Festival Kampung Tani ini merupakan agenda tahunan yang di selenggarakan di Kelurahan Temas Kampung Wisata Tani ( KWT ) dan kegiatan ini sudah masuk di agenda pariwisata tahunan di Disparta Kota Batu.

Batu, Pendidikannasional. id – Konsep pada Kegiatan ini mengangkat potensi pertanian dan sejak mulai event pertama hingga ke Tujuh dengan harapan untuk mensejahterakan petani.
Adapun dalam avara Festival ini turut hadir Kepala Kelurahan Temas beserta jajaranya, seluruh RT/RW, KarangTaruna, PKK Kelurahan Temas, dan seluruh peserta dan undangan yang hadir.
Pada kempatanya Kepala Kelurahan Temas mengemukakan,” Bahwa adahal yang menarik dari konsep duduk santai bersama ( Jagong bareng ) bersama peternak dan Dosen juga pelaku praktisi yaitu ada konsep Kavling pertenakan, jadi tidak hanya kavling tanah tetapi juga ada kavling pertenakan.

” Data sementara kami memang lebih banyak dombanya di bandingkan Sapinya, sehingga kami mengangkat potensi dombanya. Sedangkan pertanian sudah di tangani oleh Dinas Pertanian , jadi biar kita terfokus dan terintegrasi Dinas Pertanian dan Pertenakan kita adakan konsep yang berbeda.” Ungkapnya.
Selain Pertanian dan Pertenakan juga ada edukasi ke pada anak-anak pesertanya sekitar 165 anak se malang raya menggambar bersama domba.
“Kegiatanya juga padat dalam Festival Kampung Tani ini ada Pencak Silat, ada pertunjukan tradisi dari Madura Pamekasan, dan kita bulan depan di undang ke Pamekasan di karenakan setingkat Kelurahan bisa mengadakan event setingkat kota, dan kemarin langsung di hadiri oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pamekasan, juga ada dari pemerhati budaya. ” Tambahnya.

Seni yang di tampilkan ada pencak silat dan debus lalu ada Pendeman ( dikubur hidup- hidup ) selama kurang lebih Satu Jam setengah, dan ini merupakan pencak silat Khas Kelurahan Temas, ada bantengan lalu Fashion show ibu ibu PKK, lalu ada workshop batik Ecoprin , dan jika batik ini sudah berhasil maka akan di kembangkan batik canting yang asli kelurahan Temas sehingga menjadi ciri khas batik kelurahan Temas.
” Juga ada kegiatan Lukis Caping Tani dan alat siram air ( Gembor ), melukis domba, permainan tradisional dan juga pertunjukan perkusi , tari-tarian, lalu juga ada seni kuda lumping yang warganya asli Temas lalu lama di Kota Blitar dan sekarang berpartisipasi untuk tanah kelahiranya yaitu Temas itu sendiri.” Terangnya.
Khusus untuk Festival Kampung Tani ini menampilkan yang tematik yaitu ada budaya , Cangkruan diskusi, edukasi, Pameran UMKM, ada Workshop, Bursa, yang semuaya di konsep kembali ke desa.

“Konsep kami kedepan bukan hanya menggagas budaya daerah Kota Batu saja tetapi budaya nasional tentunya, konsep kami budaya nusantara karena Bhineka tunggal ika itu menjalin Kesatuan dan Persatuan dan cukup majemuk sekali sehingga keharmonisan akan kita dapatkan.” Jelasnya.
Moment FKT ini mempertemukan semua budaya yang ada di Kelurahan Temas , tanpa membedakan budaya dan adat itu yang lebih penting untuk mengankat indonesia jaya, karena kita semua akan maju jika saling menghargai budayanya.
” Harapanya ada konektivitas dari stakeholder terkait karena kegiatan seperti ini juga bisa mendatangkan wisata maupun PAD , Dinas pertanian harus juga terkonek dengan kita karena ada Kampung Wisata Tani , terkait juga dengan Dinas Pendidikan , Dispora karena ada perlombaan tradisional untuk anak anak. ” Harapnya.

Pada kesempatan yang lain Selaku mewakili Pengurus PKK Kelurahan Temas, Suliyati menyampaikan bahwa dalam Festival Kampung Temas ini RW 01 menampilkan jajanan tradisional tempo dulu.
” Kami membuat makanan ringan yang dahulunya selalu ada dan di buat acara khusus Tuju bulanan iBu Hamil atau mengandung, lalu bubur ketan hitam dan beberapa olahan makanan tradisional lainya.” Jelasnya.
Pengurus PKK dan Juga Petani Suliyati berharap harga dari hasil panen itu meningkat sehingga hidup petani sejahtera.
” Berharap harga dari hasil panen meningkat karena modal yang di keluarkan tidak sebanding dari apa yang di perolehnya, karena mahalnya bahan baku termasuk obat obatan.” Pungkasnya.




