30 Menit yang Mengubah Hidup Ustaz Masuk Sel, Para Tahanan Menangis Tersentuh

KBO Satbinmas Ipda Mudianto didampingi personel memantau jalannya kegiatan keagamaan untuk pembinaan mental tahanan.( Foto : istimewa ).

Satbinmas Polres Natuna Gelar Da’i Kamtibmas untuk Tahanan, Beri Pembinaan Spiritual di Bulan Ramadhan

Natuna,PENDIDIKANNASIONAL.ID – Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan dengan kegiatan yang bermakna, Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polres Natuna menggelar program inovatif bertajuk Da’i Kamtibmas bagi seluruh warga binaan yang berada di Rumah Tahanan Polres Natuna. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat pagi, 13 Maret 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga 09.30 WIB ini menghadirkan sentuhan berbeda dalam pendekatan pembinaan di lingkungan kepolisian, yakni melalui metode spiritual keagamaan yang dipadukan dengan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pembinaan rohani yang menjadi inti kegiatan tersebut diisi oleh Ustaz Mustaqim, M.Pd., seorang pendakwah yang juga akademisi dengan latar belakang pendidikan magister pedagogi. Dalam tausiyahnya, Ustaz Mustaqim menyampaikan materi yang tidak hanya bersifat doktriner keagamaan, tetapi juga menyentuh aspek psikologis dan sosiologis para tahanan. Dengan pendekatan yang humanis dan penuh kehangatan, ia mengajak para warga binaan untuk memaknai Ramadhan sebagai momentum refleksi diri, introspeksi atas kesalahan masa lalu, serta membangun optimisme untuk masa depan yang lebih baik.

Ustad ketika memberikan pencerahan Rohini kepada para napi
Ustad ketika memberikan pencerahan Rohini kepada para napi

“Bulan Ramadhan adalah madrasah kehidupan yang sesungguhnya. Di dalamnya ada kesempatan untuk membersihkan jiwa, memperbaiki akhlak, dan memulai lembaran baru. Setiap manusia pernah berbuat salah, tetapi yang membedakan adalah kemauan untuk berubah dan tidak mengulangi kesalahan yang sama,” ujar Ustaz Mustaqim di hadapan puluhan tahanan yang mengikuti kegiatan dengan khusyuk.

Kegiatan Da’i Kamtibmas ini dihadiri oleh sejumlah perwira dan personel kepolisian, antara lain Kepala Satuan Pengamanan Tugas Kepolisian (KA SPKT) Polres Natuna Ipda Tatang Hidayat, S.Sos., Pamapta Ipda Julian Maulana Syukra, S.H., M.H., para Kepala Unit (Kanit) di lingkungan Satbinmas, personel Satbinmas, serta personel Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sattahti) Polres Natuna. Kehadiran para petugas tersebut menunjukkan komitmen institusi kepolisian dalam memberikan pendampingan penuh terhadap program pembinaan yang bersifat non-represif ini.

Baca Juga : 

PIA Ardhya Garini Lanud RSA Natuna Bagikan Takjil, Sapa Warga di Simpang Empat Masjid Al-Jami’

Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Efendie, S.H., S.I.K., M.M., M.Tr.Opsla melalui KBO Satbinmas Ipda Mudianto, S.H. menegaskan bahwa program Da’i Kamtibmas merupakan implementasi nyata dari pendekatan humanis yang tengah digalakkan oleh Polri dalam menjalankan fungsi pembinaan masyarakat, khususnya terhadap individu-individu yang sedang berhadapan dengan proses hukum. Lebih dari sekadar menjaga keamanan fisik, institusi kepolisian juga memiliki tanggung jawab moral untuk membangun ketahanan mental dan spiritual warga binaan.

“Kegiatan ini kami rancang sebagai bagian dari pembinaan moral dan mental yang komprehensif. Kami tidak hanya mempersiapkan mereka secara administratif untuk menjalani proses hukum, tetapi juga membekali mereka dengan fondasi spiritual yang kuat. Harapan kami, setelah menyelesaikan masa tahanan, mereka dapat kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, lebih sadar hukum, dan memiliki ketahanan diri untuk tidak mengulangi perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” jelas Ipda Mudianto saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/daerah/haru-di-bulan-ramadhan-para-wartawan-natuna-relakan-waktu-buka-puasa-demi-25-yatim-piatu/

Lebih lanjut, Ipda Mudianto menjelaskan bahwa pemilihan bulan Ramadhan sebagai waktu pelaksanaan kegiatan ini bukan tanpa alasan. Secara psikologis, bulan suci menciptakan kondisi emosional dan spiritual yang lebih reseptif, sehingga pesan-pesan pembinaan diharapkan dapat lebih mudah meresap dan mengendap dalam kesadaran para tahanan. Metode pembinaan keagamaan seperti ini dinilai lebih efektif dibandingkan pendekatan seremonial atau instruktif yang bersifat satu arah.

Dari perspektif akademik, pendekatan yang diterapkan Satbinmas Polres Natuna ini sejalan dengan teori pemasyarakatan modern yang menekankan pentingnya rehabilitasi sosial dan reintegrasi, bukan sekadar retribusi atau pembalasan atas tindak pidana. Konsep restorative justice yang mengedepankan pemulihan hubungan antara pelaku, korban, dan masyarakat secara tidak langsung juga diperkuat melalui pembinaan karakter berbasis spiritual ini.

Sinergi TNI-Pemkab Natuna di Ujung Negeri: Bupati Cen Sui Lan Bagikan 4 Bantuan Sakral Saat Safari Ramadhan

Sepanjang kurang lebih 30 menit pelaksanaan, kegiatan berlangsung dalam suasana yang aman, tertib, dan penuh kondusivitas. Para tahanan terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian acara, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tausiyah, hingga sesi doa bersama yang mengiringi penutupan kegiatan. Beberapa di antaranya bahkan tampak haru ketika Ustaz Mustaqim memimpin doa memohon ampunan dan kekuatan untuk memulai kehidupan baru.

Salah seorang tahanan yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kesannya usai mengikuti kegiatan. “Kami sangat berterima kasih kepada Pak Polisi dan Ustaz yang sudah peduli memberikan kami siraman rohani. Di dalam sini, kadang kami merasa sendiri dan putus asa. Tapi hari ini kami diingatkan bahwa masih ada kesempatan untuk berubah dan Tuhan tidak pernah menutup pintu maaf,” tuturnya dengan suara bergetar.

Mengawal Natuna: Lanud RSA Perkuat Pasukan Intelijen dan Pomau melalui Latihan Menembak Presisi

Program Da’i Kamtibmas sendiri merupakan program unggulan Satbinmas Polres Natuna yang dirancang sebagai bentuk pendekatan humanis Polri dalam memberikan pembinaan keagamaan sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Program ini tidak hanya menyasar para tahanan, tetapi juga direncanakan akan diperluas jangkauannya ke berbagai elemen masyarakat sebagai upaya preventif dalam mencegah potensi gangguan kamtibmas melalui penguatan nilai-nilai agama dan moral.

Ke depan, Satbinmas Polres Natuna berencana menjadikan program ini sebagai kegiatan rutin selama bulan Ramadhan, bahkan memungkinkan untuk diperluas frekuensinya menjadi dua pekan sekali di luar bulan suci. Dengan demikian, pembinaan spiritual tidak hanya bersifat musiman, melainkan menjadi bagian integral dari sistem pembinaan tahanan yang berkelanjutan.

Lihat Juga :  https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Kegiatan Da’i Kamtibmas di Polres Natuna ini menjadi bukti bahwa institusi kepolisian terus berinovasi dalam menjalankan tugasnya, tidak hanya sebagai penegak hukum yang tegas, tetapi juga sebagai pembimbing masyarakat yang humanis. Di tengah tantangan modernitas yang semakin kompleks, pendekatan spiritual seperti ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam membangun kesadaran hukum berbasis kesadaran moral dan keagamaan.

 

Penulis : Julita. 

Editor : Tim Pendidikannasional.id.

Array
Related posts
Tutup
Tutup