Panglima Divif 2 Kostrad Turun Langsung ke Malang Pesan Tegas untuk Seluruh Prajurit soal Rakyat

Panglima Divif 2 Kostrad melakukan pengecekan pasukan dengan menaiki kendaraan lapis baja. ( Foto : istimewa ).

Kunjungan Kerja Panglima Divif 2 Kostrad ke Brigif 18/Trisula.Penguatan Soliditas dan Etika Profesionalisme Prajurit di Era Modern

Malang, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Brigif 18/Trisula, di bawah naungan Divisi Infanteri 2 Kostrad, menjadi episentrum pembinaan mental dan profesionalisme prajurit pada Selasa, 11 Maret 2026. Kunjungan kerja yang dilakukan oleh Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, S.Sos., M.Si., berlangsung dalam suasana khidmat namun sarat makna. Momentum ini tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan sebagai instrumen strategis untuk memperkuat kohesi sosial internal satuan serta meneguhkan kembali jati diri prajurit sebagai bagian tak terpisahkan dari masyarakat sipil.

Dalam kerangka analisis kepemimpinan militer kontemporer, kunjungan seorang panglima ke satuan di bawah komandonya merepresentasikan bentuk pengawasan melekat sekaligus pembangunan motivasi transendental. Kehadiran Mayjen TNI Primadi di tengah prajurit Brigif 18/Trisula menjadi ruang dialog yang mencerminkan pendekatan kepemimpinan transformasional, di mana pemimpin tidak hanya memberikan instruksi, tetapi juga membangun kedekatan emosional untuk menyerap aspirasi serta dinamika yang berkembang di tingkat satuan bawah.

Panglima Divif 2 Kostrad, ketika memberikan sambutanya dalam kunjunganya di Malang.
Panglima Divif 2 Kostrad, ketika memberikan sambutanya dalam kunjunganya di Malang

Puncak dari rangkaian kegiatan tersebut adalah pengarahan langsung yang disampaikan oleh Panglima Divif 2 Kostrad. Dalam orasinya yang sarat dengan spirit kebangsaan, ia menekankan sebuah paradigma fundamental dalam sosiologi militer, yaitu hubungan timbal balik antara hak dan kewajiban prajurit. Ia mengawali dengan mengajak seluruh prajurit untuk senantiasa memaknai kesejahteraan yang telah diberikan oleh negara sebagai sebuah amanah konstitusional.

“Syukuri kesejahteraan yang telah diberikan negara, imbangi dengan bekerja lebih baik dan profesional serta hindari hal-hal yang dapat menyebabkan pelanggaran terutama menyakiti hati rakyat,” tegasnya di hadapan para perwira, bintara, dan tamtama.

Baca Juga : 

Pangdivif 2 Kostrad Pimpin Defile HUT ke-65, Panglima TNI: Garda Terdepan NKRI

Pernyataan tersebut mengandung pesan sosiologis yang mendalam. Dalam disiplin ilmu administrasi publik, profesionalisme birokrasi (dalam hal ini militer) diukur dari kemampuannya memberikan pelayanan terbaik kepada publik (rakyat). Penekanan untuk “tidak menyakiti hati rakyat” merupakan pengingat bahwa kekuatan sesungguhnya dari institusi TNI terletak pada legitimasi dan dukungan masyarakat. Pendekatan humanis ini menjadi pilar utama dalam membangun citra positif institusi di mata publik, sebuah aspek krusial di era disrupsi informasi saat ini.

Lebih lanjut, Panglima memberikan apresiasi yang tinggi terhadap dedikasi prajurit Brigif 18/Trisula dalam menjaga kesiapan operasional satuan. Dalam terminologi manajemen pertahanan, kesiapan operasional merupakan variabel vital yang menentukan daya tangkal satuan. Apresiasi ini diproyeksikan untuk memicu peningkatan produktivitas dan semangat juang yang berkelanjutan.

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/daerah/doa-bersama-65-tahun-kostrad-panglima-divif-2-ungkap-kekuatan-sejati-prajurit-di-balik-seragam-hijau/

Mayjen TNI Primadi menegaskan bahwa loyalitas dan kebersamaan adalah modal sosial yang tidak ternilai harganya. Di tengah dinamika tugas yang semakin kompleks, mulai dari operasi militer perang (OMP) hingga operasi militer selain perang (OMSP), soliditas internal menjadi social capital yang menentukan keberhasilan misi. Hal ini sejalan dengan konsep esprit de corps yang menjadi fondasi utama institusi militer global.

Tidak terbatas pada interaksi dengan prajurit, perhatian strategis Panglima juga tertuju pada eksistensi keluarga besar Persit Kartika Chandra Kirana. Dalam perspektif psikologi militer, dukungan keluarga merupakan variabel intervening yang mempengaruhi performa prajurit di medan tugas. Seorang prajurit yang tenang secara psikologis, yang didukung oleh keluarga yang harmonis, akan memiliki fokus dan konsentrasi penuh dalam menjalankan tugas negara.

Antusias prajurit ketika mengikuti rangkaian kegiatan Kunjungan Pang divif 2 di Malang.
Antusias prajurit ketika mengikuti rangkaian kegiatan Kunjungan Pang divif 2 di Malang.

Oleh karena itu, Panglima memberikan atensi khusus kepada para istri prajurit. Ia menyampaikan bahwa ketahanan keluarga, pendidikan anak, dan kebersamaan dalam rumah tangga adalah fondasi moral yang menopang semangat juang prajurit.

“Jagalah dan didik anak-anak kita sebagai penerus generasi bangsa,” pesannya, menekankan bahwa investasi sumber daya manusia dimulai dari unit terkecil dalam masyarakat, yaitu keluarga.

120 Prajurit Pulang Misi Aceh, Yonzipur 10 Kostrad Disambut Mayjen TNI Primadi

Pesan ini menggarisbawahi pentingnya regenerasi dan pembinaan karakter sejak dini. Seorang prajurit tidak hanya bertugas menjaga kedaulatan negara, tetapi juga bertanggung jawab melahirkan generasi penerus yang berakhlak mulia dan cinta tanah air.

Rangkaian kunjungan kerja yang berlangsung tertib dan penuh makna ini ditutup dengan rasa bangga yang terpancar dari seluruh prajurit dan keluarga besar Brigif 18/Trisula. Hadir pula dalam kesempatan tersebut para pejabat utama Divif 2 Kostrad, menunjukkan sinergi vertikal yang solid dalam struktur komando.

Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Kunjungan ini menjadi sebuah refleksi kolektif bahwa profesionalisme militer tidak hanya diukur dari kecanggihan alutsista atau kemampuan tempur semata, tetapi juga dari kedekatan moral dengan rakyat, soliditas internal, serta keharmonisan keluarga. Di tengah arus modernisasi dan tuntutan global, Brigif 18/Trisula, di bawah komando Divif 2 Kostrad, terus berkomitmen untuk mengawal nilai-nilai luhur tersebut sebagai benteng terakhir kedaulatan bangsa.

 

Sumber : Pendiv. 

Editor : Tim Pendidikannasional.id.

Array
Related posts
Tutup
Tutup