Tanaman hias dari Kota Batu mulai diekspor ke China, memasuki pasar internasional

Batu, Pendidikannasional.id – Bahwa Song of India, sebuah jenis tanaman hias, telah diekspor ke China, di mana mereka dikenal sebagai Negeri Tirai Bambu. Dengan  sebanyak 3. 500 tanaman dengan total nilai sebesar Rp150 juta. CV melakukan kegiatan ekspor tanaman hias. Kusuma Wijaya Plant berasal dari Sidomulyo Kecamatan Batu Kota Batu. 

Proses perayaan pengiriman tanaman hias ke luar negeri ini berlangsung di Rest Area Desa Sidomulyo pada hari Senin (3/6) oleh Pj.Wali Kota Batu. Aries menyatakan kegembiraannya atas kesuksesan warga Kota Batu dalam mengekspor produk lokal yang berkualitas. Salah satu tanaman dekoratif yang benar-benar memiliki potensi besar di Kota Batu.

” Kita merasa gembira melihat bahwa warga Indonesia, terutama yang tinggal di Kota Batu, memiliki bakat untuk menjadi pengusaha ekspor. Aries menyatakan bahwa ini adalah upaya kita untuk terus mempromosikan dan mengembangkan produk-produk terbaik dari Kota Batu agar dapat memenuhi permintaan internasional. Menurutnya, tanaman hias dari Kota Batu memiliki potensi besar untuk pasar Asia karena cocok dengan iklim di sana.” Ungkapnya. 

Karena itu, kerjasama antara Pemerintah Kota Batu dan Bea Cukai Malang akan terus dilakukan untuk memajukan ekspor produk unggulan Kota Batu, serta menyelesaikan berbagai masalah yang timbul. Aries menambahkan bahwa Pemerintah Kota Batu dan Bea Cukai bersama Klinik Ekspor akan bekerja sama untuk membantu UMKM mengatasi segala kendala yang mungkin terjadi selama proses ekspor.

Melihat acara pelepasan ekspor ini, Erifina Lucky Kristian, yang merupakan Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Disperindag Provinsi Jatim, serta Dwi Prasetyo Rini, yang merupakan Ketua Klinik Ekspor Bea Cukai Malang, turut hadir.

Erifina Lucky Kristian menyatakan bahwa pemerintah memberikan dukungan yang besar kepada UMKM yang terlibat dalam kegiatan ekspor. Dengan mempertimbangkan hasil ekspor Jawa Timur pada Triwulan I, dapat dikatakan bahwa kontribusinya telah mendukung pertumbuhan ekonomi keseluruhan sebesar 10 persen atau sekitar USD 2,5 juta. Menurut Erifina, hasil ekspor tanaman hias dari Jawa Timur telah mencapai angka USD 1,4 juta dan telah berhasil memasuki pasar-pasar di Singapura, Denmark, dan Belanda.”Terang Erifina. 

Beberapa program Diskoperindag Provinsi Jawa Timur juga ikut mendorong peningkatan ekspor, seperti Misi Dagang Internasional, Pendampingan Ekspor untuk Industri Kecil Menengah, dan Festival Ekspor yang menghubungkan antara penghasil dengan pembeli. Erifina berharap bahwa pelepasan ekspor yang terjadi kali ini akan memberikan semangat baru bagi para pelaku usaha, dan dia berharap agar kesuksesan ini dapat terus berlanjut.”Harapnya.

Sementara itu, Dwi Prasetyo Rini menyatakan bahwa ekspor dari Kota Batu telah dilaksanakan untuk yang ketiga kalinya dalam kegiatan ini. Bea Cukai mempunyai inisiatif Klinik Ekspor yang melibatkan 400 UMKM di wilayah Malang Raya, dan juga menyelenggarakan Kelas Ekspor. Dwi menyatakan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Batu, dan ia menegaskan bahwa Bea Cukai akan siap untuk memberikan dukungan dalam hal ekspor dari Kota Batu ke depannya.” Kata Dwi. 

Sebagai pengetahuan tambahan, produk terbaik dari Kota Batu yang telah berhasil dipasarkan ke luar negeri meliputi keripik buah dan sayur, pot dari serat kelapa produksi Kokedama, serta tanaman hias.

Menyadari pentingnya memiliki akses yang mudah ke informasi, Prokopim Setda Kota Batu menyediakan berbagai sumber berita terkini. Dengan demikian, masyarakat dapat tetap terinformasi tentang berbagai kejadian penting yang sedang terjadi di sekitar mereka. Ini merupakan langkah yang sangat penting dalam memastikan bahwa masyarakat tetap up to date dengan informasi terbaru yang dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari mereka.

Array
Related posts
Tutup
Tutup