PDIP Kota Batu Turun Tanpa Seragam, Bedah Rumah Warga Hingga Pelosok

Ketua DPC PDI Perjuangan ketika bersama sama anggota dan warga masyarakat serta lurah Sisir. ( Foto : Ilustrasi ).

Tak masuk Data Bantuan, Warga Kota Batu Dapat Harapan Lewat Program Bedah Rumah PDIP

Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID.– Tak semua warga kurang mampu tercatat dalam sistem bantuan pemerintah. Sebagian dari mereka justru terjebak dalam “ruang abu-abu” administratif namun hidup dalam kondisi yang serba terbatas. Di Kota Batu, kelompok inilah yang kini mulai mendapat perhatian melalui program Bedah Rumah “BERJUALAN” dari DPC PDI Perjuangan.

Memasuki April 2026, program sosial tersebut kembali digelar dan menyasar wilayah Kecamatan Batu pada Minggu (19/4/2026), setelah sebelumnya dilaksanakan di Desa Junrejo. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa intervensi sosial dari partai politik masih memiliki ruang signifikan untuk menjangkau masyarakat yang luput dari skema bantuan formal.

Dengan antusias anggota DPRD turut serta membantu bedah rumah.
Dengan antusias anggota DPRD turut serta membantu bedah rumah.

Menariknya, pelaksanaan kali ini tampil berbeda. Para kader dan simpatisan yang turun langsung ke lapangan tidak mengenakan atribut partai. Mereka memilih berpakaian bebas, membaur dengan warga tanpa sekat simbol politik. Pendekatan ini dinilai lebih humanis dan efektif dalam membangun kedekatan emosional dengan masyarakat.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Batu, ketika memberikan pemaparanya.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Batu, ketika memberikan pemaparanya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Batu, Saifudin Zuhri, menegaskan bahwa program “BERJUALAN” yang merupakan akronim dari Bedah Rumah Juang Ala PDI Perjuangan secara khusus menyasar warga yang tidak masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Esensi dari Pancasila adalah gotong royong. Kami fokus pada warga yang rumahnya tidak layak huni, tetapi tidak terdata dalam sistem bantuan. Misalnya, ada yang memiliki slip gaji, namun sebenarnya terbebani utang, atau kondisi rumahnya sudah rusak parah,” jelas Saifudin.

Fenomena exclusion error atau kesalahan eksklusi dalam pendataan sosial memang menjadi persoalan klasik. Banyak warga yang secara nyata membutuhkan bantuan justru tidak tersentuh karena kendala administratif. Dalam konteks ini, program seperti “BERJUALAN” hadir sebagai jaring pengaman tambahan.

Khamim Tohari ketika kroscek atap rumah yang akan diperbaiki.
Khamim Tohari ketika kroscek atap rumah yang akan diperbaiki.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Batu, Khamim Tohari, menyebut bahwa program ini bukan untuk menggantikan peran pemerintah, melainkan sebagai pelengkap.

“Kami hadir sebagai buffer. Ada warga yang secara fisik rumahnya rusak berat, tetapi tidak memenuhi kriteria bantuan pemerintah. Di situlah kami mencoba masuk dan membantu,” ujarnya.

Lurah Sisir ketika memberikan apresiasinya kepada PDI Perjuangan yang telah membantu warganya dalam bedah rumah.
Lurah Sisir ketika memberikan apresiasinya kepada PDI Perjuangan yang telah membantu warganya dalam bedah rumah.

Di Kelurahan Sisir, program ini mendapat respons positif dari pemerintah setempat. Lurah Sisir, Budi Meryanto Handarto, mengapresiasi langkah konkret yang dilakukan oleh DPC PDI Perjuangan.

“Ini bukan hanya soal memperbaiki bangunan, tetapi juga membangkitkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat. Kami sangat berterima kasih atas kepedulian ini,” ungkapnya.

Ketua RW ketika mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang turut membantu dalam bedah rumah.
Ketua RW ketika mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang turut membantu dalam bedah rumah.

Hal senada disampaikan Ketua RW 01, Rohman Jumain. Ia menilai bantuan tersebut benar-benar tepat sasaran, terutama bagi warga yang selama ini kesulitan mengakses bantuan formal.

“Bantuan ini sangat membantu warga kami yang kurang mampu. Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan,” ujarnya.

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/daerah/pemkot-batu-percepat-pembangunan-rumah-layak-huni/

Di balik program ini, tersimpan kisah haru dari para penerima manfaat. Salah satunya adalah Indrawati (48), warga yang rumahnya kini tengah diperbaiki. Bagian talang, plafon, hingga pengecatan menjadi fokus utama renovasi. Dengan suara lirih, ia mengaku tak pernah menyangka akan mendapatkan bantuan tersebut.

“Alhamdulillah, rumah saya akhirnya diperbaiki. Semoga program ini terus berjalan dan bisa membantu warga lain yang lebih membutuhkan,” tuturnya.

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/daerah/layanan-posko-mudik-pdi-perjuangan-batu-24-jam-wisatawan-bandung-ngaku-terbantu-fasilitasnya/

Kisah seperti Indrawati menjadi gambaran nyata bahwa masih banyak masyarakat yang hidup dalam keterbatasan, namun tidak terjangkau oleh sistem bantuan resmi. Program seperti ini pun menjadi harapan baru di tengah berbagai keterbatasan.

Tak hanya fokus pada perbaikan hunian, DPC PDI Perjuangan Kota Batu juga mulai mengantisipasi tantangan yang lebih besar ke depan, yakni potensi krisis pangan akibat fenomena El Nino ekstrem atau yang kerap disebut “El Nino Godzilla”.

Tampak depan sebelah kiri, Ketua DPC PDI Perjuangan, Lurah Sisir, Sekretaris DPC PDI Perjuangan dan Ketua PSSI  Kota Batu.
Tampak depan sebelah kiri, Ketua DPC PDI Perjuangan, Lurah Sisir, Sekretaris DPC PDI Perjuangan dan Ketua PSSI Kota Batu.

Saifudin Zuhri yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur mengungkapkan bahwa pihaknya tengah merancang strategi ketahanan pangan berbasis masyarakat.

“Kami mulai menyiapkan edukasi tanaman alternatif pendamping beras, seperti ketela, singkong, dan komoditas lain. Ini penting sebagai langkah antisipasi jika terjadi kemarau panjang,” jelasnya.

Tampak dengan semangatnya anggota PDI Perjuangan membenahi jendela.
Tampak dengan semangatnya anggota PDI Perjuangan membenahi jendela.

Langkah ini dinilai strategis, mengingat dampak perubahan iklim yang semakin terasa, khususnya di sektor pertanian. Kota Batu yang memiliki basis agraris dinilai perlu memperkuat ketahanan pangan dari level rumah tangga.

Ke depan, program Bedah Rumah “BERJUALAN” akan terus digulirkan secara bergiliran di tiga kecamatan di Kota Batu. Setelah Kecamatan Batu, tim dijadwalkan bergerak ke wilayah Kecamatan Bumiaji guna memastikan pemerataan bantuan.

Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Dengan pendekatan langsung ke masyarakat, tanpa sekat formalitas, serta fokus pada kelompok yang selama ini terpinggirkan oleh sistem, program ini diharapkan tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga memulihkan harapan. Di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi, gotong royong kembali menemukan relevansinya, bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

 

Penulis : Riadi. 

Editor : Tim Redaksi Pendidikannasional.id.

Array
Related posts
Tutup
Tutup