Pondok Ramadan MI Miftahul Ulum Menanamkan Fikih Ibadah dan Altruisme Lewat Tradisi Berbagi
Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Nuansa syiar Ramadan terasa kental di lingkungan MI Miftahul Ulum, Kota Batu. Di tengah hiruk-pikuk aktivitas akhir bulan suci, madrasah ibtidaiyah ini tidak hanya menggelar kegiatan keagamaan seremonial, tetapi juga menghadirkan laboratorium spiritual dan sosial bagi para siswanya. Melalui program unggulan bertajuk “Pondok Ramadan”, institusi pendidikan berbasis Islam ini mengintegrasikan pendidikan fikih ibadah dengan aksi nyata kepedulian sosial, sebuah pendekatan holistik yang dinilai mampu mencetak generasi unggul secara intelektual dan moral. ( 13/03/2026 ).
Pondok Ramadan di MI Miftahul Ulum bukanlah kegiatan dadakan. Berdasarkan keterangan dari Nur Kholiq Tri Andi, selaku bagian Kesiswaan, kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang telah menjadi denyut nadi pendidikan karakter di madrasah sejak tahun 2004 jauh sebelum adanya surat edaran resmi dari Kementerian Agama mengenai kewajiban serupa.

” Pada penyelenggaraan tahun ini, sekolah mengadopsi skema Tipe B (Full Day) sebagaimana direkomendasikan dalam panduan Kementerian Agama. Rangkaian kegiatan dibagi ke dalam beberapa fase untuk memastikan internalisasi nilai berjalan secara gradual dan komprehensif.” Jelasnya Andi.
Fase pertama berlangsung pada 23 hingga 26 Februari, yang difokuskan pada penguatan aspek kognitif dan praktik ibadah. Para siswa diberikan pendalaman materi fikih yang aplikatif, mencakup bab puasa, thaharah (bersuci), adab silaturahmi, hingga pengenalan zakat. Materi-materi ini tidak hanya disampaikan secara teoretis, tetapi diarahkan untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai instrumen kontrol, madrasah mendistribusikan buku panduan Ramadan. Buku sakti ini dirancang untuk memantau kualitas ibadah harian siswa, mulai dari tadarus Al-Qur’an, disiplin salat tarawih, hingga catatan silaturahmi mereka dengan tetangga dan kerabat. Langkah ini merupakan bentuk pendidikan berbasis habituasi (pembiasaan) yang bertujuan membangun kesadaran beribadah secara mandiri pada diri peserta didik.
Puncak rangkaian akademik Pondok Ramadan digelar pada 11 hingga 13 Maret. Pada fase ini, madrasah menggelar kegiatan buka bersama (bukber) yang dikhususkan bagi siswa kelas atas, yakni kelas 4, 5, dan 6, yang dilaksanakan secara bergilir setiap harinya.

” Dimulai sejak sore hari pukul 15.30 hingga malam pukul 20.00, rangkaian acara ini dirancang layaknya pesantren kilat mini. Aktivitas dimulai dengan tadarus bersama, dilanjutkan dengan berbuka puasa, salat Magrib berjamaah, dan diakhiri dengan salat Isya serta salat Tarawih berjamaah di lingkungan sekolah. Model pembelajaran ini menciptakan ekosistem keagamaan yang utuh, di mana siswa tidak hanya belajar tentang Islam di dalam kelas, tetapi juga merasakan langsung pengalaman spiritual kolektif di lingkungan madrasah.” Tambahnya Andik.
Di luar dimensi ritual, dimensi sosial menjadi pilar utama yang ditekankan dalam Pondok Ramadan tahun ini. MI Miftahul Ulum mengajak siswa untuk terlibat langsung dalam aksi filantropi yang menyentuh masyarakat luas.
Baca Juga :
Cegah Lunturnya Budaya, MIMU Batu Kenalkan Kuliner Tradisional ke Generasi Z di Milad ke-102
Tanamkan Empati sejak Dini, MI Bustanul Ulum Batu Bagikan 180 Paket Sembako untuk Yatim dan Dhuafa
Salah satu program unggulannya adalah pembagian takjil. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari berturut-turut dengan total distribusi mencapai 900 paket takjil. Artinya, sekitar 300 paket takjil dibagikan setiap harinya kepada masyarakat sekitar dan pengguna jalan. Uniknya, dana untuk pembelian takjil ini dikumpulkan secara swadaya dari partisipasi siswa, menanamkan pemahaman bahwa berbagi adalah pengorbanan kolektif.

Hasim, guru olahraga MI Miftahul Ulum, menegaskan bahwa aksi berbagi takjil ini lebih dari sekadar tradisi tahunan. Menurutnya, kegiatan ini dirancang sebagai stimulus efektif untuk menumbuhkan empati dan altruisme sikap peduli terhadap kesejahteraan orang lain pada diri siswa sejak usia dini. “Kami ingin anak-anak tidak hanya saleh secara personal, tetapi juga saleh secara sosial,” ujarnya.
Secara makro, seluruh rangkaian kegiatan Pondok Ramadan di MI Miftahul Ulum memiliki visi besar yang melampaui target jangka pendek. Lembaga ini berupaya menginternalisasikan nilai-nilai agama secara aplikatif, membentuk karakter habituatif dalam beribadah, serta mengkristalisasi rasa kepedulian sosial, iman, dan takwa dalam diri generasi penerus.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Dengan menggabungkan penguatan fikih, praktik ibadah langsung, dan aksi sosial nyata, MI Miftahul Ulum membuktikan bahwa madrasah ibtidaiyah mampu menjadi pusat peradaban kecil yang melahirkan insan berilmu, berakhlak mulia, dan peka terhadap lingkungan sosial. Melalui Pondok Ramadan, mereka tidak sekadar belajar tentang puasa, tetapi juga belajar menjadi manusia yang berarti bagi sesama. Di tangan para siswa ini, nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin tidak hanya dihafal, tetapi dihidupkan dalam denyut nadi masyarakat.
Penulis : Ria.
Editor : Tim Pendidikannasional.id.


Kepala Sekolah MI Miftahul Ulum ketika memberikan pencerahan kepada anak didik dalam kegiatan pondok ramadhan 2026.( istimewa ) 
