Momen Istimewa di Penghujung Syaban KB-RA 04 Cempaka Putih Kota Batu Latih Kemandirian Siswa lewat Puncak Pondok Ramadan
Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, suasana kebersamaan dan nilai-nilai keagamaan terasa begitu kental di lingkungan Kelompok Bermain (KB) dan Raudhatul Athfal (RA) 04 Cempaka Putih, Kota Batu. Lembaga pendidikan anak usia dini ini sukses menggelar acara puncak Pondok Ramadan dengan mengadakan kegiatan buka puasa bersama pada Jumat (27/2/2026) sore. Momen ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan puncak dari serangkaian kegiatan selama tiga hari yang bertujuan membentuk karakter islami dan kemandirian anak sejak dini.
Sejak hari Selasa, para siswa telah mengikuti berbagai aktivitas dalam program Pondok Ramadan. Mulai dari pembelajaran praktik ibadah seperti tata cara wudhu dan sholat, mendengarkan dongeng-dongeng islami, hingga kegiatan kreatif mewarnai tema Ramadan. Puncaknya, acara buka puasa bersama menjadi ajang aplikasi nyata dari pelajaran yang mereka dapatkan.

Sulastri, S.Pd., Kepala KB-RA 04 Cempaka Putih, menjelaskan bahwa filosofi di balik kegiatan ini sangat mendalam. Pihak sekolah ingin menciptakan pengalaman belajar yang autentik bagi anak-anak.
“Tujuan utama kami adalah memperkenalkan tata cara berbuka puasa yang sesuai sunnah, tetapi lebih dari itu, kami ingin memberikan pengalaman sosial yang bermakna. Anak-anak diajak untuk merasakan momen kebersamaan yang hangat dengan guru dan teman-teman di luar lingkungan keluarga,” ujar Sulastri.

Ia menambahkan, poin terpenting dari rangkaian kegiatan ini adalah penanaman kemandirian. “Kami melatih anak untuk melakukan berbagai hal sendiri, seperti menyiapkan perlengkapan sholat, mengambil makanan, hingga membersihkan tempat makan setelah digunakan. Mereka belajar memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari secara mandiri tanpa bayang-bayang bantuan orang tua,” jelasnya penuh bangga.
Antusiasme terlihat dari jumlah peserta yang hadir. Total 195 orang terlibat dalam acara khidmat ini, terdiri dari 169 siswa RA dan 26 anak dari Kelompok Bermain (KB). Gedung sekolah yang biasanya dipenuhi suara riuh belajar, sore itu berubah menjadi ruang kebersamaan yang sarat akan nilai edukasi.

Kesuksesan acara ini tidak lepas dari sinergi yang solid antara pihak sekolah dan paguyuban orang tua wali murid. Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bahwa pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama. Dalam hal pendanaan dan konsumsi, terjalin pembagian peran yang apik.
Sekolah memberikan subsidi penuh untuk minuman takjil sebesar Rp7.000 per anak, memastikan asupan manis untuk berbuka tersedia. Sementara itu, paguyuban orang tua bahu-membahu mengurus dan menyediakan makanan berat (nasi kotak) sebagai bentuk dukungan penuh terhadap program sekolah. Gotong royong ini tidak hanya meringankan beban, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antara guru dan orang tua.
Baca Juga :
Tanamkan Empati sejak Dini, MI Bustanul Ulum Batu Bagikan 180 Paket Sembako untuk Yatim dan Dhuafa
Harlah Satu Abad NU di MI Bustanul Ulum, Wali Kota Disambut Gemuruh Sholawat & Drumband Siswa
Kisah Isra’ Mi’raj Jadi Inspirasi Bentuk Generasi Taat di MI Bustanul Ulum Batu
Respon positif pun datang dari para orang tua. Ibu Linda, salah satu wali murid dari RA, tidak dapat menyembunyikan rasa senangnya melihat perkembangan buah hatinya. Menurutnya, acara seperti ini memiliki dampak yang luar biasa.
“Saya sangat senang dan bangga. Anak saya bercerita dengan antusias tentang bagaimana mereka berbuka bersama, berdoa bersama, dan makan sendiri tanpa disuapi. Ini pengalaman yang berharga. Rasa kekeluargaan antara orang tua, guru, dan anak-anak juga menjadi lebih dekat melalui kegiatan kolaboratif seperti ini,” ungkap Linda dengan mata berbinar.

Sebagai orang tua, ia berharap KB-RA 04 Cempaka Putih dapat terus konsisten menjadi pelopor dalam menghadirkan program-program kreatif, inovatif, dan edukatif yang tidak hanya mengasah kecerdasan kognitif, tetapi juga kecerdasan spiritual dan sosial emosional anak.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Dengan berakhirnya rangkaian Pondok Ramadan ini, pihak RA Cempaka Putih berharap nilai-nilai luhur yang telah diajarkan tidak berhenti di gerbang sekolah. Kemandirian, kedisiplinan, dan adab islami yang telah dipraktikkan selama kegiatan diharapkan dapat menjadi kebiasaan baik yang terus diterapkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun di lingkungan masyarakat.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan karakter, terutama kemandirian dan nilai-nilai keagamaan, paling efektif ditanamkan sejak usia dini melalui pengalaman langsung yang menyenangkan dan penuh makna. ( Ria ).


Suasana buka puasa bersama 195 siswa KB dan RA 04 Cempaka Putih Kota Batu dalam rangka puncak Pondok Ramadan Jumat 27 Februari 2026.( Foto : istimewa ). 
