegal, praktik pungutan liar, maupun peredaran narkoba. Ini adalah komitmen bersama yang harus dijaga dengan penuh integritas dan profesionalisme,” tegasnya di hadapan seluruh peserta apel.

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/daerah/transformasi-layanan-rutan-batam-program-3s-senyum-sapa-salam-wujudkan-pembinaan-yang-humanis/

https://pendidikannasional.id/daerah/kepala-rutan-batam-tandatangani-perjanjian-kinerja-2026-fokus-pada-pelayanan-publik-transparan/

Pernyataan tersebut disambut dengan keseriusan para peserta. Tidak ada ruang bagi pelanggaran, sekecil apa pun bentuknya. Integritas menjadi kata kunci yang terus digaungkan, sejalan dengan upaya pemerintah dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang bersih dan transparan.

Sebagai bentuk penguatan komitmen, seluruh pegawai Rutan Batam secara serentak membacakan ikrar bersama. Dengan suara lantang, mereka menyatakan penolakan terhadap segala bentuk HALINAR. Momen ini menjadi titik penting yang menegaskan bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri, dari setiap individu yang terlibat dalam sistem pemasyarakatan.

Tak hanya petugas, perwakilan warga binaan juga diberi kesempatan untuk menyampaikan ikrar. Dengan penuh kesadaran, mereka menyatakan komitmen untuk tidak terlibat dalam penggunaan handphone ilegal, praktik pungli, maupun penyalahgunaan narkoba selama menjalani masa pembinaan.

Keterlibatan warga binaan dalam apel ini menjadi bukti bahwa pendekatan pembinaan tidak hanya bersifat satu arah. Rutan Batam berupaya membangun kesadaran kolektif, di mana setiap individu memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Tampak ketika prosesi Deklarasi dengan ikut bertandatangan pada tempat yang disediakan.
Tampak ketika prosesi Deklarasi dengan ikut bertandatangan pada tempat yang disediakan.

Langkah ini dinilai penting, mengingat keberadaan HALINAR di dalam rutan tidak hanya berdampak pada keamanan internal, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak luas bagi masyarakat. Peredaran narkoba, misalnya, seringkali memiliki jaringan yang kompleks dan dapat dikendalikan dari dalam jika tidak diawasi dengan ketat.

Begitu pula dengan penggunaan handphone ilegal, yang kerap menjadi celah untuk melakukan komunikasi tanpa pengawasan. Sementara praktik pungli dapat merusak kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan.

Oleh karena itu, komitmen yang digaungkan dalam apel ini menjadi bagian dari upaya preventif sekaligus langkah strategis dalam memperkuat sistem pengawasan dan pembinaan di dalam rutan.

Sepanjang kegiatan berlangsung, suasana tetap tertib dan penuh khidmat. Tidak hanya menjadi rutinitas, apel ini benar-benar mencerminkan keseriusan seluruh pihak dalam menjalankan komitmen yang telah diucapkan.

Rutan Batam ingin memastikan bahwa setiap individu, baik petugas maupun warga binaan, memahami peran dan tanggung jawabnya. Tidak ada lagi ruang untuk kompromi terhadap pelanggaran. Semua pihak dituntut untuk saling mengawasi, saling mengingatkan, dan bersama-sama menjaga lingkungan rutan tetap bersih.

Dengan semangat “Satu Tekad, Satu Suara”, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi titik awal perubahan yang berkelanjutan. Bukan hanya hari ini, tetapi juga untuk masa depan pemasyarakatan yang lebih baik.

Ke depan, komitmen ini tidak berhenti pada apel semata. Rutan Batam berencana untuk terus memperkuat pengawasan, meningkatkan integritas petugas, serta mengembangkan program pembinaan yang lebih efektif bagi warga binaan.

Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi menuju pemasyarakatan modern yang tidak hanya berorientasi pada keamanan, tetapi juga pada pembinaan yang humanis dan berintegritas.

Dengan tekad yang telah diikrarkan bersama, Rutan Batam optimistis dapat mewujudkan lingkungan yang benar-benar bebas dari HALINAR. Sebuah langkah nyata menuju sistem pemasyarakatan yang bersih, transparan, dan dipercaya oleh masyarakat.

 

Penulis : Boyhot. 

Editor : Tim Redaksi Pendidikannasional.id.

Array
Related posts
Tutup
Tutup