Festival Njenang Sapar ke-8 Ritual Sedekah Tolak Bala dan Jaga Kelestarian Budaya Jawa

Suasana kemeriahan Festival Njenang Sapar ke-8 di Desa Pesanggrahan, Kota Batu, yang dihadiri oleh ratusan warga dan pejabat setempat. (.Foto : istimewa ).

Festival Njenang Sapar ke-8. Melestarikan Budaya dan Memperkuat Kebersamaan di Desa Pesanggrahan, Kota Batu. 

Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Desa Pesanggrahan Dusun Serbet Timur kembali menggelar Festival Njenang Sapar yang ke-8 pada Sabtu, 23 Agustus 2025 malam. Acara yang berlangsung di Jl. Sakura Kidul Kubur ini merupakan wujud syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat keselamatan dan rezeki yang diterima. Festival ini juga menjadi sarana untuk melestarikan tradisi leluhur dan mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Bulan Sapar dalam budaya Jawa diyakini sebagai bulan penuh ujian dan cobaan. Oleh karena itu, masyarakat membuat dan membagikan jenang (bubur tradisional) sebagai bentuk sedekah untuk menangkal mara bahaya dan mendatangkan berkah serta perlindungan. Tradisi ini telah turun-temurun dilakukan dan menjadi bagian penting dari kearifan lokal masyarakat Jawa.

Tampak sangat antusias warga masyarakat RW. 007 Dusun Serbet Timur Beserta Pemerintah Desa dan Dinas terkait mengikuti Festival Njenang Sapar ke -8
Tampak sangat antusias warga masyarakat RW. 007 Dusun Serbet Timur Beserta Pemerintah Desa dan Dinas terkait mengikuti Festival Njenang Sapar ke -8

Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain Kepala Desa Pesanggrahan, Imam Wahyudi, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, Perwakilan Camat Kota Batu,Dewan Kesenian Kota Batu,Tosan Aji Songgobrojo, BPD Desa Pesanggrahan,TP PKK Desa Pesanggrahan,Karang Taruna, mahasiswa ISI Surakarta,Kasepuhan Kota Batu,serta tokoh masyarakat, agama, budaya, dan adat. Seluruh RT/RW Dusun Serbet Timur dan warga setempat juga turut memeriahkan acara ini.

Kepala Desa Pesanggrahan saat memberikan sambutan
Kepala Desa Pesanggrahan,Imam Wahyudi., saat memberikan sambutan dalam Festival Njenang Sapar ke-8

Dalam sambutannya, Kepala Desa Pesanggrahan, Imam Wahyudi, menegaskan pentingnya melestarikan tradisi Njenang Sapar sebagai bagian dari budaya Jawa. “Kegiatan ini bertujuan untuk uri-uri budaya di Desa Pesanggrahan dan Kota Batu pada umumnya. Kami ingin mewariskan tradisi ini kepada generasi penerus agar budaya kita tetap hidup dan berkembang,” ujarnya.

Baca Juga :  https://pendidikannasional.id/daerah/semarakkan-hut-ke-80-insan-adhyaksa-kejari-batu-kompak-di-ajang-por/

Ia juga menyebutkan bahwa Desa Pesanggrahan mendapat apresiasi dari Polres Batu, Pemerintah Kota Batu, dan Dinas Pariwisata Kota Batu sebagai desa teladan dalam mempertahankan kebudayaan. “Antusiasme masyarakat dalam mempertahankan budaya ini sangat tinggi. Melalui Njenang Sapar, kami berharap terwujud keguyuban dan kegotongroyongan yang kuat antarwarga, serta kerja sama yang baik antara masyarakat dan pemerintah,” tambahnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto mengapresiasi kegiatan Njenang Sapar Desa Pesanggrahan
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto mengapresiasi kegiatan Njenang Sapar Desa Pesanggrahan

Sementara itu, Kadisparta Kota Batu, Onny Ardianto, mengapresiasi kegiatan yang sarat dengan nilai filosofis tersebut.

“Njenang Sapar adalah wujud gotong royong yang nyata. Kami mendukung penuh setiap event budaya yang diselenggarakan di Kota Batu. Melalui kegiatan seperti ini, nilai-nilai luhur budaya dapat tersampaikan kepada seluruh masyarakat,” katanya.

Sekretaris Camat Kota Batu saat memberikan sambutan dalam kegiatan Festival Njenang Sapar ke-8
Sekretaris Camat Kota Batu saat memberikan sambutan dalam kegiatan Festival Njenang Sapar ke-8

Perwakilan Camat Kota Batu yang diwakili oleh Sekretaris Camat juga menyampaikan pesan penting tentang makna bulan Sapar dan urgensi menjaga kebersihan lingkungan. “Bulan Sapar dianggap sebagai bulan yang penuh musibah, dan sedekah makanan seperti jenang menjadi penawarnya. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi yang dapat menjauhkan bala,” ujarnya.

Lihat Juga :  https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Ia juga mengingatkan tentang pentingnya kolaborasi dalam menangani masalah sampah di Kota Batu. “Kota Batu saat ini darurat sampah, dan ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Kami menghimbau masyarakat untuk membantu pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah. Kami sangat mendukung dan akan mengawal setiap anggaran yang diajukan untuk kegiatan budaya seperti ini,” tegasnya.

Festival Njenang Sapar ke-8 tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana tradisi lokal dapat memperkuat identitas masyarakat dan mendorong pembangunan berkelanjutan. Melalui kegiatan seperti ini, Desa Pesanggrahan terus berkontribusi dalam menjaga warisan budaya dan mempromosikan Kota Batu sebagai destinasi budaya yang kaya dan berdaya tarik tinggi.

 

( Ria ). 

Array
Related posts
Tutup
Tutup