Sejarah Sosok Perjalanan Seorang Guru SD Yang Tangguh

Dengan mempunyai semangat dan jiwa pantang menyerah beliau ini berjuang dalam mengais rejeki demi kelangsungan kehidupan sehari hari. 

Batu, ( Pendidikannasional.id ) – Dalam sejarah sosok seseorang guru Sekolah Dasar ( SD ) yang didalam menjalani suatu kehidupanya sehari hari tersebut ini kami ceritakan pada hari kamis tanggal, 10 Januari 2024.

Berawal kisah pada tahun 1962 Lahirlah seorang anak lelaki dari Pasutri Tarimo dan Sumiati asli Dukuh Banaran Desa Bumiaji Kecamatan Bumiaji yang berangkat dari kalangan petani, sehingga semenjak masa mudanya beliau ini dididik oleh kedua orang tuanya menjadi seorang yang tangguh pantang menyerah dan mempunyai kreativitas serta kedisplinan yang sangat kuat sampai dengan saat ini. 

Beliau ini merupakan anak ke Empat dari Lima bersaudara, dan pada masa itu sekolah di SD Bumiaji kemudian ke SMP PGRI lalu melanjutkan ke Sekolah Pendidikan Guru ( SPG ). Untuk di ketahui bahwa pada era jaman itu sewaktu sekolah Dasar beliau ini berangkat sekolah dengan berjalan kaki dan tidak memakai sepatu jarang memakai alas kaki, dan baru bisa memakai alas kaki sewaktu kelas Tiga SMP dikarenakan keterbatasan ekonomi pada saat itu. 

Pada tahun 1974 Lulus SD dan 1977 lulus SMP berlanjut ke SPG Kristen Jalan Semeru 42 Malang, nah sewaktu masa SMP beliau ini sudah senang berternak dengan pertama kali ikut kakaknya memelihara sapi perah dan belajar juga bercocok tanam baik itu pembibitan pohon buah apel maupun sayuran dan lain lain dengan hasil kualitas yang unggul. 

Dalam masa dahulu itu setelah lulus SPG sudah bisa menjadi guru untuk mengajar di sekolah sekolah, sehingga telah mendapat SK yang pertama kali tepatnya yaitu pada Tanggal 01 Januari 1982 sudah CPNS dan sebelumnya itu menjadi sukwan terlebih dahulu di SD Pandanrejo 02 dan sewaktu sukwan itu beliau pernah berprestasi juara 1 jalan cepat sekecamatan Batu kala itu. 

Setelah ikut pengankatan PNS beliau menikah dengan Sumarmi putra bapak Lasmin dan ibu Rukimah, pada 1984 beliau di karuniai anak yang pertamanya dan awal kali pertama berternak kambing dengan jumlah 15 ekor. 

Berhubung belum punya rumah maka pada saat itu beliau ini menempati rumah dinas di SD Bulukerto 03 dan dikarunia anak yang keduanya. Untuk memenuhi kebutuhan kehidupanya beliau menambah penghasilanya dengan  Ngojek dan Kulakan bunga, sewaktu di perumahan tersebut beliau juga bercocok tanam bunga dan membuat bibit apel untuk di jual. 

Kemudian seiring bertambahnya waktu bisa membeli rumah di Desa Giripurno dan di karuniai anak yang ke Tiganya. Tidak lama disana beliau kembali lagi ke Kali Putih dan bisa membeli tanah seluas 100 meter dan di bangun sebuah rumah tepatnya di sebelah utaranya SMPN 02 Batu, disana beliau di karuniakan kembali anak yang ke Empat nya. 

Sekitar pada tahun 1998 rumah tersebut di tukarkan tanah di Kelurahan Temas dengan luas 900 meter dan di bangunlah sebuah rumah dan tempat untuk berternak kambing, disana beliau juga kerja sampingan jual buah apel BS dan juga belajar membuat susu kedelai dan di jual dengan berkeliling ke masyarakat, rumah sakit, tempat wisata yang ada di Kota Batu. 

Beliau ini bertahan jual susu kedelai selama 11 tahun sehingga bisa meluluskan anak yang ke Dua dan Tiga sampai keperguruan tinggi di kota malang. Untuk di ketahui bahwa beliau pagi mengajar menjadi guru di SD, siang merawat ternaknya dan sore bikin susu kedelai. 

Dikarenakan pada masa itu gajian menjadi guru sedikit sehingga anak anaknya beliau ini selalu di hina oleh teman temanya maka sosok guru ini  bukanya tambah lemah tetapi semakin bertambah semangat sebagai pemicu kebangkitan di dalam diri pribadinya sehingga sampai berhasil meluluskan anaknya yang kuliah di sebuah universitas di malang yaitu universitas brawijaya malang, sampai melanjutkan kuliahnya ke negara Thailand S2 disana. 

Kemudian pada 13 Maret 2020 jual susu kedelai berhenti total dikarenakan pandemi covid-19, beliau mengembangkan ternak kambingnya dan pernah sampai 50 ekor kambing, beliau pensiun menjadi guru SD pada 01 November 2022 pada usia 60 tahun masa kerja 40 tahun lebih 8 bulan. 

” Saya lebih malu jika anak saya tidak bisa sekolah karena profesi saya menjadi seorang guru, dan lebih malu jika waktu membayar lampu, air tidak bisa membayarnya, itu motifasi saya bagaimana untuk menata anak anak saya.” Ungkapnya ke awak media. 

Sosok guru tersebut bernama Sutopo yang lahir pada tanggal, 26 November 1962 Bumiaji Kota Batu dengan mempunyai semangat pantang menyerah, tanpa putus asa dan tangguh semua itu diterimanya sejak masih usia dini didikan dari kedua orang tuanya. 

” Kerja apapun dan sebagai apapun yang penting kita peroleh hasilnya dengan cara yang halal atau dengan cara yang baik dalam artian tidak mencuri, korupsi dan lain lain yang di larang oleh agama dan peraturan pemerintah.” Harapnya. 

Sampai dengan saat ini bapak Sutopo mengembangkan ternak kambingnya semakin besar di tambah dengan domba dan juga sebagai jual beli hewan tersebut. Bapak Empat anak tersebut menerima permintaan pesanan kambing untuk acara selamatan, hari raya qurban, ulang tahun, pernikahan, sunatan aqikoh dan lain sebagainya. ( Red ). 

Array
Related posts
Tutup
Tutup