Kisah Haru di Balik Lagu Camat Bumiaji Menjenguk Cak Yan, Ketua KPJ Batu yang Sakit Mendadak

Cak Yan Ketua KPJ Kota Batu berbaju putih ketika membawakan sebuah lagunya ( Foto : Ria )

Solidaritas di Balik Lagu, Camat Bumiaji dan Keluarga KPJ Batu Tunjukkan Kepedulian Saat Ketuanya Sakit

Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Dalam hidup, ujian kesehatan bisa datang tak terduga. Namun, di balik cobaan itu, seringkali terpancar cahaya solidaritas yang menguatkan. Hal itulah yang kini menyelimuti Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Kota Batu, pasca ketuanya, Dodik Supriyanto atau akrab disapa Cak Yan, mengalami sakit mendadak.

Kabar tentang kondisi Cak Yan segera menyebar di kalangan anggota KPJ, kelompok seniman jalanan yang telah menjadi ikon keramahan dan penyambutan di Kota Batu. Rasa khawatir pun bercampur dengan keinginan untuk segera memberi dukungan.

Pembina KPJ Kota Batu Sekaligus Camat Bumiaji ketika menjenguk Cak Yan
Pembina KPJ Kota Batu Sekaligus Camat Bumiaji ketika menjenguk Cak Yan

Di tengah kesibukannya, seorang sahabat sekaligus pembina KPJ, Thomas Maydo, menyempatkan diri bertandang ke rumah sakit dengan bertujuan untuk menjenguk. Kunjungan ini bukan sekadar formalitas. Thomas Maydo, yang juga menjabat sebagai Camat Bumiaji, datang dengan kepedulian tulus seorang sahabat dan pembina.

“Ini adalah bentuk ikatan kekeluargaan kita. KPJ bukan sekadar organisasi, tetapi keluarga. Ketika salah satu anggota kita sakit, itu adalah tanggung jawab kita bersama untuk hadir dan menguatkan,” ujar Thomas Maydo saat ditemui di lokasi.

Dengan rendah hati, ia menegaskan bahwa dukungan terhadap anggota KPJ adalah wujud nyata komitmennya, baik sebagai pembina maupun sebagai bagian dari pemerintah kecamatan yang memegang amanah untuk membina masyarakat.

“Mereka (anggota KPJ) adalah aset sosial budaya Kota Batu. Mereka menyemarakkan kota dengan seni, membawa senyum bagi wisatawan. Maka, di saat seperti ini, sudah seharusnya kita mengulurkan tangan. Kepedulian sosial adalah fondasi dari kebersamaan kita sebagai warga Bumiaji dan Kota Batu,” tambahnya dengan nada yang penuh empati.

Baca Juga :  https://pendidikannasional.id/daerah/kolaborasi-unik-di-natal-kota-batu-gkmi-sobat-dan-komunitas-disabilitas-hidupkan-kearifan-lokal/

Kunjungan tersebut menjadi suntikan semangat bukan hanya bagi Cak Yan, tetapi juga bagi seluruh anggota KPJ yang hadir. Mereka melihat bagaimana figur pembina mereka hadir secara manusiawi, melampaui sekat birokrasi, menunjukkan bahwa seni dan kemanusiaan berjalan beriringan.

Ketua KPJ Kota Batu ketika di Rumah Sakit
Ketua KPJ Kota Batu ketika di Rumah Sakit

Sementara dari balik tempat tidurnya, meski dalam kondisi masih lemah, Cak Yan menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam. “Saya sangat tersentuh dengan perhatian dari Mas Thomas dan semua saudara-saudara saya di KPJ. Doa dan dukungan ini obat yang paling kuat bagi saya,” ujarnya lirih.

Sebagai Ketua KPJ Kota Batu, Cak Yan juga menyampaikan pesan kepada seluruh anggotanya. “Jaga terus kekompakan kita. Terus berkarya dan nyanyikan lagu-lagu yang membawa kebahagiaan bagi kota kita tercinta. Jangan sampai semangat ini redup. Saya percaya, dengan semangat gotong royong seperti ini, KPJ akan semakin solid,” pesannya penuh keyakinan.

Lihat Juga :  https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Peristiwa ini merefleksikan lebih dari sekadar aktivitas menjenguk. Ia menjadi catatan penting tentang nilai-nilai kolektivitas dalam komunitas seni. KPJ Kota Batu, yang identik dengan lantunan lagu di sudut-sudut kota dan tempat wisata, ternyata menyimpan ikatan yang jauh lebih dalam, ikatan persaudaraan yang saling menopang dalam suka dan duka.

Dalam perspektif yang lebih luas, tindakan Camat Bumiaji ini juga memberikan edukasi tentang kepemimpinan yang partisipatif dan empatik. Seorang pemimpin tidak hanya hadir dalam forum formal, tetapi juga turun langsung merasakan denyut nadi kehidupan warganya, termasuk para seniman jalanan yang sering kali berada di garis depan interaksi dengan publik, namun terkadang rentan secara sosial-ekonomi.

Dukungan seperti ini diharapkan dapat memacu semangat anggota KPJ lainnya untuk terus berkontribusi melalui seni, dengan rasa aman bahwa mereka memiliki ‘payung’ dan perhatian dari lingkungannya. Kisah solidaritas ini mengingatkan kita bahwa di balik hingar-bingar kehidupan kota, ada jantung kemanusiaan yang tetap berdetak, dijaga oleh kepedulian antarindividu.

Pemulihan Cak Yan kini menjadi harapan bersama. Dan sambil menanti ketuanya kembali sehat dan siap memimpin panggung kecil di tepi jalan, para penyanyi KPJ Kota Batu terus melanjutkan misi mereka: menghibur kota, dengan keyakinan baru bahwa mereka tidak pernah berjuang sendirian.

 

( Ria ). 

Array
Related posts
Tutup
Tutup